Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
Takut kehilangan


__ADS_3

”Ketika BERONDONG Jatuh Cinta Season 3”


Author by Natalie Ernison


Daisy dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh salah seorang anggota keamanan ketika sedang bertugas di area tempat tersebut.


”Rumah Sakit Umum Kota B”


Ead tiba di rumah sakit tersebut dengan wajah gelisah tak menentu.


Ead pun menemukan ruangan tempat Daisy sedang dirawat.


”Daisy!” Panggil Ead, yang baru saja tiba di depan pintu. Sementara itu, salah seorang suster melangkah keluar, dikarenakan Daisy sudah ada yang menemaninya.


”Aku sangat mencemaskanmu, Daisy..” ucap Ead dengan suara terengah-engah, Ead begitu takut jika harus kehilangan seseorang yang begitu berharga di dalam hidupnya lagi.


”Aku baik-baik saja. Maaf, aku tidak bisa menepati janjiku untuk pergi bersamamu. Apakah kau menunggu lama?” tanya Daisy.


”Disaat seperti ini pun, kau masih memikirkanku, menunggu atau tidak.” Ead yang terlihat sangat cemas.


”Aku dari kota A ujung, dan aku benar-benar lupa akan janji kita.”


”Sudahlah, sekarang terpenting ialah kesehatanmu. Untuk ke depannya, jangan coba pergi seorang diri lagi, itu sangat menyebalkan.”


Daisy pun tersenyum, tatkala melihat ekspresi wajah cemas dari Ead.


”Apa yang sedang kau tertawakan? Apakah, ada hal yang aneh dariku?”


”Tidak. Terima kasih, karena telah mencemaskanku. Sepertinya, aku sudah membaik, aku bisa pulang..”

__ADS_1


”Tidak, kau harus menginap hingga besok. Mobil milikmu sedang dalam masa perbaikan di bengkel, tidak perlu mencemaskan hal itu.”


”Besok, akan ada rapat penting, aku harus datang.”


”Daisy, pedulikan dirimu. Perusahaan bisa dengan mudah mencari pekerja, ketika kehilangan satu pekerja ataupun lebih dari itu. Tapi kesehatanmu, siapa yang peduli? Perusahaan hanya tahu, kau produktif dan dapat tetap bekerja, bukan?”


”Kau sangat posesif. Aku hanya mengalami benturan kecil saja,Yah, baiklah.” Ucap Daisy dengan wajah tersenyum.


Setelah beberapa saat kemudian...


Seseorang mengetuk pintu ruangan vip tempat Daisy di rawat.


”Permisi tuan, ini pesanan anda.” Ucap salah seorang petugas delivery makanan.


•••


Ead mengajikan semua makanan yang telah ia pesan dari salah satu restoran mahal yang berada di area tersebut. Yah, mengingat ekonomi saat ini sudah mapan, tentu hal ini bagaikan uang jajan harian baginya.


”Makanan rumah sakit itu hambar dan aku tidak menyukainya. Orang yang sedang dalam masa pemulihan, seharusnya diberikan pelayanan ekstra, bukan?”


Ead meletakan semua makanan di atas meja, dan mengajak Daisy untuk menyantap bersamanya. Sesekali, Daisy memberikan suapan pada Ead. Yah, Ead sangat bahagia akan hal itu.


Meskipun tidak bisa pergi keluar, setidaknya malam ini mereka dapat menikmati momen sederhana namun membahagiakan.


”Terima kasih, Tuhan.. akhirnya, aku dapat melihat senyum, tawa tulus wanita malaikat tak bersayapku ini... Jika boleh, biarkan begini saja hingha seterusnya..”


***


Keesokan harinya...

__ADS_1


Daisy dinyatakan dapat kembali pulang, dikarenakan tidak ada luka serius yang dialaminya.


Mengingat akan ada rapat penting bersama kliennya, maka Daisy tetap pergi untuk menuju tempat rapat. Ead pun mendampingi Daisy. Namun selama rapat berlangsung, Ead berada di sebuah cafe yang berada di lantai dasar gedung tersebut. Ead menikmati kopi coklat, ditemani dengan layar laptop yang menyala di hadapannya, dengan berbagai pekerjaan di sana.


Lagi-lagi, pertemuan tak terduga antara Daisy dan Queen pun kembali terjadi. Ternyata, Queen ialah salah seorang sekretaris yang merupakan klien dari Daisy.


•••


”Bagaimana aku harus memanggil anda, Nyonya Rawley ataukah Nona?” ucap salah seorang klien perusahaan yang saat ini Daisy jalani.


Daisy pun tersenyum mendengar hal itu. ”Ikuti saja kata hati anda, tuan. Tidak ada masalah dengan sebuah panggilan, bukan?” balas Daisy, Queen pun baru tiba di meja mereka kala itu.


”Seharusnya perusahaan ini andalah yang menjalankanya, namun anda lebih memilih posisi di bawahnya. Anda hebat, Nyonya Rawley.”


”Nyonya Rawley?” Queen pun terkejut mendengar hal itu.


”Ah, sepertinya gadis nakal ini belum mengetahui segalanya.. sangat merepotkan..” batin Daisy.


”Perkenalkan Nyonya, ini Nona Queen sekretaris baruku. Nona Queen, ini adalah Nyonya Rawley, Nyonya pemilik dari perusahaan ini.”


Queen pun bersikap seolah tidak mengenali Daisy, sangat nampak jelas bagaimana Queen menganggap Daisy hanyalah orang asing.


”Lalu, bagaiman kabar Raven saat ini, Nyonya?”


”Raven berada di luar negeri untuk melanjutkan bisnis yang ia inginkan.”


”Meskipun anda hanyalah ibu sambung, namun aku yakin Raven sangat menyayangi anda.” Ucap Mr. Jon.


”Ibu sambung..” Queen semakin dibuat terkejut, dengan pernyataan dari atasannya.

__ADS_1


Namun, mengingat posisi antara dirinya dan Daisy jauh, maka Queen tidak memiliki nyali untuk merendahkan Daisy di hadapan sang atasan.


__ADS_2