Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
North Star


__ADS_3

Alfonso dan keempat anaknya sudah berada di ruang atraksi. Sembari menunggu ada seorang petugas kapal datang mendekati mereka.


''Tuan, silakan dilihat video briefing dulu. Terima kasih.'' Salah satu petugas kapal itu meminta Alfonso dan anak-anak menonton video Briefing.


''Baik.'' Alfonso dan keempat anaknya mulai menonton video.


''Dad, videonya benar-benar menguji adrenalin. Sha, ingatkan daddy sekali lagi sebaiknya Daddy pikir-pikir lagi ikut dalam atraksi inj.'' Alisha kembali mengingatkan Alfonso.


Namun, yang dingatkan hanya tersenyum sembari mengusap rambut Alonzo.


"Jo, nanti sampai di dalam sana jangan lupa untuk mengambil gambar. di North star tempat terindah untuk mengambil gambar," ujar Alfonso.


Keempat anaknya saling memandang, mereka tidak salah mendengar? Sejak kapan Alfonso suka berfoto.


"Ahh...Kak. Ini kesempatan langkah jangan sampai melupakan permintaan Daddy tadi," sahut Alicia.


"Betul, kak." sela Alisha.


"Ya, Daddy hanya ingin kebersamaan kita tersimpan rapi di album keluarga kita." sambung Alfonso.


Waktu masuk North star pun tiba, Alfonso bersama keempat anaknya masuk tentunya dengan dampingan petugas kapal. perlahan benda bulat itu naik keatas lautan, mereka seperti terbang bebas ke udara. Mata kelimanya disuguhkan pemandangan luar biasa indahnya diatas laut, Sesuai permintaan Alfonso, salah satu petugas mulai mengambil gambar.


"Tuan berdiri dibelakang anak-anak, dengan kedua tangan dilebarkan seakan ingin memeluk keempat anak tuan." ujar anak buah yang hendak mengambil gambar Alfonso dan anak-anak.


"Okey." Alfonso mulai mengikuti sesuai saran dari anak buahnya.


cekrek...cekrek...


Alisha dan Alicia saling memandang dan berkedip.


"Lihat pria tua kita ini, dia sangat narsis." keduanya saling berbisik.


"Jangan omongin Daddy dibelakang, Daddy dengar apa yang kalian berdua bicarakan." Alfonso tertawa.


"Tuan, sekarang tuan bersama kedua putri tuan.Nanti baru bersama kedua putra tuan," ujar anak buah itu lagi.


Alfonso mulai berada ditengah-tengah kedua anak gadisnya, dia memeluk keduanya dan tersenyum.


cekrek- cekrek


"Gantian kedua putra tuan."


Alonzo dan Aleijo berdiri disisi kiri- kanan Alfonso keduanya melipat tangan Lalu Alfonso menyentuh bahu keduanya.


cekrek-cekrek...

__ADS_1


"Okey.Terima kasih." Dia sangat antusias untuk melihat hasil jepretan mereka.


"Sama-sama, Tuan." balas anak buah itu.


"Liburan kali ini sangat luar biasa." Alfonso mulai melihat hasil foto tadi. Alfonso tersenyum, matanya berkaca-kaca. Pelupuk matanya terasa hangat, ahh...dia menangis.


"Indah, sungguh Daddy tidak ingin berpisah dengan kalian." Dia mengecup ujung kepala keempat anaknya.


"Kita tidak akan berpisah dad. Jika, dad udah tua dan tidak bisa jalan pun kami akan merawat Daddy sendiri, kami tidak akan pernah menitipkan Daddy di panti jompo." Alicia melingkarkan tangan di leher Alfonso.


"Terima kasih, sayangku." Alfonso mengusap tangan Alicia dengan bangga.


"Sama-sama, dad.Sudah tugas kami sebagai anak." Alicia menatap ketiga saudara kembarnya bergantian.


Gambar sudah selesai diambil. Hampir satu jam berada di north star akhirnya perlahan benda itu turun kebawah. Alfonso dan keempat anak keluar dari benda berbentuk seperti kapsul itu.


''Gimana? Anak-anak daddy menyukai north star?'' tanya Alfonso dia tersenyum menatap keempat anaknya satu-persatu.


''Suka bangat dad.'' jawab Alisha girang.


''Kamu, kak?'' Alisha menatap Alicia yang masih memegang kepalanya karena pusing berada didalam north star.


''Ampun, dek. Sekali ini aja kakak naik north starnya.'' Alicia melambaikan tangan sembari menekan kepalanya yang pusing.


"Oh..kakak. Tolonglah, mengapa kau kalah dengan pria tua kita? Lihat Daddy biasa saja.Daddy sangat menikmati permainan ini." Alisha meneleng dia menatap wajah sang kakak.


Alonzo yang melihat sang kakak memegang kepalanya dia mengambil alih memapah sang kakak.


''Makasih, dek.'' ucap Alicia ketika melihat Alonzo menggandeng tangannya.


Alfonso, tersenyum melihat keempat anak saling menjaga dan menyayangi satu sama lain.


''Sama-sama, kak.'' balas Alonzo.


🌹🌹🌹🌹


''Ya udah sekarang sudah malam juga, semua udah capek, 'kan? Bagaimana mau nonton orang dansa atau langsung tidur?'' tanya Alfonso saat kelimanya sedang duduk bersantai di restoran sembari menikmatin minuman coklat hangat.


''Langsung tidur aja deh, dad. Tapi, Alisha butuh refleksi.'' pinta Alisha.


''Ya. Nanti daddy hubungi bagian spa. Mereka ke kamar kamu aja ya dek.'' jawab Alfonso.


''Siap, Tuan.'' Alisha memberi hormat seraya tertawa senang. Dia sangat bangga memilik ayah seperti Alfonso.


Selesai menikmati minuman, kelimanya masuk ke kamar masing-masing. Alisha dan Alicia memilih satu kamar berdua. Begitupun dengan Alonzo dan Aleijo, sementara Alfonso berada di tengah-tengah kamar anaknya. Kedua kamar mengapit kamarnya di tengah. Sesuai, perminta Alisha selang beberapa menit mereka masuk ke kamar, orang bagian Spa pun mengetuk pintu kamar.

__ADS_1


Tok...tok...tok


''Permisi, bagian SPA.'' ucap seorang berparas cantik dari depan pintu.


''Ya.'' Alisha bergegas ke pintu dia membukakan pintu mempersilakan wanita itu masuk untuk melakukan treatmean refleksi.


''Silakan,'' ucap Alisha.


''Terima kasih, Non.'' Wanita itu pun duduk di sofa.


Alicia masih mandi di kamar mandi, Alisha mulai berbaring diatas ranjang dia membiarkan wanita itu mulai memijat tubuhnya dari bagian telapak kaki hingga bagian punggung. Alisha begitu menikmati nya.


"Nanti setelah Adek, aku ya buk." ujar Alicia sembari duduk di sofa, dia mengambil remote dan menyalakan televisi.


"Baik. Non." sahut wanita itu.


Setelah satu jam tubuh Alisha pun selesia dipijit sekarang gantian Alicia. Dia berbaring dan bagian SPA mulai melakukan treatmeant ditubuhnya.


Alisha sudah mendengkur halus. Dia benar-benar tidur, apalagi ditambah dengan tubuhnya yang baru saja selesai dipijit.


setelah satu jam, wanita itu pun sudah melakukan treatment kepada Alicia. Dia pun pamit keluar dari kamarnya sebelum keluar, Alicia memberikan tips kepada wanita itu. Sebenarnya tidak perlu dibayar karena itu semua memang Alfonso sudah menyediakan dikapal miliknya. Namun, Alicia tidak tega melihat wanita itu pergi begitu saja.


♥️♥️♥️♥️♥️


Indahnya matahari berada di ufuk timur, sinarnya menghangat di tubuh. Alfonso sudah bangun dia duduk di bagian buritan kapal, menikmati matahari terbit perlahan benda bulat berwarna kuning itu mulai berada diatas kapal.


Alfonso sedang memikirkan sesuatu, dengan tangan menopang didadanya. Dia membayangkan Leticia bergelayut dilengannya sembari menunggu anak-anak bangun. Dia dan sang istri menikmati matahari terbit. Dia membayangkan betapa mesranya jika dia selalu memberi kecupan mesra di ujung kepala Leticia.


"Sayang, aku merasakan kehadiran mu. Bagaimana, akhirnya aku berlibur bersama keempat anak kita di kapal mu." cerita Alfonso.


"Oh tentu , kami sangat menikmatinya." Dia menjawab lagi seakan dia mendengar perkataan Leticia.


Namun, tiba-tiba ada suara yang menggangu hayalan Alfonso.


"Dad, lagi apa disini? Kenapa Daddy menikmati matahari terbit sendirian?" Alisha duduk disamping Alfonso.


Dia menatap matahari itu. sungguh indah jika dipandang dipagi hari apalagi berada diatas kapal seperti ini ditambah lagi ditemani orang tercinta sang ayah.


"Daddy, tidak sendiri. Daddy, tadi bersama Mommy kalian." ceritanya kemudiaan mengusap lengan yang menurut Alfonso tadi Leticia bergelayut itu.


"Daddy, please Mommy sudah nggak bersama kita sejak kami kecil. Move on Daddy waktunya kita melangkah ke depan. Saatnya daddy menemani kami untuk meraih cita-cita kami." Alisha berkaca-kaca sampai kapan sang ayah berhalusinasi seperti ini.


"Maafin Daddy mungkin tadi Daddy terlalu menginginkan kehadiran Mommy kalian hingga menghayal yang tidak mungkin terjadi." Alfonso memeluk kedua putrinya.


"It's okey, Daddy. Tapi, jangan berlebihan tidak baik untuk kesehatan Daddy. Kami tidak ingin Daddy sakit karena banyak memikirkan Mommy." ujar Alisha. Ia menatap Alfonso.

__ADS_1


"Ya. Daddy mengerti. Ngomong-ngomong kemana kedua kakak laki-laki mu?" Alfonso mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kedua putranya. Namun, tidak ada bersama kedua anak gadisnya.


__ADS_2