Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
Penolakan Alicia.


__ADS_3

Setelah melihat Alisha masuk ke toko make up Alfonso kembali fokus ke Alicia. Ia mengepal ketika melihat Rey semakin merapatkan tubuhnya dengan Alicia.


"Pemuda itu belum mengenal siapa aku," gumamnya sembari menggosok hidungnya.


Sementara Rey seperti tidak mendengarkan teguran Alicia. Dia terus mendekatkan hidungnya ditengkuk Alicia membuat Alicia menepis wajah Rey dari lehernya.


"Aku nggak suka pria tidak sopan " tegurnya.


"Aku hanya ingin mencium kamu.Jangan terlalu kaku kalau pacaran. Coba kamu lihat Tania dia berciuman bebas dengan kekasihnya. Apalagi hari ini hari istimewa aku," jawab Rey tersenyum misteri. Ia menunjuk ke arah Tania yang sedang berciuman bebas di depan mereka. Mata Alicia mengikuti arah jari Rey, dia lalu mengedikkan bahunya.


"Jangan samakan aku dengan Tania.Nama aja kami udah berbeda apalagi dengan cara pacaran." ucap Alicia tegas.


Alicia, dia selalu ingat pesan Ayahnya. 'Jika ingin menjadi wanita terhormat kamu sendiri yang menjaga tubuhmu. Jadilah, gadis baik-baik seperti Mommy mu. Walaupun dulu Mommy dari kecil hidup bersama pengasuhnya dia wanita terhormat menyerahkan dirinya seutuhnya untuk suaminya, yaitu Daddy. Kamu dan Alisha harus mengikuti sikap Mommy, wanita terhormat tidak selalu diukur dari harta yang berlimpah melainkan menjaga diri dan memuliakan dirinya didepan pria itu jauh lebih terhormat. Daddy, tidak melarang kamu pacaran tapi ingat jangan pernah melebihi batasannya. Daddy bisa marah besar.'


Pesan Alfonso itu Alicia tidak pernah lupa dia manapun dia berada pesan itu dia selalu ingat. Oleh karena itu, dia tidak pernah melakukan hal bodoh yang melewati batasan sebagai seorang anak.


"Ya, sorry." Rey akhirnya menyerah. Dia tidak bisa memaksa Alicia mengikuti gaya pacaran anak jaman sekarang. Pemuda itu memilih menghabiskan makanannya karena masih ada acara lagi yang belum mereka lanjutkan.


Sementara Alfonso terus saja menggertakkan giginya, rasanya dia ingin menarik tangan Rey lalu menampar pemuda itu. Tapi, Alfonso tidak ingin mempermalukan anak gadisnya.


"Daddy," ucap Alisah dengan membawa satu paperbag bertuliskan merk makeup yang ia beli.


Alfonso menatap Alisha, "Jangan berisik." Tegurnya dengan menempelkan jari di bibirnya.


"Ups, sorry. Daddy masih jadi detektif?" Alisha menahan tawa.


"Hmmm, kau nggak tau nak tugas sebagai seorang ayah itu berat. Apalagi menjaga kedua anak gadis yang super cantik seperti kalian ini," gumam Alfonso.


"Dad, kita makan yuk, dad. Sha lapar." ujar Alisha mencebik. Dia duduk disamping Alfonso sembari meletakan paperbag nya diatas meja.


"Sayang, kamu pesan aja Daddy tunggu disini." sahut Alfonso.


"Daddy mau apa? Biar sekalian Alisah pesankan," ujar Alisha.


"Daddy ikut kamu aja, Nak." imbuh Alfonso.

__ADS_1


"Baiklah. Sha pesan makanan dulu." Alisha bergegas pergi meninggalkan sang ayah yang masih menjadi detektif gadungan.


Namun, karena tadi masih berbicara dengan Alisha. Alfonso kehilangan jejak Alicia, duda empat anak itu menghela napas panjang lalu mengedarkan pandangan disekitar foodcourt namun tidak menemukan Putri sulungnya.


"Anak itu kemana saja?" Ia berdiri sengaja berjalan ke arah toilet tetap saja tidak menemukan Alicia. Alfonso menghela napas panjang, dia takut kecolongan mengingat tingkah Rey tadi Alfonso tidak bisa membiarkan Alicia bebas tanpa pengawasan dari dirinya.


Dia memikirkan caranya, lalu berjalan mendekati Alisha yang sementara memesan makanan.


"Sayang, kamu udah pesan makanan?" tanya Alfonso.


"Hmmm, sudah. Daddy mau pesan lagi?" tanya Alisha.


"Nggak, kamu coba deh telpon Alicia. Tanya dia sudah mau pulang apa belum?" suruh Alfonso, wajahnya sangat kwatir.


"Bukannya dia masih didepan situ?" Alisha melihat ke arah tempat Alicia duduk namun tidak menemukan sang Kakak. Dia lalu tersenyum, karena sudah menemukan jawabannya kenapa sang Ayah meminta dia menelpon Alicia.


Tanpa banyak ntanya lagi, jarinya mulai menari layar ponselnya lalu dia mengirimkan pesan chat kepada Alicia.


"Kakak, sudah mau pulang? Daddy daritadi cemas bangat nungguin kakak."


"Okey."


Alfonso yang sejak tadi menunggu jawaban dari Alisha dia menatap Alisha sembari menganggukkan kepalanya.


"Gimana? Apa kata Alicia?" tanya Alfonso.


"Katanya setengah jam lagi. Kakak masih nonton bioskop."


"Oh, nonton bioskop.Ya udah biarin aja.Cepatan makan nanti setelah ini kita tunggu aja didepan bioskop ya." ucap Alfonso.


"Daddy, apa nggak berlebihan kita tunggu didepan bioskop?" Alisha menggelengkan kepalanya.Dia heran dengan sikap overprotektif sang ayah. Tapi, mau giman lagi dirubah pun tidak bisa, sejak kecil Alfonso selalu bersikap begitu untuk keempat anaknya, mungkin dia ingin menepati janjinya kepada Leticia?


"Tidak ada yang berlebihan. Kamu boleh belanja, Daddy ngopi di kafe dekat bioskop itu." tekannya berharap tanpa ada bantahan dari putri bungsunya itu.


"Baiklah." Alisha mengehka napas panjang. Matanya menatap wajah sang ayah, Alisha tau Ayah nya sangat cemas. Pria berusia 60 tahun lebih itu terus saja menarik turunkan napasnya yang tidak beraturan membuat Alisha mencelos.

__ADS_1


"Maafin kami Daddy. Selalu membuatmu cemas. Sha janji akan menjadi putri Daddy yang manis." batinnya seraya mengusap air mata yang membasahi sudut matanya.


❤️❤️❤️❤️❤️


Alicia dan teman-temanya asyik menonton film romantis yang ditayangkan di bioskop. Karena tidak jadi berciuman Rey mengajak ke tujuh temannya menonton di bioskop saja untuk merayakan ulang tahun Rey.


Didalam bisokop, Alicia memberikan sebuah kado istimewa hingga membuat Rey terharu.


Semua berteriak buka, ternyata sebuah kunci motor impian Rey. Semua bertepuk tangan sembari berteriak.


"Cium, cium, cium!"


"Nggak." tegas Alicia. Membuat semua temannya terdiam.


Rey, menelan Salivanya dengan kasar.Dia menggenggam tangan Alicia, "Thanks. Kado ini sangat Luar biasa," ucap Rey.


"Sama-sama." sahutnya.


****


Kemarin setelah pulang sekolah Alicia menghampiri Alfonso dia bercerita jika temannya sekaligus pacarnya itu akan berulang tahun.


"Daddy, kado apa yang cocok untuk seorang kekasih?" tanyanya. Berharap bukan hanya solusi tapi juga materi dari sang ayah.


"Kasihkan sesuatu yang berguna. Dan yang dia suka." jawab Alfonso.


"Motor. Dia sangat menyukai motor gede Daddy." Alicia mengatakan mereka motor yang disukai Rey.


"Ya udah beli aja.Daddy yang bayar," jawab Alfonso.


Benar saja, sesuai janjinya Alfonso meminta anak buahnya Ethan membeli motor yang diinginkan Alicia. Tidak perlu berlama-lama motor itu pun datang. Alicia melompat girang. Melihat Alicia tertawa bahagia Alfonso tersenyum, bagi dia asalkan anak-anaknya senang itu kebahagiaan yang luar biasa untuk Alfonso. Harta itu hanya titipan kapan saja bisa habis,namun kebahagiaan anak tidak bisa dibeli.


******


Alfonso dan Alisha sudah berada didepan bioskop. Sesuai janjinya, Alfonso minum kopi di kafe sementara Alisha berbelanja semua yang dia inginkan.

__ADS_1


Benar saja setengah jam Alicia dan teman-temanya keluar dari bioskop mereka tertawa sembari bercerita ria. Alfonso langsung tersenyum ketika melihat putrinya baik-baik saja. Dia mengirimkan pesan kepada Alisha agar segera datang karena Alicia susah keluar dari bioskop.


__ADS_2