Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
Aku tak akan memaksa


__ADS_3

Usia kejadian tak terduga di area parkiran malam itu, Daisy benar-benar mulai menjauhi Edrick terlebih lagi Daisy takut jika ayahnya mengetahui kejadian malam itu. Karena Mr. Lau tidak akan segan-segan untuk menyingkirkan Edrick secara halus, tak sulit dilakukan bagi seseorang yang memiliki pengaruh besar di pemerintahan.


”Tuan Band, untuk kejadian malam kemarin, kuharap Daddy tidak perlu mengetahuinya hal itu.” Ucap Daisy, ketika Band datang berkunjung ke perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Daisy. Daisy yang sudah menjadi nyonya CEO muda.


”Tidak perlu mencemaskan hal itu, dan aku juga minta maaf pada Nona Daisy. Karena tidak seharusnya aku ikut campur ke dalam masalah kalian. Hanya saja, aku tidak tahan jika harus melihat sikap maupun tindakan kasar pada seorang wanita.” Ucap Band dengan tulus.


”Apakah ada kisah dibalik semua itu?” tanya Daisy ingin tahu. Wajah Band tiba-tiba berubah sendu, ketika Daisy menanyakan hal itu.


”Ayahku pernah memukul ibuku, tepat di hadapanku dan saudaraku. Saat itu, ibuku langsung dilarikan ke rumah sakit, karena kondisi ibuku tidak stabil. Ibuku mengalami trauma berat hingga sempat depresi, disitu ayahku sangat menyesal atas perbuatannya. Hanya saja, pasca kejadian itu, keluarga kami sempat goyah, ibuku menjadi dingin bahkan kami pun terkena efeknya. Bagiku, hal itu sangat menyakitkan, dimana aku sebagai anak laki-laki masih kecil tak berdaya..--” ucap Band, terlihat piku tatkala harus mengingat kembali kisah kelam keluarganya.


”Tuan Band, maafkan aku, aku tidak bermaksud..” sesal Daisy, karena harus membuka luka lama keluarga Sowyer.


”Its Ok. Itu hanya masa lalu, dan nona Daisy tidak perlu merasa bersalah. Aku pun bertekad, tidak akan membiarkan wanita manapun mendapatkan perlakuan tidak adil seperti itu, hanya karena wanita lebih lemah dari pria dari segi kekuatan, menurut pemikiran orang-orang. Terlebih lagi, orang-orang yang kukasihi, aku tidak akan membiarkan mereka terluka..” Ucap Band, yang cukup menggugah perasaan Daisy.


Mengingat, Daisy kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari ayahnya, Mr. Lau.


”Wanita yang mendapatkanmu sangat beruntung, tuan Band..” Ucap Daisy tiba-tiba, dan secara tidak sadar seolah mengarah ke dirinya.


”Aku pun berharap seperti itu, Nona Daisy..” balas Band, dan tersenyum tulus pada Daisy.


•••

__ADS_1


Setelah perbincangan mendalam itu, Daisy kembali bekerja seperti biasanya dan tiba-tiba Edrick datang berkunjung ke perusahaan yang saat ini dipimpin oleh Daisy.


Knock...Knock...Knock...


”Permisi, Nona Daisy, ada tamu mencari Nona.” Ucap Dave, si asisten tampan Daisy.


”Who's that?” balas Daisy, kemudian sejenak menghentikan pekerjaannya.


”Sepertinya CEO dari perusahaan Pusat Kota, yang bernama Tuan Edrick.”


”What? Ah, persilakan saja dia masuk.”


Edrick pun masuk, dan sudah menyadari tindakan Daisy sebelum ia masuk. Edrick pun tersenyum tipis, lalu mendekati Daisy, dan memeluk Daisy tanpa ba-bi-bu.


”What are you doing?” Pekik Daisy lalu melepaskan diri dari pelukan Edrick.


”Aku minta maaf, sungguh aku pria bodoh karena tidak mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu. Aku bertindak terburu-buru dan gegabah, sehingga membuatmu takut dan membenciku.. Daisy, kau boleh marah dan melampiaskan amarahmu padaku sesuka hati, tapi tolong jangan membenciku..” Ucap Edrick sembari berlutut di hadapan Daisy.


Kedua mata Edrick berkaca-kaca memerah penuh dengan penyesalan di sana.


”Sudahlah, lupakan saja, semua sudah berlalu,” balas Daisy, lagi-lagi perasaan Daisy dibuat kalut, ketika menghadapi pria berondongnya satu ini.

__ADS_1


Edrick sudah terlanjur tergila-gila pada Daisy, dan sosok keibuan Daisy, tentu Edrick akan semakin gila jika Daisy sampai membencinya.


”Katakan padaku, kau tidak menyukai pria bernama Band Sowyer itu.” Edrick melangkah mendekati Daisy, dengan tatapan menginginkan, bagaikan singa kelaparan, bulu kuduk Daisy dibuat merinding ngeri.


”Edrick bukan lagi anak laki-laki biasa, dia sudah pernah menikah dan merasakan surga dunia, sekalipun itu atas dasar kecelakaan ketika masih bersama mendiang Qiana.. hanya saja, hasrat yang sudah pernah tersalurkan itu cukup berbahaya, jika terlalu lama dipendam..” batin, Daisy.


Daisy yang seorang janda muda, tentu paham betul dengan situasi biologis seseorang yang sudah pernah menikah.


”Daisy, aku tahu kau juga menyukaiku, bukan? Meski, aku belum tahu, apakah kau sudah mulai mencintaiku juga..” ucap Edrick penuh keyakinan hati.


Daisy terus mundur dari hadapan Edrick, ”tolong jaga sikapmu, Edrick,, kita sedang berada di kantor.


Edrick tersenyum tipis, ”aku tidak seperti yang ada di pikiranmu, Daisy. Aku masih memiliki akal sehat. Akhir pekan ini aku ingin bertemu denganmu. Sebenarnya aku ingin menemuimu ke mansion kediaman keluargamu, hanya saja itu akan menimbulkan dampak buruk untukmu. Jadi, beritahu aku bagaimana aku harus bertindak?”


”Akan kupikirkan lagi. Namun, kumohon berhentilah terlalu menaruh harapan padaku. Aku tidak bisa menentang ayahku terus menerus. Kumohon dengan sangat untuk kau dapat mengerti..” ucap Daisy dengan berbalik badan.


”Baiklah, aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku tidak akan memaksamu lagi. Aku akan menjaga jarak denganmu, hingga kau sudah mampu mengendalikan keadaan di dalam keluargamu, dan juga aku tidak sabar menanti perasaanmu dapat menyambutku..” Ucap Edrick dengan hati pilu, kemudian pergi dengan rasa kecewa mendalam dihatinya.


Daisy mengepal kedua tangannya dan memukul meja kerja miliknya.


”Bodoh! Aku sangat bodoh.. aku sampai tidak bisa memastikan perasaanku yang sebenarnya.. ini sangat memuakkan!” Keluh Daisy, kemudian tertunduk di meja kerja miliknya.

__ADS_1


__ADS_2