
Alfonso segera mengirim pesan kepada Alisha.
''Sha, yuk pulang. Kakakmu sudah keluar dari bioskop kita usahakan pulang sebelum Alicia sampai dimansion lebih dulu,''
[Okey, Dad.]
Setelah membalas pesan sang Ayah. Alisha pun bergegas keluar dari butik yang ia belanja. Keduanya masuk ke dalam lift menuju parkiran.
"Daddy, gimana kalau kakak melihat belanjaan Alisha dia pasti bertanya kapan Alisha membeli semua ini." Alisha mengikut Alfonso sembari terus berbicara.
"Ya itu urusan kamu,"
Ting -ting...
"Daddy!"
Alfonso tersenyum tangannya menekan kunci remote. Dia tidak mau berlama-lama disini kwatir Alicia tiba lebih dulu. Alfonso tidak ingin anaknya itu kecewa dengan sikapnya, berarti sama saja kan Alfonso telah berbohong. Hal itu yang tidak disukai Alfonso.
Alfonso tersenyum dia lalu membuka pintu mobil untuk Alisha. Putri nya menurut masuk ke mobil begitupun Alfonso. Setelah melihat Putri bungsunya memasang sabuk pengaman dengan baik Alfonso mulai menginjak pedal gas mobilnya.
Mobil mewah yang hanya ada 5 mobil sejenis ini di Spanyol, mulai melaju keluar dari area mall. Alfonso membuang napas lega setidaknya anaknya tidak melihat dia mengikuti Alicia.
Akhirnya setelah setengah jam perjalanan dari mall, Alfonso membelokkan mobilnya masuk ke halaman mansion. Dia segera memarkirkan mobilnya lalu memberikan kunci mobil untuk Bale. Sudah menjadi kebiasaan securitynya yang memarkirkan mobil diruang parkir bawah tanah.
Alisha dan Alfonso berjalan masuk ke mansion, di ruang keluarga ada Alonzo yang sedang bercerita dengan Gareth dan Aleijo.
"Udah pulang, Dad?" tanya Aleijo.
"Hmmm..."
Kemudian Alfonso melirik ke Gareth dia memicingkan matanya, kwatir Gareth mengajarkan Alonzo menembak bukan melarang tapi Alfonso pikir itu belum waktunya apalagi Alonzo sedikit lebih tegas dari ketiga saudara kembarnya.
"Hehehe," Gareth terkekeh.
__ADS_1
Sementara Alonzo sibuk dengan ponselnya. Dia tahu ayahnya pasti akan mengintrogasi Gareth. Soal kegiatan dia dan Gareth hari ini di mansion.
"Udah makan malam?" tanya Alfonso.
"Udah." sahut Aleijo.
"Ya udah, Daddy mandi dulu." jawab Alfonso
Kemudian Alfonso masuk ke kamar seperti biasa dia berjalan ke foto sang istri tangannya mengusap foto Leticia sembari tersenyum, " Aku uda benarkan didik anak-anak? Hari ini aku awasi Alicia lagi ke mall karena dia jalan-jalan bersama teman dan kekasihnya. Maaf, jika aku terlalu overprotektif." Alfonso menghela napas, di tau istrinya pasti akan marah tapi beginilah dia selalu kwatir mengingat dia bukan pria baik-baik dimasa lalu. Itu yang selalu Alfonso ingat dan takutkan.
Usai berbicara sebentar dengan foto Leticia. Alfonso berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setengah jam berada di kamar mandi Alfonso keluar dia lalu mengenakan pakaiannya lalu keluar dari kamar bergabung dengan Gareth, Aleijo dan Alonzo di ruang keluarga.
Sementara Alisha masih mengeluarkan parfum keluaran baru yang tadi dia beli. Dia lalu memberikan kepada Aleijo dan Alonzo, tidak lupa untuk paman Gareth juga padahal satu itu untuk Daddy Alfonso hanya Alisha merasa tidak enak jika taman Gareth tidak dikasih juga.
"Ini parfum untuk paman,"
"Wow, makasih. Anak Paman pintar sekali pilih parfum brand ini baru dirilis loh." Gareth menunjuk parfum itu ke Alfonso.
"Nanti Sha beli lagi untuk Daddy." Alisha memamerkan deretan gigi putihnya.
"Daddy nangis ahh," goda Alfonso.
Gareth terkekeh melihat tingkah manja Alfonso di anak-anaknya. Mafia itu semakin tua semakin tampan hanya saja aura mafia nya tidak luntur.
❤️❤️❤️❤️❤️
Alicia melangkah masuk ke dalam mansion di kedua tangannya dia membawa satu paperbox dan satu paperbag.
''Adek...kamu di mana.'' teriak Alicia. Jalan melewati lorong menuju kamar Alisha.
Karena tidak ada sahutan dari Alisha,. Alicia membuka pintu kamar sang adik ternyata Alicia menemukan sang adik sudah tidur.
'' Emang udah jam berapa sih, semua udah tidur.'' gumam Alicia.
__ADS_1
Puk..puk..puk..
''Bawa apa itu, dek?'' Aleijo yang baru datang dari ruang makan mendapati Alicia yang sedang berdiri didepan pintu Alisha. Dia pun menepuk bahu Alicia.
Alicia menoleh, '' Kakak?''
''Hmmm, apa itu di paperbox?'' Aleijo melirik ke tangan kiri Alicia.
''Cake. Kakak, mau?'' tawar Alicia seraya menunjukkan paperbox ditangannya.
''Mau dong kalau gratis.'' sahut Aleijo cepat.
''Buat kakak aja. Tadi niatnya buat Alisha karena dia gagal ikut aku jalan-jalan.'' ujarnya seraya menyodorkan paperbox berisi cheese cake kesukaan anak-anak Alfonso.
''Bukannya Alisha dan Daddy juga baru pulang dari jalan-jalan?'' Aleijo yang lupa jika itu rahasia kecoplosan.
''Ha? Baru pulang? Maksud kakak, Alisha dan Daddy baru pulang dari jalan-jalan juga?'' Alicia mencebik dia sudah tau jawabannya. Ternyata sang ayah
tidak berubah, memberi izin namun tetap aja mengawasi dia dari belakang.
Aleijo dengan polosnya mengangguk lalu tanganya membuka tutup paperbox mengintip isi dari paperbox itu. Alicia yang kesal masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Aleijo yang masih mengamati cake itu didalam paperbox itu.
Alicia menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya. Dia memukul-mukul kakinya diatas kasur miliknya, ''Semoga daddy nggak lihat kelakuan Rey di foodcourt tadi bisa habis aku.'' Dia mengusap kasar wajahnya lalu memilih bangun membersihkan tubuhnya dikamar mandi.
Setengah jam berada didalam kamar mandi Alicia keluar dari kamar mandi. Dia mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Setelah rambutnya kering Alicia mengambil buku lalu membaca sebentar kemudian meletakkan lagi bukunya di meja belajar. Gadis berusia delapan belas tahun itu segera mengambil ponselnya karena sedaritadi ponselnya terus saja berdering.
Alicia melihat layar ponselnya ternyata yang menelpon, Rey. Dia pun bergegas menggeser tombol hijau lalu berjalan kearah ranjang. Alicia membaringkan tubuhnya diatas ranjang lalu meletakan ponselnya di bantal sementara Alicia meletakkan kepalanya di bantal yang satu lagi seraya mengenakan handset dikedua telinganya karena kekasihnya itu melakukan video call.
Sudah menjadi kebiasaan mereka jika waktu mau tidur Rey selalu menelpon hingga kekasihnya itu tidur.
Alicia menarik selimut menutupi tubuhnya lalu matanya menatap kelayar ponsel sembari mendengar Rey bicara sesekali dia tersenyum lalu menganggukan kepala.
❤️❤️❤️
__ADS_1