
“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”
Author by Natalie Ernison
~ ~ ~
Semenjak pergi ke Negara B, Eadrick fokus dengan karirnya. Selama berada di perusahaan teknologi, Eadrick kerap kali dipertemukan dengan wanita-wanita karir. Namun, tak ada satupun yang menarik hatinya.
***
Beberapa waktu ini, Ead selalu didampingi oleh seorang wanita muda, yang ialah juniornya sendiri. Wanita muda itu sepertinya mulai mengagumi bahkan menyukai sosok Ead. Seorang wanita lugu dan juga pekerja keras, berhati baik dan lembut.
Perusahaan BX
Shyne, wanita muda yang selalu ada kemanapun Ead pergi dinas keluar. Shyne yang selalu ditugaskan untuk menjadi tangan kanan bagi Ead.
Shyne selalu fokus dengan pekerjaannya, dan semua ia lakukan demi keluarganya. Meskipun ia memiliki seorang kakak lelaki, namun ia tidak pernah lupa dengan tanggung jawab bersama mereka.
Ead melangkah pergi menuju ruangan kerja Shyne, yang berada di samping ruangan kerja miliknya. Namun, Shyne bergabung dengan group kerjanya dalam satu ruangan kerja miliknya.
“Selamat pagi, Nona Shyne tolong ke ruanganku!” Ucap Ead yang berdiri di tengah lorong ruangan kerja mereka.
Semua mata tertuju pada Shyne, ada tatapan yang tidak senang dan penuh iri.
“Baik, senior.” Ucap Shyne canggung, lalu segera menuju ruangan kerja milik Ead.
Shyne berusaha untuk mengatur napasnya, sehingga tidak terlihat ada rasa canggung padanya. Mengetuk pintu dan menyapa sang seniornya, yang selalu terlihat gagah dan tampan.
“Selamat pagi, senior. Ada yang bisa kubantu?” Tanya Shyne tersenyum lembut.
“Kemarilah!” Panggil Ead, Shyne pun melangkah ke arahnya.
Saat Ead sedang berbicara, sembari menjelaskan juga memperlihatkan kegiatan mereka selama beberapa pecan ke depan. Fokus Shyne benar-benar hilang, saat menghirup aroma napas juga wangi parfum Ead yang begitu khas.
“Pantas saja wanita-wanita di kantor ini begitu tergila-gila pada senior..” Shyne berusaha untuk tetap fokus dengan penjelasan dari Ead.
“Jadi, beberapa hari ke depan, kita akan pergi ke sebuah acara penting. Perusahaan akan mengadakan meeting dalam beberapa hari, untuk membicarakan perkembangan perusahaan. Aku ingin kau pergi bersamaku.”
“Baik, senior.” Jawab Shyne dengan ekspresi wajah sedikit merona.
Ead sangat menyadarinya, karena sedikit banyak Ead mulai mempelajari bagaimana wanita.
Tak ada satupun yang tahu, jika Ead sudah pernah menikah bahkan sempat memiliki seorang anak. Namun, sekalipun hal itu diketahui, sungguh bukan menjadi masalah yang terlalu besar bagi mereka. Karena, Ead yang terlihat masih sangat muda, gagah dan juga mulai mapan secara pinansialnya.
Shyne kembali bekerja, dan mempersiapkan segala kebutuhan mereka selama menjalankan meeting beberapa hari ke depan.
Jika memiliki waktu kosong, Shyne selalu megeluarkan buku gambar mini miliknya, dan mulai melukis sosok pria yang selama ini ia dambakan.
***
Sudah berhari-hari lamanya, Ead bersama dengan Shyne menghadiri meeting penting dengan para klien perusahaan.
__ADS_1
Hingga tibalah di acara puncak mereka, yaitu acara penutupan yang di luar kota. Tepatnya di sebuah pulau yang cukup indah, Shyne pun turut serta dalam acara penutupan tersebut. Membawa barang seperlunya, karena hanya berlangsung selama tiga hari dua malam. Segala acara sudah tersusun rapi dan mereka hanya menikmati acara tersebut.
Pulau B
Di sebuah Villa yang cukup mewah, tepatnya di area pulau B.
Pada malam pertama mereka berada di pulau B, acara pun berlangsung dengan cukup meriah. Semua di ajak untuk menjelajahi area Villa yang cukup luas itu. Mereka hanya membawa tongkat, juga senter sebagai cahaya penerang.
Sungguh suatu yang kebetulan, Shyne satu kelompok dengan Ead. Rasa senang menyelimuti hatinya, walau ia pun harus menjaga sikapnya agar tetap sopan dan beretika.
“Kau memiliki adik yang sangat lucu.” Ucap Ead secara tiba-tiba, sembari berjalan di samping Shyne.
“Ah, yah senior. Dia adalah adik bungsuku dan sangat dekat denganku.” Jawab Shyne girang, ia sangat senang saat membicarakan adik lelakinya.
“Benarkah? Sepertinya, kau adalah seorang kakak perempuan yang penyayang pada adik.” Ucap Ead dengan tersenyum.
Shyne tak mampu membendung rasa bahagianya atas pujian dari sang seniornya.
“Banyak yang berkata seperti itu, namun aku pun tidak tahu bagaimana orang lain menilainya.”
“Jika lebih dari satu orang berkata, maka hal itu benar adanya.”
“Yah mungkin saja. Karena semenjak ibu pergi, Sem sangat dekat denganku. Sem masih sangat membutuhkan kehadiran seorang ibu.”
“Apakah ayahmu tidak menikah lagi?”
“Tentu saja tidak senior. Semenjak ibu pergi saat melahirkan Sem, ayah mendadak lumpuh, mungkin karena terlalu sedih atas kepergian ibuku.”
“Yah, senior. Itulah yang membuatku harus mendidik adikku dengan sabar.”
Berbincang-bincang sepanjang perjalanan, tanpa disadari perjalanan merekapun berakhir di sebuah garis akhir.
Usai menjelajah, semua dianjurkan untuk membersihkan diri, lalu kembali untuk menikmati api unggun bersama.
~ ~ ~
Saat sedang menikmati api unggun, Shyne terlihat tersenyum lepas saat sedang bercanda gurau dengan para rekan kerja lainnya. Sedangkan Ead masih berbincang-bincang dengan salah seorang atasannya. Seperti karakternya yang cukup pendiam dan serius. Ead hanya terlibat dalam perbincangan serius, dan sesekali ia memperhatikan Shyne.
Memandangi Shyne, dan mulai menerka tentang kepribadian Shyne. Namun, karena belum lama saling mengenal, Ead belum mampu membaca kepribadian Shyne.
Keesokan harinya, adalah hari kedua mereka berada di pulau B.
Mereka kembali mengadakan permainan bersama, dan kembali lagi menjelajah area pulau tersebut.
Tak jauh dari area Villa, terdapat sebuah sungai mengalir nan jernih juga terdapat air terjun di sana. Banyak rekan-rekan kerja mereka yang mandi, bahkan ada yang hanya menikmati keindahan air terjun.
Di sisi sungai, di area bebatuan. Shyne duduk dengan sebuah buku gambar mini miliknya. Diam-diam, Shyne melukis seorang pria sedang berdiri di sebuah sungai yang terdapat air terjun mengalir. Lukisannya hampi saja selesai, seseorang mengejutkannya, dan membuat Shyne tidak fokus lagi untuk tetap melukis.
“Nona Shyne, sudah saatnya kita kembali!” Ucap salah seorang rekan kerja lelakinya.
Ead masih berada di sungai, namun Shyne tidak dapat lagi menolak ajakan rekan kerjanya, dan akhirnya menurutinya untuk pergi bersama.
__ADS_1
***
Malam puncak acara, semua bergabung dengan kelompok masing-masing. Saling evaluasi kinerja bahkan kepribadian masing-masing dari mereka. Acara yang cukup menari bagi seluruh pegawai bahkan para klien yang turut serta di dalam sebuah acara.
Tak terasa, hari ke tiga berada di sana, mereka pun harus kembali ke tempat masing-masing dan acara pun selesai sudah. Saatnya bagi mereka semua untuk kembali dari kegiatan dan bekerja.
Salah seorang dari klien kerja Ead tertarik dengan sosok Shyne, bahkan menitipkan salamnya pada Shyne. Ia juga ingin, agar Ead lebih mendekarkannya pada Shyne, sang junior Ead.
Hal itu, baru Ead sampaikan saat mereka sudah berada di kota B. respon dari Shyne pun terlihat biasa saja, seakan tidak tertarik.
***
Kota B
“Sepertinya, dia menyukaimu Nona Shyne.” Ucap Ead dengan tersenyum pada Shyne. Shyne tidak suka dengan topic mereka, dan segera mengabaikan percakapan.
“Ah, ia senior. Sepertinya, aku akan langsung kembali pulang.” Balas Shyne, tanpa membalas topic awal mereka.
“Baiklah, aku aku akan mengantarkanmu pulang.”
Keduanya pun pergi menuju kediaman Shyne, Ead mengantarkannya hingga tiba di kediaman mereka. Sama-sama kelelahan dan ingin segera beristirahat secepatnya.
Namun, setelah tiba di kediaman Shyne.
Semua orang terlihat tidak berada di tempat, Shyne baru membuka pesan di ponselnya, bahwa seluruh keluargannya sedang pergi ke suatu tempat untuk bersantai sejenak.
***
“Kediaman Keluarga Shyne”
Pada saat yang sama, Ead sangat ingin pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil. Ia pun meminta ijin Shyne untuk turut masuk ke dalam rumah kediaman keluarga Shyne.
“Nona Shyne, sepertinya aku ingin ke kamar mandi.” Ucap Ead yang terlihat sedang menahan kencingnya.
“Silakan senior.” Jawab Shyne dan pergi ke dapur untuk menyiapkan teh hangat untuk mereka berdua.
Baru saja kembali, lalu duduk di kursi yang berada di ruang tamu. Ead terlihat memucat dan menahan nyeri di area perutnya.
“Senior, apakah senior baik-baik saja?” Tanya Shyne cemas.
“Kurasa aku tidak baik-baik saja. Perutku sangat nyeri..” ucap Ead dengan ekspresi kesakitan.
Melihat Ead seperti itu, Shyne bergegas untuk mengambil beberapa jenis obat yang tersedia. Namun, Shyne baru tersadar, jika mereka belum mengisi perut sejak kepergian mereka dari pulau, siang lalu.
Ia pun berinisiatif untuk membuat roti panggang, buah seadanya, dan air mineral. Memberikannya pada Ead makanan yang telah ia siapkan. Ead bahkan tidak menolak, dan lansung menikmati makanan buatan Shyne.
Kepedulian dan kecekatan Shyne telah membuat satu pria yang cukup kerasa hati terlihat senang. Ead menghabiskan makanan yang telah Shyne buat baginya. Tiba-tiba saja, ia teringat akan sosok wanita keibuan yang salama ini mampu membuat jatuh cinta hingga terlalu cinta.
Melihat Shyne yang sangat peduli berhati lembut, akankah Edrick akan mampu melupakan semua kisah perih dimasa lalunya, ataukah Edrick tetao memilih untuk tetap sendiri..
****
__ADS_1