Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
Jadian.


__ADS_3

Gadis itu melompat girang bagaimana dia tidak gembira? Dengan mudah dia mengalahkan pemuda di depan dia ini. Pemuda yang selalu di andalkan di sekolahnya, pemuda yang tidak pernah ada seorang pun bisa mengalahkan dia.


Tapi? Hari ini di ronde kedua pertandingan Britney dengan mudah menjatuhkan Alonzo?


''Ahhh... Akhirnya aku menang kau tidak bisa menolak cintaku.'' Britney mengambil handuk putih kecil dari dalam tasnya lalu mengelap keringat di kening Alonzo. Keduanya masih duduk di kursi melepas lelah setelah satu jam bertanding.


''Cih...gadis labil.'' Alonzo tadi bukannya tidak sanggup mengalahkan Britney tapi dia tidak ingin menjatuhkan harga diri gadis ini. Alonzo juga akui Britney cantik hanya terlalu agresif tidak selembut Mommy Leticia. Itu yang membuat Alonzo tidak menyukai Britney. Karena, Alonzo sangat mencintai Leticia karena itu dia ingin kekasihnya itu harus seperti Leticia.


''Kau kenapa selalu mengatakan aku gadis labil.'' Britney mencebik. Dia mengambil handuk bekas Alonzo tadi lalu mengelap keningnya.


Alonzo cuek. Dia sama sekali tidak ingin membujuk Britney yang sudah berkaca-kaca menatap dia.


''Aku mau pulang. Aku tidak bisa berkeringatan seperti ini badanku lengket semua.'' Alonzo mengalihkan perhatian karena Britney sudah menitikan air matanya. Pemuda ini tidak bisa melihat ada seorang wanita menangis di depannya.


''Kita pulang bersama.'' Britney menghapus air matanya dengan punggung tangannya. Dia berdiri dan meraih tasnya yang tadi ia letakkan diatas kursi. Kemudahan tas itu ia meletakkan diatas bahunya lalu tangannya langsung melingkar di lengan kanan Alonzo.


Kaget dengan sikap Britney dengan cepat Alonzo menepis tangan Britney.

__ADS_1


"Jangan agresif aku tidak menyukai gadis agresif." tegur Alonzo dia lalu berjalan lebih dulu.


Britney bergeming dengan sikap dingin Alonzo. Pemuda itu sudah kalah dalam pertandingan tadi tapi masih saja keras kepala. Susah sekali mengungkapkan cinta lebih dulu kepada gadis ini.


''Kau, sudah kalah harusnya kau tidak bisa menolak sikapku kepadamu.'' protes Britney.


''Mau mu, aku harus menciummu di sini?'' Alonzo menoleh dia merasa gerah gadis ini lama-lama memancing dirinya yang asli. Apa dia lupa Alonzo adalah titisan Alfonso?


''Setidaknya kau mengatakan mencintaiku. Misalnya?'' Dengan percaya diri gadis iru mengejar Alonzo. Saat ini mereka sudah berjalan berjejer menuju lobby. Alonzo hanya tersenyum sinis mendengar protes yang dilayangkan Britney.


''Kau yang mencintaiku bukan aku yang mencintaimu. Aku hanya menepati janjiku.'' balas Alonzo.


''Bagaimana malam ini kita ngedate perdana? Kau harus menepati janjimu, bukan?'' desak Britney.


''Aku tidak biasa keluar malam. Daddyku pasti akan kwatir membiarkan aku keluar malam seorang diri.'' tolak Alonzo.


Dia tidak ingin besar kepala. Sudah baik tadi Alfonso mengizinkan dia keluar sendiri. Dia tidak mau mengambil kesempatan itu untuk terus izin keluar seorang diri.

__ADS_1


''Dasar anak daddy.'' ledek Britney.


''Biarin. Aku tidak akan membuat daddyku kecewa dengan aku.'' sela Alonzo masa bodo.


Sopir pun datang. Alonzo bergegas menuju mobilnya. Tangannya membuka pintu mobil.


Cup


Alonzo kaget dia menoleh menatap Britney. Gadis itu semakin tidak tahu malu bisa-bisanya dia mencium Alonzo di depan sopirnya.


''Karena kau menolak kita berkencan pertama gantinya ciuman dari aku. Kau milik ku.'' Setelah mengatakan begitu Britney berkedip dia lalu berjalan ke arah mobilnya yang sudah parkir di belakang mobil Alonzo dengan santai.


Sopir Alonzo hanya tersenyum menuduk.


''Anggap saja kau tidak melihatnya, paman.'' ujar Alonzo seraya memasang seal bealt di tubuhnya.


''Baiklah.'' sahut sopirnya.

__ADS_1


♥️♥️♥️


Ada yang kangen nggak? sedih ngg ada like dan komen 🤧


__ADS_2