Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
S2 - Bahagiamu bukan denganku


__ADS_3

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”


Author by Natalie Ernison


.


.


.


.


.


.


Jika suka, silakan lanjut baca..


Jika tidak, berilah komentar yang baik dan sopan. Bukan ujaran kebencian🤗


Have a nice day all💐


~ ~ ~


“Apakah ini alasanmu menceraikan cucuku!” Ucap nenek Ze dengan nada setengah berteriak.


“Nenek, tenanglah!” Ead menahan nenek Ze, yang hendak melangkah ke arah kerumunan para tamu undangan keluarga Smitte.


“Maaf, telah menganggu acara special kalian. Selamat atas pertunangan kalian.” Ucap Ead dengan senyuman diwajahnya, sembari memberikan seikat bunga pada Rav dan Qiana yang sedang bertukar cincin tunangan.


Rav dan Qiana diam mematung. Tak tahu harus berkata apa lagi, sungguh bingung kalimat apa yang harus mereka katakana.


Rav mengambil seikat bunga dari Ead, yang sesungguhnya akan Ead berikan pada Qiana sebagai kejutannya.


Qiana diam membisu, taka da kata yang dapat ia katakana lagi. “Terima kasih, Edrick..” ucap Rav.


Ead tersenyum pada Rav dan Qiana. Harapannya untuk kembali melamar Qiana pun pupus sudah.


“Edrick!” Ucap Mr.Smitte dan Mrs. Smitte.


“Selamat, paman bibi.” Ucap Ead sebelum melangkah keluar dari halaman keluarga Smiite.


***


Ead pergi bersama nenek Ze, Ead sebisa mungkin menenangkan hati nenek Ze.


“Sudahlah nek, mungkin Qiana sudah sepantasnya bahagia bersama pria yang mencintainya.”


“Lalu! Kau tidak mencintainya!” Tukas nenek Ze dengan nada emosional.


“Semua sudah berlalu nek. Aku tidak mungkin merusak acara istimewa mereka. Mereka pantas bahagia.” Ead merangkul nenek Zed an menepuk bahu nenek Ze.


Mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap salama satu malam.


Hari ini, Ead sedikit kecewa dengan sahabat baiknya Rav dan juga Qiana. Namun, Ead pun menyadari, bahwa dirinya belum menjadi suami yang baik bagi Qiana.


Menjelang kepergian Ead bersama nenek Ze menuju Negara B.


Hotel XX


Mrs. Daisy secara diam-diam, menemui mereka dan hendak menjelaskan segalanya.

__ADS_1


Mrs. Daisy menunggu Ead di loby utama hotel, dan sudah duduk di sana. Ead pun menemui Mrs. Daisy seorang diri, tanpa nenek Ze. Ia tidak ingin menambah beban pikiran nenek Ze.


“Edrick!” Ucap Mrs. Daisy dengan tersenyum.


Melihat senyuman menawan dari Mrs. Daisy, hati Ead hampir saja goyah karenanya.


“Mengapa mendadak mengajakku bertemu?” Ketus Ead, yang masih berdiri di hadapan Mrs. Daisy.


“Maafkan Raven, Raven tidak bermaksud untuk mengkhianatimu. Namun, semenjak kepergianmu, hanya Raven yang selalu ada bagi Qiana. Jadi, kumohon jangan buat hubungan mereka rusak.”


Mendengar pernyataan dari Mrs. Daisy, Ead merasa sedikkit kecewa juga marah.


“Apakah bibi pikir aku datang untuk merusak hubungan mereka! Aku bahkan tidak tahu mengenai ini semua. Jika sudah begini, aku bisa apa! Bahkan, aku pun sudah tak lagi peduli akan hal ini.” Ketus Ead lagi.


“Edrick! Kau marah?” Mrs. Daisy menatap Ead dengan tatapan lekat.


“Jangan tatap aku seperi itu, atau aku tidak akan bisa kembali pada diriku sendiri.”


Peringat Ead. Ead tak ingin terjatuh pada wanita yang pernah membuatnya gila.


“Jika kau sungguh-sungguh, kau tidak mungkin pergi begitu saja, dan dalam waktu yang cukup lama. Apa kau pikir wanita bisa terus menunggu!”


“Aku tidak berpikir seperti itu, silakan berpikir sesuka hatimu. Kau bahkan sudah mulai menjadi seorang ibu yang sebenarnya, sekarang! Apakah kau juga akan segera memiliki suami!”


Plak


Mrs. Daisy memukul wajah Ead setelah mengatakan hal yang kurang menyenangkan baginya.


“Kau sangat tidak sopan! Kupikir kau sudah berubah. Kau sangat mengecewakanku, pantas saja istrimu tidak tahan denganmu.” Ketus Mrs. Daisy, lalu melangkah pergi dari hadapan Ead.


Mrs. Daisy melangkah dengan tergesa-gesa, memandangi Ead sekilas sebelum ia masuk ke dalam mobil miliknya. Kemudian, pergi begitu saja.


“Mungkin lebih baik kalian membenciku, sehingga lebih cepat melupakanku..” Ead terpaksa mengatakan hal yang tidak menyenangkan pada Mrs. Daisy.


Ia tidak ingin berlama-lama bersama wanita yang pernah mambuatnya berambisi, hal itu akan sangat menyulitkan hatinya.


***


Setelah pertemua Ead bersama Mrs. Daisy, Ead bergegas pergi bersama nenek Ze. Ead terus menenangkan hati nenek Ze.


Nenek Ze sangat bersedih akan kejadian di kediaman keluarga Smitte. Namun, mereka pun tidak dapat menyalahkan pihak Qiana dan Rav.


“Sebagai seorang pria, jadilah pria yang bertanggung jawab. Hal ini cukup menjadi pembelajaran bagimu.”


“Baik nek, aku akan menjadi pria yang bertanggung jawab.”


Hati Ead sedikit terluka, setelah mendapati sahabat baiknya telah bersama wanita yang pernah menjadi ibu bagi calon buah hatinya. Ead pun belajar untuk melepaskan segala yang telah pergi darinya. Karena menyesalpun tidak akan menyelesaikan segalanya.


***


Negara B


Kembali ke Negara tempat ia dilahirkan dan memulai kembali karirnya.


Baru saja tiba, Ead sudah di sambut dengan panggilam dari juniornya, Shyne.


Shyne: “Selamat malam, senior. Maaf mengganggu istrahatmu, namun aku baru bisa menelepon anda setelah kepulangan anda kemari.”


Ead: “Yah, tidak masalah. Ada apa, Nona Shyne?” ucap Ead semnbari merebahkan tubuhnya di ataas kasur miliknya.


Shyne: “Siang lalu, aku memwakili anda untuk memenuhi undangan rapat. Semua yang dibicarakan dalam rapat sudah kurekam dan kucatat di notulen..—“

__ADS_1


Ead: “Baik, terima kasih Nona Shyne. Besok pagi berikan padaku..-“


Meletakkan ponselnya di atas meja, samping tempat tidurnya.


Meraih kamera mini miliknya, dan membuka album-album lamanya saat acara pernikahannya bersama Qiana.


“Mungkin, bahagiamu bukan denganku Qiana..” Ead terus menatap album kenangannya bersama Qiana.


Dalam kesendiriannya, Ead menangis pilu, mengingat semua kenangannya selama di Negara A. mulai saat ini, Ead harus sungguh-sungguh melupakan segala kisah kegagalan masa lalunya. Tak ada yang dapat ia perbuat lagi, kini Ead hanya bisa merelakan segalanya.


***


Perusahaan BX


Baru tiba di perusahaan, Ead bertemu dengan Shyne tepat di depan parkiran mobil.


“Selamat pagi senior!” sapa Shyne dengan senyuman bak bunga merekah.


“Selamat pagi, Nona Shyne.” Balas Ead ramah.


Mereka masuk lift dan ruangan kantor secara bersamaan.


“Senior, aku sudah menyelesaikan seluruh laporan rapat di sini!” Shyne memberikan sebuah rekaman juga hasil notulen rapatnya bersama klien yang seharusnya dihadiri oleh Ead.


Shyne bekerja dengans angat baik, tak ada kesalahan yang terlalu vital ia lakukan. Semua berjalan dengan baik, dan tentu membuat kinerja Ead semakin baik.


Hari lepas hari, Shyne terus melakukan yang terbaik bagi Ead. Karena kinerjanya yang baik juga sigap dalam segala hal. Shyne pun mmendapat sponsor untuk menjadi asisten pribadi Ead. Sponsor itu, tentu membuat mereka selalu bersama kemanapun dan kapanpun.


……………..


“Edrick, kinerjamu sungguh diluar dugaanku! Kau sangat hebat!” Puji sang direktur utama saat membaca seluruh laporan Ead.


“Semua karena bantuan Nona Shyne, tuan.” Ucap Ead biasa, saat itu Shyne duduk di sampingnya.


Shyne sangat bahagiaa, dibalik sikap diam Ead, ternyata sangat professional dalam bekerja. Ead tak segan untuk memberikan reward dari hasil keinerjanya.


“Edrick, untuk kedepannya, aku mempercayakanmu mengawasi pekerjaan di perusahaan kedua kita. Untuk Nona Shyne, aku ingin kau sungguh-sungguh mendampingi Edrick. Karena Edrick sangat membutuhkan partner yang dapat diandalkan, dan kau memiliki semua kriteria itu.”


“Baik, terima kasih tuan. Suatu kehormatan bagiku untuk menerima kepercayaan dari anda.”


Sang direktur utama terlihat sangat puas dengan hasil kinerja Ead. Perkembangan teknologi perusahaan semakin baik, semenjak Ead berada di sana.


***


Sebagai apresiasi dari hasil kerja keras Ead bersama Shyne, sang direktur pun mengajak mereka untuk pergi bersama.


Mereka pergi ke sebuah pusat perbelanjaan, juga pusat kuliner terbaik kota B.


Shyne sangat bahagia dan tak ingin menyia-nyiakan momen terbaik mereka. Walaupun, sebenarnya Ead saat ini sedang memendam luka hatinya bersama segala kenangan masa lalunya. Semua ia hadapi seorang diri, dan hanya nenek Ze yang menjadi penguatan baginya.


Ead hanya menganggap semuanya adalah pekerjaanm, tak ada hal yang lebih istimewa, selain keluarganya sendiri, bahkan Nona Shyne ia anggap sebatas rekan kerja terbaik.


****


Hai, maaf baru sempat revisi judul😁


Maafkan atas ketidaksempurnaan novel ini🥺


Semoga kalian menyukainya🤗


Salam sehat selalu ya....💐

__ADS_1


__ADS_2