
Di ruang makan, Alfonso beserta ketiga sahabatnya juga Mason mertuanya sedang menikmati makan siang.
"Hallo...ada orang nggak?" Terdengar suara bas dari ruang keluarga.
Glen mendongakkan kepalanya, dia memasangkan telinga dengan baik, matanya melirik ke arah Stewart.
"Itu...kedua jomblo baru datang," ucapnya.
"Ya. Aku pun mendengar suara mereka. Masih aja ya kedua jomblo itu nggak pernah berubah," seloroh Stewart. Dia menatap Glen.
"Nggak bisa berubah. Nggak ada yang merubah mereka," sahut Kevin. Diangguki Glen.
Mereka pun kembali melanjutkan makan, membiarkan kedua temannya sibuk sendiri diruang keluarga. Lagian jika mereka tidak menemukan di ruang keluarga pasti keduanya akan datang ke ruang makan.
"Paman Gareth." Terdengar suara Clarinda memanggil Gareth, Putri pertama dari Kevin. Dia berlari menemui Gareth.Di keluarga Red Devil semua anak kecil sangat senang bermain bersam Gareth dan Andre.
"Anak cantiknya, paman. Kemari, papa Kevin di mana? Kapan datangnya," Gareth menggendong Clarinda.
"Papa tadi duduk di sini, Clarinda uda datang daritadi. Ada Fidel juga, datang dari California." Clarinda bercerita dia menatap wajah Gareth.
"Clarinda mau main lagi dulu, bye paman Gareth." Gareth menurunkan Clarinda lagi dari gendongannya, Clarinda pun berlari kembali ke Playground.
"Aku yakin si Re__" Gareth menutup mulutnya dia hampir saja keceplosan. Tapi, siapapun pasti tidak bisa menyangkal karena Clarinda sangat mirip dengan Ayahnya.
"Hustt...Kamu itu harus belajar kontrol diri ketika berbicara," tegur Andre.
"Maaf. Habis matanya si Clarinda mirip bangat dengan papanya," Gareth membela diri.
"Udah lupakan masalah tadi. Ayo kita ke ruang makan, aku uda lapar banget," ajak Andre.
Andre dan Gareth bergegas ke ruang makan, menemui kedua sahabatnya yang baru datang dari luar negeri. Benar, disana Alfonso, Mason, Glen, Stewart dan Kevin sedang menikmati makan siang bahkan mereka sudah hampir selesai makan.
"Pantesan, lagi makan siang disini," seloroh Andre, seraya menarik kursi untuk duduk begitupun dengan Gareth.
"Salah sendiri. Kita itu uda nunggu kalian berdua dari pagi jam sepuluh loh. Tapi, nggak ada yang muncul, jangankan muncul ngasih kabar lewat chat pun tidak. untung tubuhku ini uda dikasih anti body kebal jamuran kalau nggak pasti uda berjamur," celetuk Kevin.
"Gaya lu Vin, gegara uda ada istri aja sok bilang istri kasih anti body." cebik Gareth.
__ADS_1
"Trik..Kevin mantap!" sahut Glen.
"Ohh...nggak bakal masuk triknya," sela Gareth.
"Terserah, dikasih jalan lurus malah milih jalan setan terus," cebik Glen.
"Ada Istri itu pusing, ngajak belanja, nggak boleh ke club ngg boleh karokean lah, pokoknya rumit." balas Andre.
Alfonso tersenyum, dia menatap kedua sahabatnya itu.
"Makan dulu, bercandanya nanti setelah makan." ucap Alfonso
"Baiklah," sahut Gareth dan Andre.
Steward yang penasaran masalah kemarin, dia menatap Gareth yang sementara mengambil Piring.
"Serius...Kalian berdua dari mana?" tanya Stewart.
"Biasa masih urus hama jalanan yang kemarin coba ganggu Aleijo itu." Gareth mengambil piring dia pun mulai mengambil makanan dan meletakkan di dalam piringnya begitupun dengan Andre.
Mereka berdua pun ikut makan bersama, melupakan masalah Aleijo karena tidak ingin merusak mood Alfonso.
♥️♥️♥️♥️
"Bagaimana, dia sering jenguk putrinya?" tanya Karla.
"Nggak. Kevin nggak mau," jawab Nabila.
"Betul. Kevin sudah benar mengambil keputusan seperti itu.Dulu saja dia tidak menginginkan anaknya giliran lihat sekarang sudah cantik, imut dan lucu. baru dia sadar," sahut Karla.
"Tapi, kata Kevin jika dia bertemu sebagai sahabat dari kami berdua ya silakan aja, asal jangan sebagai ayah dari anak itu. Kevin tidak akan pernah setuju." lanjut Nabila.
"Tapi selama ini dia pernah jenguk?"
"Belum. Hanya tadi Kevin ingatkan aku, kemungkin besar dia juga hadir nanti di acara Leticia. Kamu kan tau dia pegawai kesayangan Alfonso," celetuk Nabila.
"Hmmm..lupakan.Yuk kita ajak anak-anak makan setelah itu mereka tidur siangnya, mau apa ngg ya? Soalnya lagi seru-serunya main bersama." lanjut Karla.
__ADS_1
"Nggap apa-apa ngg tidur asal makan dulu. Kasihan anak-anak Leticia belum makan dari tadi pulang sekolah, bisa-bisa kita diomelin Alfonso," Nabila berdiri dari Karpet yang tadi mereka duduk begitupun dengan Karla.
"Anak-anak, sekarang waktunya makan siang. Yuk berbaris, siapa yang di depan?" tanya Karla.
"Sha!!!" Alisha mengangkat jari telunjuknya ke atas.
"Adek! Adek terus gantian dong," ujar Alicia.
"Nggak mau, pokoknya Sha yang didepan." balas Alisha.
"Okey, okey! Alisha di depan,"
Anak-anak berbaris ke ruang makan. Kedelapan anak itu sungguh menggemaskan mereka tidak saling melepas baju.Walau kadang terjadi dorong-mendorong. menuju ruang makan.
Setelah di ruang makan seperti biasa, mereka duduk di kursi kecil dan meja masing-masing, mereka pun mulai makan bersama hingga selesai.
♥️♥️♥️♥️
Waktu sudah menunjukkan pukul dua sore. Dua mobil milik Alfonso berhenti didepan mansion. Terlihat Ethan bergegas keluar dari mobil ,dia membukakan pintu.
Romo dan lima belas orang panti asuhan sebagai wakil dari panti asuhan sudah datang. Alfonso dan teman-temannya berdiri menyambut mereka di depan pintu masuk.
Tampak satu anak kecil berusia delapan tahun berlari menghampir Alfonso dia langsung memeluk pinggang Alfonso dengan erat, " Ayah...kenapa Ayah tidak menjenguk kami lagi di panti? Apakah Ayah marah karena kami nakal? Kata ibu panti Ayah tidak akan menjenguk kami lagi karena kami susah dibilangin, apakah itu benar?" ucap Felix. Anak kecil itu, menatap lekat wajah Alfonso.
Benar dulu sebelum Leticia meninggal, Alfonso selalu ke panti asuhan yang dirikan itu sebulan sekali. Alfonso meminta setiap anak panti memanggil dia dengan sebutaan Ayah, begitupun dengan Leticia mereka memanggil dengan Ibu.
Namun, setelah Leticia meninggal Alfonso jarang ke panti bahkan tiga bulan terakhir ini dia sama sekali belum berkunjung ke panti asuhan itu karena dia sibuk mengurus keempat anaknya.
Alfonso mengusap lembut rambut anak-anak yang kehilangan orang tua itu, "Maaf, Ayah harus urus keempat adik. Ayah juga masih sedih ditinggal pergi Ibu. Ayah janji nanti Ayah akan ajak keempat adik- adik Jenguk kalian semua, okey," janji Alfonso dia tersenyum.
"Ayah bisa berjanji?" Felix anak dari orang kepercayaan Alfonso dia meninggal karena melawan musuh.
"Pasti.Ayah janji akan jenguk kalian semua, tapi Kalian juga harus berjanji kepada Ayah, nggak boleh nakal dan harus rajin berdoa, bisa?" pesan Alfonso.
"Okey... siap Ayah,"
"Anak-anak pintar," Alfonso mengusap rambut anak-anak panti itu.
__ADS_1
Alfonso mendirikan panti asuhan itu dari pertama kali dia terjun ke dunia hitam. Ada alasan kuat Alfonso mendirikan panti itu, dia membayangkan bagaimana dulu dia berjuang seorang diri didalam hutan, bertahan hidup untuk harus tetap hidup hingga dia membalaskan dendam kedua orang tuanya.