
”Ketika BERONDONG Jatuh Cinta Season 3”
Author by Natalie Ernison
Di suatu siang, Daisy pergi ke sebuah supermarket untuk membeli kebutuhan mingguannya. Yah, meski tinggal seorang diri, Daisy tetap menjadi sosok ibu yang rajin seperti biasanya.
Ketika sedang berada di supermarket.
”Bukankah itu wanita yang malam itu bersama Edrick..” gumam Queen, yang kebetulan berada di lokasi yang sama dengan Daisy.
Diam-diam, Queen mengikuti langkah Daisy, dan tak dapat dipungkiri, rasa dengki bersarang di otak Queen terhadap Daisy. Meski Daisy tidak pernah merasa menyaingi siapapun.
Ehmmp.. ”Selalu berbelanja di sini juga?” tanya Queen, menyapa Daisy.
Daisy mendongak ke atas, kala itu ia sedang memilah bahan makanan di etalase bagian bawah.
”Ah, yah.. sedang berbelanja kebutuhan mingguan juga?” balas Daisy dengan wajah tersenyum.
”Yah, hanya kebetulan saja. Aku biasanya pergi Supermarket yang jauh lebih dari tempat ini.” Ketus Queen dengan ucapannya hanya terkesan meninggikan diri.
Daisy hanya tersenyum saja mendengar dan melihat sikap angkuh Queen.
”Sepertinya gadis ini memiliki sesuatu yang ia simpan di hatinya..” batin Daisy. Daisy cukup memahami pemikiran seorang gadis, seusia Queen, karena Daisy juga pernah melaluinya.
”Sudah berapa lama mengenal Edrick?” tanya Queen.
”Cukup lama, seusianya sejak masih berada di bangku kuliah.” Ucap Daisy sembari menatap Queen santai dan tersenyum lembut.
”Ohh.. berarti, kau sudah mengenal siapa mendiang istri dari Edrick, bukan?”
__ADS_1
Mendengar perihal Qiana, raut wajah Daisy seakan tidak senang, mengingat segala hal yang telah terjadi.
”Kenapa? Apakah kau merupakan rival dari adikku?” tanya Queen ketus.
”Tidak, kami berteman seperti biasanya.” Ucap Daisy, lalu berbalik untuk kembali fokus dengan tujuannya datang ke tempat itu.
”Apa kau menyukai adik iparku?” tanya Queen, seolah ia benar-benar keluarga bagi Edrick.
Walaupun selama ini ia tidak pernah peduli dengan Qiana, bahkan dengan kehidupan Qiana. Namun karena mengetahui sosok Edrick bukan pria sembarangan, Queen pun merasa tertarik dan tertantang.
”Mengapa kau harus bertanya sesuatu hal yang begitu pribadi, kepada orang yang bahkan belum kau kenal jauh? Kurasa, itu bukanlah sikap seorang gadis yang sopan.” Ketus Daisy. Lalu berlalu dari hadapan Queen.
Queen cukup meradang, atas ucapan ketus dari Daisy, namun Queen juga pantas menerima perlakuan seperti itu. Karena Queen sejak awal sudah tidak menunjukkan sikap yang sopan.
”Anak-anak zaman sekarang memang minim sopan santun..” batin Daisy.
***
Daisy merebahkan tubuh lelahnya di atas sofa, setelah sibuk berbelanja kebutuhan di akhir pekannya.
Drrtt...
”Selamat siang, Nona Daisy. Jika berkenan, sore ini aku ingin mengajakmu untuk menikmati senja hingga malam bersama. Segera balas, jika berkenan😘” Edrick.
Membaca isi pesan dari Edrick, membuat Daisy tersenyum sendiri.
”Dasar anak bodoh! Meski aku menolak pun, tentu kau tetap memohon padaku..” gumam Daisy, kemudian membalas pesan dari Edrick.
Tak hanya saling bertemu, mereka juga sering bertukar kabar melalui pesan dan panggilan selular.
__ADS_1
”Anak ini membuatku seolah kembali muda..” ucap Daisy.
Daisy kembali mengingat, bagaimana perlakuan dari ayahnya yang keras dan kasar padanya. Daisy tidak menikmati masa mudanya seperti anak gadis pada umumnya. Bahkan saat menikah, perkenalkan antara dirinya dan Mr. Adolf terkesan singkat. Daisy yang kurang mendapat perhatian serta sosok seorang ayah, tentu merasa sangat nyaman tatkala bertemu dengan Mr. Adolf, si duda super perhatian dan juga tampan.
***
Siang itu juga, Daisy pergi menuju pemakaman tempat Mr. Adolf di semayamkan. Jaraknya memang tidsklah dekat, dikarenakan saat ini, Daisy juga tinggal di kota B untuk memulai hidup barunya.
Pemakaman Kota A-B.
Diantara perbatasan kota A dan B. Disanalah Mr. Adolf disemayamkan.
Dengan membawa seikat bunga segar dan air kembang. Daisy berjiarah seorang diri, dengan mengenakan pakaian serba hitam dan kacamata hitam miliknya.
”Daddy, saat ini Edrick datang kembali ke kehidupanku, jujur aku mulai merasa nyaman dengannya.. sepertinya, aku mulai merasakan yang namanya menyukai seseorang.. dulu perkenalkan kita cukup singkat, bukan? Edrick anak yang baik, jadi, aku tidak cepat menerimanya... Kuharap, kau merestui hubungan kami, walau aku masih ragu pada pemuda itu ...” ucap Daisy dengan berlinang air mata.
Daisy masih sangat merindukan sosok Mr. Adolf, pria pertama yang begitu menyayanginya.
•••
Setelah selesai berjiarah, Daisy kembali ke kota B, dan karena jarak yang ditempuh cukup jauh, Daisy nyaris melupakan janjinya pada Edrick.
Yah, setibanya di kota B, situasi sudah mulai gelap.
Daisy bergegas menuju kediamannya, karena ia yakin Edrick sudah menanti sekian lama. Karena terburu-buru, Daisy tak sengaja hampir menubruk pengendara lain. Karena menghindari pengendara itu, mobil miliknya harus menubruk trotoar jalanan.
Ahk... Bersamaan dengan itu, Daisy sedang melakukan panggilan pada Edrick.
”Daisy! Daisy!” Teriak Edrick dari balik panggilan.
__ADS_1
Saat itu juga, ponsel milik Daisy kehabisan daya. Alhasil hal itu membuat Edrick begitu panik. Edrik pun bergegas menuju lokasi tempat Daisy mengalami kecelakaan, kan ada isi sempat mengatakan di mana lokasinya berada saat ini, sebelum panggilan mereka terputus.
***