
Hari ini, hari pertama mereka masuk sekolah pertama setelah liburan panjang. Keempatnya sudah bersiap-siap berangkat. Seperti biasa Daddy Alfonso yang menjadi sopir utamanya. Anaknya yang sudah menginjak masa remaja membuat Alfonso semakin overptotektif.
''Alisha duduk didepan,'' seru Alisha ketika mereka sampai di halaman mansion.
''Sudah tahu, dek. Sejak kapan kursi depan ada yang duduki selain kamu.'' Alicia tersenyum.
''Kakak terbaik.'' Alisha ingin mendaratkan satu kecupan dikening Alicia. Namun, dengan cepat Alicia masuk ke mobil.
''Dasar.'' gerutu Alisha. Wajahnya cemburut, tangannya membuka pintu mobil kemudian dia duduk disamping Alfonso.
''Jelek kalau cemberut begitu,'' ucap Alfonso seraya menginjak pedal gas mobilnya.
''Kakak nyebelin.''
''Nyebelin gimana, ratu ngadu.''
''Itu tadi Alisha mau cium pipi kakak aja nggak boleh,''
''Ya Tuhan dek, itu kan kakak bercandain kamu lagian kamu kakak bilang begitu aja kamu uda cemberut aja,'' Alicia terkekeh.
Alfonso, Aleijo dan Alonzo hanya tertawa sembari menggeleng kepala suara dua gadis di dalam mobil ngalahin tiga orang pria.
''The voice of woman,'' sindir Aleijo.
"Melengking ya kak," sahut Alonzo.
"Tapi, ngangenin." sahut Alicia.
"Nggak!" sela Alonzo.
__ADS_1
"Nggak percaya."
"Coba aj diam sehari nggak ada yang akan kangen," ujar Alonzo.
"Sstt..malu sama paman Bale." tegur Alfonso.
Mereka pun kembali diam, kembali fokus ke pikiran mereka masing-masing setelah ditegur sang Ayah. Alfonso melajukan mobilnya menuju sekolah anak-anak dalam perjalanan tidak ada yang berbicara selain fokus di ponsel masing-masing.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Dua puluh menit dalam perjalanan. Akhirnya, Alfonso mengbelokan mobilnya masuk ke halaman di sebuah gedung tinggi berlantai sepuluh disana sudah banyak anak sekolah yang berdatangan. Tampak ada seorang pria memakai tas belakang berwarna coklat, rambut belah tengah mirip-mirip Leonardo De Caprio. Remaja itu tersenyum lebar ketika melihat mobil hitam mewah itu memasuki halaman sekolah. Ia berjalan menghampiri mobil itu, tanpa peduli siapa sopirnya dengan hati yang berbunga-bunga.
Namun, berbeda dengan suasana di dalam mobil. Karena menggunakan kaca hitam dimana orang dari luar tidak bisa melihat orang didalam mobil kecuali sebaliknya. Jadi otomatis remaja itu tidak melihat dan mendengar suasana didalam mobil seperti apa.
Wajah Alisha sudah berubah seperti kepiting rebus. Antara kesal, malu jadi satu.
''Remaja itu nunggin siapa?'' Alfonso menghentikkan mobilnya. Mata si duda ini sangat jeli ketika sudah berkaitan dengan anak-anaknya. Entah sampai kapan matanya rabun.
''Nggak, ini bukan teman kelas, kakak.'' sela Aleijo.
Sementara Alicia sudah menahan tawa. Ia menekan perutnya agar tawanya tidak kedengaran karena jika kedengaran Alisha pasti semakin cemberut. Namun, harapanya berbanding terbalik duda mafia itu menoleh ke belakang mendapati Alicia yang sedang menahan tawa sembari tangannya menekan perutnya.
''Kamu kenapa, Nak?'' tanya Alfonso cemas.
''Nggak kenap-kenapa, Dad.'' Alicia melepas tangan dari perutnya.
''Tadi Daddy lihat kamu remas-remas perutmu.'' Alfonso pikir anaknya sudah memasuki masa remaja dimana seorang gadis mendapt bulanan. Biar dia pria tapi mengenal hal seputar wanita kurang lebih Alfonso sangat mengerti. Memiliki Istri yang super manja dan dikarunia dua orang Putri membuat Alfonso belajar mengenai kebiasan wanita.
''Nggak Dad, Itu.'' Alicia melirik keluar sorot matanya melihat kearah lelaki yang sedang berdiri tidak sabaran disana.
__ADS_1
''Hmmm, Ingat pesan daddy sekolah untuk menuntut ilmu bukan pacaran.'' tekan Alfonso. Dia mengerti setelah memahami sorot mata Alicia.
Alisha dengan cepat menoleh, ia menatap tajam sang kakak.
''Kakak. Bukannya Sha udah bilang Sha nggak suka lelaki culun seperti itu.'' Alisha cemberut. Dia meraih tasnya ingin segera keluar dari mobil namun Alfonso cepat-cepat berdehem.
''Nggak pamit Daddy?'' Alfonso menelengkan kepalanya dia tersenyum menatap sang puteri.
''Sorry,'' Alisha tersenyum dia memeluk sang Ayah lalu mencium pipi Alfonso.
''Good girl.'' ucap Alfonso. Setelah Putrinya kembali tersenyum dan tertawa seperti biasa lagi, Alfonso menarik nafas lega. Ayah empat anak itu tidak suka jika diantara keempat anaknya ada salah paham.
''Jika kamu tidak memiliki hubungan dengan dia kamu tidak perlu marah.'' Alfonso mengusap kepala Putrinya.
''Thansk dad. Dia yang selalu dekatin Sha,'' aduh Alisha.
''It's okey Girls, bilang baik-baik kepada dia daddy ku manusia paling galak didunia.'' canda Alfonso.
''Daddy.'' seru ketiga anaknya. Tapi, berbeda dengan Alonzo yang diam mengartikan ucapan sang Ayah itu benar.
''Who is you, Daddy?'' batin Alonzo.
Usai berpamitan, keempat anak Alfonso keluar dari mobil. Benar dugaan Alicia. Pria itu datang menghampiri Alisha.
"Hai." Ia tersenyum lebar menyambut Alisha.
"Hai juga." balas Alisha ramah.
"Ke kelas bareng yuk," ajak lelaki itu yang biasanya dipanggil Charles.
__ADS_1
"Me?" Alisha menahan kesal namun dia masih berusah sopan.
"Hmm..." Charle mengangguk sembari tangannya memegang dua tali tasnya yang menempel di bagian dadanya.