
"Sudah Zekay, cepat kau datang saja kemari, Aku butuh bantuanmu" pinta Gibran kepada Zekay untuk segera datang ke sebuah hotel yang di inap di kota Australia.
"Baiklah Tuan" ungkap Zekay setuju untuk segera datang saja ke sebuah hotel yang di inap oleh Gibran.
Dan tentunya juga sebuah sambungan telepon, kini sudah mati yang di mana Gibran juga sudah mematikan sambungan telepon miliknya.
Tidak mau menunggu lama, yang di mana Gibran saat ini sedang menunggu kedatangan Zekay dan juga Bimo, yang tentunya meraka berdua akan datang ke hotel yang di inap.
Yang di mana Gibran juga menyuruh Zekay dan juga Bimo datang ke hotel miliknya, hanya ingin membawa Sacra dan juga Nostra, yang di mana Sacra dan juga Nostra sudah tewas, oleh Gibran.
Gibran, kini dia tersenyum tipis di saat di ini berada di atas balkon, dan juga mata Gibran sudah memandangi mobil Zeep hitam Zekay dan juga Bimo yang sudah datang.
Tak pikirkan juga, Gibran masih saja memegangi sebuh pistol miliknya., Yang di mana Gibran sungguh takut jika ada seseorang yang ingin menembak dirinnya.
"Tuan!"
Kini Zekay dan juga Bimo yang sudah menundukkan dan juga membungkukan tubuhnya hingga kini hormat kepada Gibran. Dan tentunya juga sudah masuk berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Masuk!"
"Baiklah"
Ha?
Kini tiba-tiba saja Bimo dan juga Zekay, sudah syok dan juga kaget, di saat dia melihat sebuah darah yang begitu berceceran di atas lantai, yang di mana darah itu punya Nostra, dan juga Sacra.
"Tuan ini ada apa?" Tanya Zekay
"Coba kau lihat, itu" pinta Gibran
Kini Zekay dan juga Bimo di buat syok lagi, tapi tidak syok ingin rasanya orang yang jantungan dan juga sungguh mau mati. Karna Zekay dan juga Bimo sungguh tau, jika Gibran pasti membunuh orang pasti dia punya sebab tertentu.
Hanya saja Zekay dan juga Bimo heran, bahkan wajah orang yang sudah tergeletak di atas lantai pun Zekay dan juga Bimo sungguh tidak tau, siapakah dia.
"Zekay, Bimo, sekarang kau tau, apa maksudku?" Tanya Gibran
__ADS_1
"Tentu saja iya, tapi tunggu Tuan, Aku hanya heran saja, bukankah kau tidak memiliki musuh, seperti itu?" Tanya Zekay
"Iya, tapi dia ini suruhannya, Lucky, yang di mana Lucky, menyuruh dua orang ini untuk membunuhku, tadi" jelas Gibran
"Apa? Lucky?" Kaget Bimo
"Tapi Tuan, tidak apa-apa bukan?" Tanya Zekay khawatir, karan Zekay ini sungguh tidak ingin jika Gibran sampai kenapa-kenapa.
"Aku tidak apa-apa, hanya saja tadi Aku nyaris mati, karena, dua suruhan Lucky ini akan segera menembakku, tadi"
"Aseh, sialan!" Pekik Zekay "Apakah kita harus untuk membalas ini semau lagi Tuan?" Tanya Zekay
Gibran hanya tersenyum tipis, dan juga terseyum kecil. "Kau tenang saja, Zekay, Aku sudah meyiapkan sesuatu, untuk membalas Lucky"
"Apa itu, tuan?"
"Sudah kau diam saja sekarang, ayok laksanakan perintah dariku" ungkap Gibran
__ADS_1
"Baiklah, Tuan" setuju Bimo dan juga Zekay, yang di mana Sacra dan juga Nostra, untuk di taroh di dalam peti dan di bawa ke sebuah markas tersembunyi milik Gibran.
Yang di mana di sana adalah sebuh pemakaman tersembunyi, yang di mana jika kelurga Lazurdy membunuh orang pasti di makamkan di sana,