
Tapi, Lucky juga sungguh bingung, karena yang tau rahasia miliknya, hanyalah Zane.
Lucky, Yakuza dan juga Cose, saat ini sedang berada di sebuh rumah sakit, yang di mana di sana mereka bertiga sedang menunggu kedatangan Dokter keluar dari ruangan ICU.
Ckrek!
"Dokter"
Kini, Cose Yakuza, dan juga Lucky, yang masih saja duduk di sebuh koridor rumah sakit, di saat itu juga langsung berdiri di saat dokter keluar dari ruangan ICU.
"Dok, bagaimana?" Tanya Yakuza
"Iya, Dok, bagaimana keadaan sahabat kita?" Tanya Cose panik
"Mohon maaf, pasyen saat ini sedang kritis, dan juga tentunya harus melakukan operasi, karna luka yang di akibatkan, sebuh pistol itu sungguh dalam, dan sampai saat ini peluru pun masih berada di jantung pasyen, karna memang susah, untuk di ambil"
"Sialan, Bodoh!" Pekik Lucky
Bugh!
Bugh!
Kini, Lucky, yang sudah memukuli habis-habisan, Dokter tersebut, yang di mana juga Lucky sungguh marah di saat Dokter ini tidak becus.
"Lucky, sudah Lucky!" Pinta Cose
__ADS_1
"Diam-"
Kini Lucky, masih saja memukuli Dokter yang tidak salah sama sekali, dengan seyuman Lucky yang sungguh sinis. "Kau Dokter tidak becus, Aku ingatkan satu hal, padamu, jika sahabatku, tidak tertolong, kau siap-siaplah, untuk ku bunuh" Ancam Lucky.
Aseh!
Brug!
Kini Lucky, yang sudah gila, di saat dia saat ini sudah memukul sebuh tembok, hingga tangan Lucky berdarah.
Sedangkan Cose, Yakuza, hanya diam saja, dan juga tentunya marah besar kepada Lucky, karna bagaimana pun juga, Kartel seperti ini karena Lucky menembaknya.
Sedangkan Dokter, yang tadi sudah pergi ke ruangannya kembali. Dan tentunya juga, Kartel akan segera di operasi.
"Ini, semua salahmu, Lucky" ucap Yakuza
Yakuza, yang tadi sempat duduk di saat itu juga dia pun langsung bangun. "Heh, jika saja kau menuruti kita untuk tidak gegabah, mungkin saja, Kartel saat ini tidak akan terluka"
"Sialan"
Bugh!
Kini Lucky, dengan emosi, dan juga amarah, yang sudah meninggi dia langsung menonjok Yakuza.
Esss!
__ADS_1
Yakuza, saat ini sudah terlentang di atas lantai, dan juga sudut bibir Yakuza sudah berdarah.
Yakuza kini terseyum, tipis, dan tidak mau tinggal diam, yang di mana dia ingin rasanya untuk menonjok Lucky juga.
Bugh!
"Kau pikir, Aku takut denganmu? Lucky, ayok cepat kau bangun!"
Kini Yakuza, yang sudah bangun dari te
rlentangnya, dan juga sudah membalas pukulan kepada Lucky.
Lucky hanya tersenyum kecil, dan juga kini dia mengusap sudut bibir yang sudah berdarah, "Ku ingin bermain-main dengan ku, Yakuza" seyuman sinis pun keluar dari bibir Lucky.
Lucky kini dia sudah bangun dari terlentang, di atas lantai, sambil terus saja memandangi wajah, Yakuza penuh dengan kesal.
Tidak mau tunggu lama, Lucky, kini dia sudah ingin kembali untuk memukul Yakuza.
Brug!
"Cukup-"
Pukulan pun, tidak jadi melayang di tubuh Yakuza, yang di mana Cose, sudah menahan sebuah tangan Lucky, yang akan memukul Yakuza, kedua kalinya.
"Bisakah, kita ini tidak berantem? Apa kau juga lupa ini rumah sakit? Dan kau juga lupa jika semua ini sudah terjadi? Jadi apa yang kalian berdua ini sesali?" Tanya Cose
__ADS_1
Aseh!
"Apa maksudmu, Cose? Bukankah kau juga tau, jika Lucky, ini menembak Kartel? Dan kau juga lihat bukan dengan kedua matamu itu?" Hardik Yakuza