Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
S3: Duda ketemu Janda


__ADS_3

”Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 3”


Author by Natalie Ernison


•••


Setelah wafatnya Qiana, Edrick benar-benar hidup menduda seorang diri. Sudah beberapa tahun berlalu, Edrick masih dengan status durennya [duda keren].


Selepas itu pula, sang nenek juga tak lama setelah kematian Qiana, juga turut menyusul. Kini, Edrick hanya sebatang kara. Karirnya kian menanjak, Edrick bahkan memiliki perusahaannya sendiri, yang bergerak di bidang properti.


•••


Perusahaan E-Z Group.


Edrick kini menjadi seorang Chief Executive Officer [CEO]


”Selamat pagi, Tuan Ead,” sapa salah seorang sekretaris dari Edrick.


”Selamat pagi, Nona Bianca.” Balas Edrick, yang kini terlihat semakin tampan saja, dan juga jauh lebih berwibawa.


”Tuan, siang ini, kita akan mengadakan rapat penting dengan perusahaan Raw Group.”


”Raw Group, yang dipimpin oleh keluarga Raven Rowley?” tanya Ead memastikan.


”Benar sekali, tuan.” Ucap si sekretaris dari Ead.


Ead kembali teringat dengan kenangan masa lalu, ketika ia masih bersahabat dekat dengan Raven. Namun, semua menjadi tidak baik, semenjak kejadian beberapa tahun yang lalu. Persahabatan mereka menjadi tak sehangat dulu. Kini mereka akan dipertemukan kembali, akankah Raven sudah dapat menerima Ead sebagai sahabatnya lagi, ataukah sebaliknya?

__ADS_1


***


Perusahaan Raw Group.


Baru saja Ead melangkah menuju loby, perhatiannya kembali teralihkan oleh sosok wanita yang sudah sekian lama tak muncul di depan matanya.


Yah, siapa lagi, kalau bukan Mrs. Daisy, si janda cantik nan seksi itu. Kecantikan, keanggunan dari Mrs. Daisy seakan tidak luntur dimakan usia. Usianya memang tidak terlalu jauh dengan Ead. Karena Mrs. Daisy menikahi seorang duda beranak satu yang juga usianya tidak jauh darinya.


”Selamat datang, Tuan Edrick.” Sapa Mrs. Daisy dengan wajah tersenyum. Ead pun seketika itu juga kembali tersadar dari lamunan sesatnya.



”Getarannya masih tetap sama..” batin Ead.



”Silakan,” ucap Mrs. Daisy.


•••


Mereka pun melangkah menuju ruang rapat dilaksanakan. Sepanjang rapat berlangsung, Ead terus mencuri pandangan ke arah Mrs. Daisy.


Usai rapat, mereka disuguhkan makan siang bersama dan rapat akan berlanjut hingga sore harinya.


”Nyonya Daisy,” sapa Ead, dan tak ada lagi panggilan bibi di sana.


”Yah, Tuan Edrick?” balas Mrs. Daisy yang kala itu sedang menikmati teh hangatnya. Tak ada penolakan sedikit pun, Mrs. Daisy menyambut Ead dengan sangat hangat, tak seperti dulu.

__ADS_1


”Jika boleh tahu, kemana Raven? Apakah Nyonya yang menggantikan posisi utama perusahaan?”


”Raven pergi ke luar negeri untuk melanjutkan bisnis dan impiannya. Sementara perusahaan ini adalah warisan dari Tuan Adolf, mendiang suamiku. Jadi, Raven juga menyerahkan perusahaan ini sepenuhnya untukku. Jujur, aku tidak terlalu berharap banyak akan semua ini.” Ucap Mrs. Daisy.


”Lantas, apakah hubungan Nyinya bersama Raven baik-baik saja? Sungguh maaf, jika kejadian beberapa tahun lalu, membuat hubungan Nyonya dengan Raven menjadi renggang..”


Mrs. Daisy tertawa, tatkala mendengar ucapan dari Ead.


”Semua sudah menjadi masa lalu, dan tidak bisa dikembalikan lagi. Untuk hubungan kami, yah aku menjalani hidupku seorang diri, begitu pula dengan Raven. Karena mengingat kami hanyalah anak dan ibu sambung.. Yah, itu sangat wajar. Aku juga tidak menempati kediaman keluarga Rawley lagi, semenjak kepergian Raven.”


Mendengar pengakuan dari Mrs. Daisy, Ead merasa memiliki kesempatan lagi untuk mendekati Mrs. Daisy. Ternyata, terpisah selama bertahun-tahun, sungguh tidak membuat rasa cinta Ead menjadi luntur.


Tidak ada yang salah dengan perasaan mereka, mengingat keduanya sama-sama tidak memiliki pasangan. Lantas, jika memilih untuk kembali bersama, sungguh hal yang mungkin-mungkin saja terjadi, bukan?


•••


Perbincangan mereka pun berlanjut, ketika rapat selesai. Ead terlihat sangat antusias untuk mendengar kisah hidup dari Mrs. Daisy.


Akankah, Mrs. Daisy memiliki rasa yang sama terhadap Ead?


”Aku hanya sebagai manager di perusahaan ini. Pimpinan utama dan pemegang saham tetap milik keluarga Rawley.” Ucap Mrs. Daisy.


”Yah, tidak masalah. Setidaknya, Ravem tidak melupakan ibu sambungnya dan mandat dari mendiang paman Adolf.” Ucap Ead dengan wajah tersenyum.


Namun, seketika itu, raut wajah Mrs. Daisy berubah sendu, seakan ada banyak hal yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang.


Apakah, Raven benar-benar memerlakukan ibu sambungnya dengan baik dan sesuai dengan mandat dari mendiang ayahnya?

__ADS_1


Ataukah Raven mendepak ibu sambungnya dari sisi keluarga Rawley?


__ADS_2