
Malam semakin larut kelima anak kecil itu berhenti bermain, Alfonso membawa keempat anaknya ke kamar miliknya.
Begitupun, Stefani, Glen dan Belinda juga berjalan ke kamar mereka. Di mansion, semua kamar masih seperti dulu tidak ada yang diubah. Masing-masing sahabatnya masih memiliki kamar pribadi di mansion itu. Sama halnya dengan Mason dan Felisia mereka juga ke kamar mereka, Willy pun sama.
"Yuk baris..." ujar Alfonso. Duda itu berjalan menatap keempat anaknya karena kedua tangannya memegang tangan Aleijo. Alicia, memegang punggung Aleijo begitupun Alonzo dan Alisha.
Alfonso mengatur keempat anaknya berbaris sesuai urutan mereka lahir. Kelimanya masuk ke kamar Alfonso seraya bernyanyi. Glen menatap Alfonso ia salut bos Mafia yang dulu bergelut dengan darah dan obat terlarang kini berhati Helly Kitty. Mungkin pepatah itu pas.
Sesampainya didepan kamar, Alfonso mengangkat kedua tangannya ke atas, meminta keempat anaknya berhenti sebentar karena dia masih membuka pintu. Setelah pintu terbuka kelimanya masuk ke kamar. Memang sengaja Alfonso membuat kamar anak-anaknya, pintu masuk melalui kamar Alfonso, juga sebagai pintu penghubung untuk memudahkan Alfonso mengawasi keempat anaknya.
"Okey...stop!" ucap Alfonso. Keempat anak kembar itu berhenti.
"Bentar...Daddy masih ambil buku cerita," ucap Alfonso. Namun, Baru saja Alfonso hendak membuka laci nakas Aleijo memanggil Alfonso.
"Dad..." Aleijo bergelayut ditangan Alfonso.
"Kenapa sayang?" tanya Alfonso.
"Malam ini Aleijo tidur di kamar Daddy, Boleh?" ucapnya. Aleijo ingin menangis.
__ADS_1
"Boleh. Malam ini kita berlima tidur di ranjang Daddy, okey? Yuk...semua naik keatas ranjang, waktunya tidur, " ucap Alfonso. Dia menata bantal diatas ranjang lalu keempat anaknya mulai membaringkan tubuh mereka sesuai bantal yang di susun sang daddy. Sisi ranjang kiri Alonzo, lalu Alicia, Alisha barulah Aleijo. Putra sulungnya itu memilih dekat Alfonso.
"Dad... Aleijo di dekat Daddy," ucapnya.
"Boleh. Alisha boleh ya dek? Nanti gantian setiap malam semua kebagian dekat Daddy," ujarnya. Karena biasanya Alisha lah yang paling menguasai Daddynya. Tapi, malam ini anak bungsu Mommy Leticia itu mau berbagia posisi dengan Aleijo.
"It's okey Daddy." sahut ketiganya sembari mengangkat jempol keatas.
Seperti biasanya, sebelum tidur, Alfonso mengajak anak-anak berdoa. Lalu, mengucap mantra ajaib yang diajarkan Daddy Alfonso. 'Mommy, malam ini Mommy datang ya, dimimpi kami, please.' Mantra itu setiap sebelum tidur malam, selalu di ucapkan keempat anaknya juga Alfonso sendiri. Setelah, mengucapkan mantra ajaib versi Alfonso dan anak-anak. Duda empat anak itu turun dari ranjang dia berjalan ke arah nakas, tangan nya menarik laci nakas. Alfonso bingung harus pilih cerita yang mana untuk dibacakan kepada anak-anaknya.
"Malam ini, mau dibacakan kisah apa?" tanya Alfonso seraya mencari buku-buku dongeng koleksi Leticia dulu. ''Sayang, kenapa beli buku sebanyak ini?'' tanya Alfonso waktu itu, dia dan Leticia sedang berada di tokoh buku.
"Baiklah. Beli semua saja tentang kisah anak-anak, jangan lupa beli juga buku yang menceritakan moral dan agama agar mereka tidak melulu paham akan akademik tapi tau moral dan agama juga. Mengajar kan anak harus imbang." ujar Alfonso. Karena , dia tau masa kelam dia. Jika, anak-anaknya tidak di ajarkan moral dan agama sejak dini, Alfonso kwatir akan pengaruh di masa depan mereka.
"Beres, Tuan Alfonso." Leticia menyenderkan kepalanya di bahu Alfonso. Lalu, Alfonso mengelus perut besar Leticia.
"I love you. Terus bermanja-manja seperti ini. Aku menyukainya." Alfonso mengecup kening istrinya. Leticia mencubit lembut perut Alfonso.
"Sayang...kenapa dicubit?" Alfonso membawa Leticia kedalam dadanya.
__ADS_1
"Al...anak kita," tegur Leticia, merasa perutnya terlalu rapat dengan perut Alfonso.
"Hehehe...kamu gemasin. Perutnya lucu mirip pinguin." kekeh Alfonso.
"Ish..."desis Leticia.
SPG yang sejak tadi menyaksikan drama romantis itu tersenyum sendiri. Sementara, pemeran drama romantis itu masa bodo mereka membawa banyak buku ke kasir untuk melakukan pembayaran.
🌷🌷🌷🌷
"Kisah gadis bertopi merah aja dad," ucap Alisha.
"Adek! Nggak boleh kamu terus yang request buku cerita gantian dong," sahut Aleijo.
"Benar dek, gantian ketiga kakakmu juga mendapat bagian, sayang." ucap Alfonso seraya mengirim pesan kepada Glen.
"Kisah Spiderman menyelamatkan anak-anak dari orang jahat ya, dad," pinta Aleijo.
"Yes!" sambung Alonzo.
__ADS_1
"Oke. Besok malam gantian Kakak Cia," tambah Alisha.