Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
Ratu makan.


__ADS_3

''Kami di sini, Dad.'' sahut kedua putra Alfonso. Kedua anak Alfonso itu menghampiri Alfonso dan kedua saudari perempuannya.


''Dari mana aja?'' tanya Alfonso. Dia mendongak menatap kedua anaknya.


''Kami baru bangun.'' sahut Aleijo. Aleijo duduk disamping Alfonso sementara Alonzo duduk disamping Alicia.


''Dad, sudah daritadi disini?'' tanya Aleijo.


''Ya. Sudah dari pagi melihat matahari terbit disini,'' sahut Alfonso.


''Kenapa nggak banguni, Jo?'' protes Aleijo.


Alfonso mengusap rambut Aleijo, ''Daddy, tahu kalian capek.'' jawabnya bijak.


''Alisha dan Alicia juga bangun pagi?'' sergah Alonzo. Ya, dia tidak percaya jika Alicia bisa bangun pagi. Alisha masih dipercaya karena gadis agresif itu tidak pernah bangun lebih dari pukul enam pagi.


''Setengah jam lalu,'' jawab Alisha.


''Ya, kalau kamu masih dipercaya tapi Cia mana bisa bangun pagi,'' celetuk Aleijo.


''Ihh...Kakak masa nggak percaya Cia bisa bangun pagi?'' sela Alicia.


''Survei membuktikan kamu di mansion selalu bangun siang.'' Kali ini Alonzo yang sela ucapan Alicia.


''Adek,'' Alicia menatap tajam Alonzo.


''Eits, aku jawab sesuai fakta aja,'' Alonzo berdiri dia mengangkat kedua tangannya keatas. Lari perlahan bergeser mendekati Alfonso.

__ADS_1


Melihat keempat anaknya yang sudah mulai saling ganggu. Alfonso berdehem.


''Cia, Al. Stop.'' tegur Alfonso.


Mendengar Alfonso sudah menegur keduanya akhirnya diam. Alisha menatap Alfonso, dia mengelus perutnya yang sudah mulai memberontak.


''Dad, sekarang semua sudah disini. Kita sarapanan, yuk. Sha uda lapar banget.'' Alisha memegang perutnya. Di mana cacing-cacingnya sudah minta di beri makan.


''Sekarang kita sarapan. Adekmu uda lapar," ucap Alfonso.


Ya gadis berbadan kecil itu, gampang sekali lapar. Alfonso, menatap Alonzo, Aleijo, dan Alicia bergantian mereka tertawa. Ya, dari dulu mereka selalu menggoda Alisha dengan ratu makan.


''Daddy, lihat kakak Alonzo selalu saja menggoda Sha dengan perut karung.'' Dia bergelayut di lengan Alfonso.


''Udah, abaikan saja," ujar Alfonso.


Mereka mulai pesan breakfast, kali ini mereka berbeda kedua anak perempuan Alfonso memesan Sandwich dan jus tomat tanpa gula. Alfonso, Alonzo dan Aleijo memesan Burger double beef dan jus jeruk.


Setelah pesanan mereka datang Alfonso dan keempat anaknya pun menikmati sarapan bersama tanpa suara hanya perpaduan garpu dan sendok. Satu jam menikmati sarapan pagi. sesuai rencana mereka kembali ke kamar untuk bersiap-siap karena kapalpun kembali bertolak ke Madrid untuk mengantarkan mereka kembali ke pelabuhan.


♥️♥️♥️♥️♥️


Kelimanya turun dari kapal. Alisha berlari menuju hamparan pasir, dia merentangkan kedua tangannya menikmati suasana angin laut.


"Ahhh...indahnya. Besok udah mulai pusing lagi dengan mata pelajaran di sekolah," gumamnya. Ia memejamkan matanya sembari memutarkan badan rampingnya, rambutnya ia beritakan tergerai di tiup angin laut.


Alfonso melipat tangannya, dia memperhatikan Putri bungsunya itu, bibirnya tersenyum.

__ADS_1


"Dad, ngapain?" Aleijo datang dia menepuk bahu Alfonso.


"Hey, Boy. Itu Daddy lagi lihat Alisha. Lihat adikmu itu dia begitu menikmati suasan liburan kita. Sha, juta tadi bergumam katanya besok udah mulai dibuat pusing dengan mata pelajaran disekolah." Alfonso tertawa.


"Daddy, Sha kan udah sering bilang dia malas kalau belajar management keuangan. Dia sudah bilang di aku dan Alicia, Sha mau kuliah tapi dunia modeling." jelas Aleijo.


"Oh, ya? Sha belum bicara dengan Daddy. Apa Sekarang dia tidak menganggap Daddy ada?" Alfonso cemberut.


Begitulah Alfonso kalau mengetahui segala sesuatu dari orang lain sekalipun itu anaknya sendiri dia pasti sedih. Karena, Alfonso maunya segala sesuatu harus diceritakan kepada dia atau sama-sama duduk lalu bahas bersama. Alfonso hanya ingin dia selalu ada untuk keempat anaknya.


"Oh. Daddy. Ayolah hal sepele itu Daddy cemberut."Aleijo tertawa.


"Serius bangat," Alicia datang dia bergabung dengan Alfonso dan Aleijo yang duduk dihamparkan pasir, menyaksikan Alisha yang sudah mirip artis-artis yang sedang menari dan bernyanyi ditepi pantai.


" Itu lihat adekmu," sahut Alfonso seraya menunjukkan dengan isyarat mata.


"Oh, sang model. Dia pengganti Mommy." Alicia tertawa.


"Terus nanti siapa yang ganti posisi Daddy di perusahaan? banyak anak perusahaan siapa yang nanti tangani kalau Alisha uda pilih jalannya seperti Mommy?" Alfonso menatap kedua anaknya.


"Alicia, Adek Alonzo." Alicia menunjuk dirinya.


"Dua orang aja? Terus duanya?" Alfonso menautkan kedua alisnya.


"Aku ambil alih rumah sakit Dad." Aleijo mengangkat tangannya keatas.


"Tenang, Daddy. Putri sulungmu ini patut di andalkan." Alicia menepuk dadanya.

__ADS_1


"Baiklah." Alfonso akhirnya menyerah.


__ADS_2