Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
Dandelion


__ADS_3

POV Alfonso.


Aku menghela napas. Ku tatap Fani dan Glen bergantian, "Fan... Titip anak-anak ku sebentar. Aku masih ke makam Leticia." Aku berdiri dari karpet yang sedaritadi kami duduk. Karpet itu digelar diruang Playground untuk anak-anakku bermain.


"Baiklah." Stefani tersenyum. Glen mengangguk. Mereka sudah paham tujuan aku.


Aku berjalan ke halaman belakang Mansion dimana makam istri ku berada. Sore ini, aku berkunjung tidak membawa bucket mawar, atau Lotus merah kesukaan istriku seperti biasanya. Tapi, aku bawa bucket dandelion, mewakili perasaan dan hatiku yang sedang rapuh, gundah, gelisah dan sedih. Tapi, aku tegar, aku mampu bertahan untuk keempat anak kami.


Setelah tiba di makam Istriku, kusentuh lembut pigura itu, lalu kecup sedikit lebih lama dari biasanya. Tanganku gemetaran, ku usap wajah cantik dibalut senyum manis itu. Tatapan matanya seperti menatap aku.


"Apakabar, sayangku?" Sapaku dengan tersenyum.


"Cantik!" Ku sentuh bibir merah merekah itu.

__ADS_1


Sayangnya, bibir itu tidak membalas sapaan aku.Perlahan kuletakkan bucket dandelion tepat didepan lukisan wajah istriku.


"Maaf, ini Dandelion. Bukan, mawar atau Lotus. Kamu, tidak marah, 'kan?" Aku terus mengajak istriku bicara. Seperti biasanya dulu ia masih bersama aku, seperti yang aku lakukan setiap saat aku minta izin ke Markas.


Perlahan ku berlutut disamping pusara istriku. Ku hela napas berulang kali, tanganku enggan lepas dari pigura berlapiskan emas itu.


"Kamu pasti sudah tau alasan aku datang." Seulas senyum kesedihan dibibirku. Aku berulang kali mengatur napasku, jujur aku tidak bisa lagi melihat anakku Aliejo ketakutan seperti itu.


"Tolong peluk aku sebentar saja. Usap punggungku seperti dulu dimana aku sedang dilanda gelisah. Beri aku kekuatan seperti dulu dimana aku down. Bantu aku, teruslah temani aku walau kini kita telah berbeda alam. Aku...bukan mengingkari janjiku, tapi ini demi keselamatan anak-anak kita, sayang. Karena itu, izin aku melakukan ini sekali lagi." Aku tidak peduli, dengan banyaknya mata para penjagaku melihat diriku. Cengeng? Tidak! Ini cara aku meminta izin untuk pemilik hatiku.


Aku mengangkat lagi kepala ku, ku tatap pigura itu.Aku tersenyum getir.


"Kamu, cantik sekali." Lagi dan lagi aku menggeleng menyadarkan diriku.Jika, wanita itu sudah bahagia disurga. Wanita di pigura itu, wanita biasa, tidak cantik menurut banyak haters, yang mereka berkomentar dikolom akun sosmed istriku. Waktu itu istriku masih aktif menjadi seorang modek terkenal, sebelum aku menikahi dia tepat di tanggal 23, juni.

__ADS_1


Namun, bagiku istriku sangat cantik, luar biasa. Setengah jam sudah aku berada di makam Istriku. Waktu yang cukup cepat karena biasanya aku bisa berjam-jam duduk dimakam istriku, tentunya aku ajak anak-anak ku bermain disini. sembari mengawasi anak-anakku main. Aku curhat dimakam istriku. Ku ceritakan semua yang ku lewati bersama anak-anak kami.


Tapi, sore ini aku hanya sebentar karena aku kwatir Aliejo mencari aku. Anak itu masih butuh aku disampingnya. Semoga psikiater itu bisa mengatasi mental anakku.


Sebelum aku meninggalkan makam Istriku, aku mengelus lagi wajah cantik itu. Perlahan ku berdiri dengan kedua tanganku menahan pahaku.


"Sayang...Aku pulang dulu. Aku tau, kamu sudah memberiku izin. Maaf!". Aku menunduk ku kecup lukisan wajah istriku. Aku tersenyum, Ku gelengkan kepalaku.


Aku sudah meminta izin di istriku. Saatnya aku harus kembali ke mansion. Untuk melakukan apa yang harus ku lakukan demi keselamatan buah hati kami.


♥️♥️♥️


Maaf othornya mengalami stuck ide🙏. mohon dimaklumi othornya hanya manusia biasa. saya tidak berjanji mulai satu September akan rajin update dan tidak bolos! Dukung saya ya biar saya semangat nulis .Karena, sesungguhnya penulis tanpa pembaca bagaikan sayur tanpa garam. Akhir kata," I love you untuk reader tercinta 🌷😘🤗".

__ADS_1


__ADS_2