Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
Tolong, jauhi suamiku


__ADS_3

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta”


Author by Natalie Ernison


Qiana akhirnya memutuskan untuk menemui Mrs. Daisy, ia bahkan memohon agar Mrs. Daisy menjauhi suaminya, Edrick. Namun, sebuah permasalahan baru justru datang kembali.


“Kau tahu! Seharusnya aku sudah bersama Daisy, namun kau menggagalkan segalanya!” Edrick justru memaki Qiana, tanpa mempedulikan betapa perihnya perasaan Qiana yang sedang mengandung.


“Edrick!”


Plak!


Mrs. Daisy memukul wajah Edrick setelah membentak Qiana, dan menyalahkan Qiana.


“Pulanglah Edrick, istrimu sedang hamil!” Bentak Mrs. Daisy.


Qiana pun pulang terlebih dahulu, lari dari hadapan Edrick bersama Mrs. Daisy.


Saat sedang keluar menuju mobil miliknya, Qiana menubruk Raven yang baru saja tiba.


”Qiana!” Raven meraih tangan Qiana, menatap wajah sembab Qiana. Qiana melepaskan tangan Raven, namun Raven tetap menahannya.


Diwaktu bersamaan, Mrs. Daisy bersama Edrick muncul. Raven semakin dibuat geram, dan tak bisa melihat kesedihan Qiana.


“Mom, mengapa mommy berubah?” ucap Raven lirih, lalu pergi mengejar Qiana.

__ADS_1


“Raven!” Seru Mrs. Daisy, namun Edrick menahannya.


“Raven sangat mencintai Qiana, dan masih menemui Qiana. Lalu, apa bedanya dengan kita Daisy.” Edrick mendekap erat pinggang Mrs. Daisy.


“Raven!” Seru Mrs. Daisy, Edrick pun semakin mengeratkan dekapannya.


~ ~ ~


Mrs. Daisy menangis menyesali apa yang telah terjadi hari ini. “Edrick, sadarlah! Kita tidak mungkin bersama..” lirih Mrs. Daisy.



“Kau sudah mengatakannya berulang-ulang Daisy. Aku sudah katakana, aku tidak pernah mencintainya.” Edrick melangkah mendekati Mrs. Daisy.


“Yah, obsesi cintaku Daisy. Aku rela pergi bersamamu, dan kita memulai hidup kita yang baru!”


“Edrick dengarkan aku! Aku tidak pernah mencintaimuu, dan perasaanmu hanyalah sebatas kekaguman..—“


“Jika memang perasaanku hanya sebatas kekaguman. Lalu mengapa aku masih tidak bisa melupakanmu! Aku tidak bisa melupakan semua tentangmu Daisy, bahkan disaat aku bersama Qiana. Aku tidak pernah memikirkan wanita lain seperti aku memikirkanmu.”


“Kau sendiri yang menutup hatimu untuk Qiana, kau terlalu fokus dengan hal yang tidak akan kau dapatkan. Kau mengabaikan wanita yang benar-benar mencintaimu, hanya demi seseorang yang tidak mungkin bisa kau dapatkan.”


“Aku bisa saja mendapatkanmu, aku bisa memberimu segalanya. Aku akan berusaha sebisaku untuk dapat memenuhi kebutuhanmu, dan biaya perawatan kecantikanmu!” Edrick meraih paksa tangan Mrs. Daisy.


“Edrick, itu bukan cinta, itu hanya emosimu semata. Aku tahu bagaimana masa lalumu, kau tidak memiliki orang tua dan kau kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuamu, bukan?”

__ADS_1


“Orang tuaku sudah tidak ada lagi, kau tidak perlu mensugestiku”


“Edrick, aku menyayangimu, namun bukan sebagai kekasih. Aku menyayangimu sebagai seorang anak.”


“Tidak, tidak mungkin!” Edrick mencegkeram rahang Mrs. Daisy, mendekati wajah Mrs. Daisy.


“Sekeras apapun usahamu, perasaanku tidak akan pernah berubah Edrick.”


“Benarkah, bagaimana jika kita melakukan sesuatu yang dapat mengubah keadaan!” Edrcik tersenyum miring mendekati bibir ranum milik Mrs. Daisy.


“Edrick, kau benar-benar gila!”


“Yah, aku memang gila, aku gila karena dirimu Daisy, aku benar-benar sudah gila!” Edrick mengecup paksa bibir Mrs. Daisy, mencumbunya dengan penuh kegilaan.


“Edrick, aku akan sangat membencimu, jika kau tidak berhentii!” Peringat Mrs. Daisy. Edrick pun menghentikan kegiatannya, melepaskan Mrs. Daisy dari dekapannya.


Mrs. Daisy terisak pilu, merasa sangat bersalah atas apa yang telah mereka baru saja perbuat.


“Sadarlah Edrick ini bukan cinta, ini hanya obsesimu saja!” Pekik Mrs. Daisy.


Edrick meraih jaket miliknya, dan melangkah pergi.”Aku akan pastikan perasaanku.”


Ucapnya lalu melangkah pergi dari hadapan Mrs. Daisy.


****

__ADS_1


__ADS_2