Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia

Kesempurnaan Cinta Daddy Mafia
Berubah jadi Spiderman


__ADS_3

Setelah terjadi sedikit perdebatan. Alfonso mengambil buku bergambar Spiderman. Dia meletakkan buku itu di atas ranjang. Sebelum membacakan buku Alfonso mengambil selimut menutupi tubuh keempat anaknya.


Kemudian, Dia pun duduk diatas ranjang, sedangkan keempat anaknya siap mendengarkan kisah yang akan dibacakan Alfonso.


"Ada empat anak kecil, mereka sedang asyik bermain ditaman. Lalu, tiba-tiba ada dua orang berbaju serba hitam datang mendekati keempat anak kecil itu. Mereka mengajak ke empat anak itu keluar dari taman. Kedua orang berbaju hitam itu berjanji akan membelikan banyak kudapan (jajan yang dijual di pinggir jalan) dan es cream untuk mereka jika mereka mau menurut apa yang dikatakan keduanya. Lalu, bukan nya dibelikan kudapan dan es cream kedua penjahat itu memaksa keempat anak itu masuk ke dalam mobil dan pergi. Lalu, tiba-tiba seorang pria berbaju Spiderman datang , dia terbang dan langsung berhenti didepan mobil. Kedua tangannya direntangkan untuk menghalangi mobil itu lewat. Benar saja, Spiderman itu langsung memukul kedua pejahat itu. Lalu, mengikat keduanya dan dilempar ke jalanan. Kemudian, Spiderman itu membawa keempat anak itu kembali ke orang tuanya. Selesai!!!"


Setelah mendengarkan kisah itu yang dibacakan Alfonso, Alicia, Alisha, dan Alonzo langsung tidur, berbeda dengan Aleijo. Dia masih bangun, " Daddy bisa berubah jadi seperti Spiderman itu?" Matanya mulai sayu, suaranya perlahan hampir tidak kedengaran karena kantuk yang mendera dirinya. Alfonso mengusap lembut kepala Aleijo.

__ADS_1


"Tentu. Itu pasti sayang. Malam ini Daddy akan berubah menjadi Spiderman itu. Maafkan Daddy, kalian harus tidur sendiri." Lalu, ia menutup bukunya kemudian mengembalikan ke laci nakas dengan berhati-hati agar tidak menyebabkan bunyi.


Alfonso kembali duduk ditepi ranjang serta mengirim pesan kepada Gareth. Dia menunggu Keempat anaknya benar-benar tertidur pulas. Yakin, mereka tidak akan bangun lagi. Alfonso perlahan turun dari ranjang dia mengecup kening keempat anaknya berganti lalu memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya. Alfonso berjalan ke balkon kamar dia melakukan panggilan. Setelah, melakukan panggilan sepuluh menit lamanya, Mafia itu kembali ke kamar. Dia mengambil mantelnya dan beberap pelengkap. Alfonso berjalan ke pintu, Ia menarik pintu dengan perlahan agar tidak menimbulkan bunyi.


Didepan kamar sudah ada Felisia dan Mason.


"Baiklah, Nak. Mommy harap kamu pikir lagi konsekuensinya sebelum kamu mengambil keputusan. Mommy, tidak melarang. Mommy hanya mengingatkan kamu nak." Felisia mengusap punggung menantunya.

__ADS_1


"Terima kasih, mom. Al, harus bertindak karena tidak ingin hal seperti kemarin terjadi lagi," jawab Alfonso.


"I see...ikuti apa kata hatimu, Nak." Felisia tersenyum lalu ia meraih handle pintu kamar Alfonso. Felisa dan Mason masuk ke kamar Alfonso untuk menemani keempat cucunya yang sudah tidur.


Karena sungkan Felisia dan Mason memilih tidur di Sofa panjang yang disediakan di kamar itu juga.


Sebelum Tidur Felisa dan Mason berdiri di tepi ranjang mereka menatap wajah keempat anak itu, " Dad...Lihat wajah mereka saat tidur seperti ini. Manis, kasihan anak-anak tak berdosa ini, mereka yang harus menanggung semua perbuatan orang tua mereka, dimasa lalu?" tanya Felisia kepada Mason.

__ADS_1


"Sudahlah Mommy...jika terus mengingat masa lalu kapan bisa menata masa depan. Biarlah masa lalu dikubur dengan caranya tersendiri," Mason memeluk Felisia.


__ADS_2