Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta
Hanya membutuh kepastian


__ADS_3

Ditengah rasa gundah yang saat ini sedang Edrick rasakan, muncullah Queen yang kala itu memang berada di perusahaan yang saat ini Edrick kelola.


”Perusahaan Ed Group”


”Apakah hari ini suasana hati tuan Edrick sedang tidak bagus?” tanya Queen, dengan tatapan menggoda dan berusaha untuk membuat Edrick memandang dirinya.


”Apakah kakak ipar sangat suka ikut campur urusan orang lain? Bukankah, masih banyak pekerjaan yang harus kakak ipar kerjakan, sebagai seorang sekretaris penting?” ketus Edrick dengan tatapan tidak senang, ia tahu bahwa Queen sedang berusaha untuk mendekatinya.


”Wah, sejak kapan kau menganggap ku sebagai kakak ipar?” balas Queen canggung, tatkala menerima balasan sikap dingin dari Edrick.


”Ah ya, beberapa hari yang lalu aku melihat Daisy bersama seorang pria, dan pria itu seorang pengusaha yang cukup ternama.. aku salut dengan prestasi Daisy dalam menggait para pria sukses.. untung saja, kau tidak terjerumus dalam perangkapnya..” ucap Queen yang masih saja berusaha untuk memprovokasi Edrick.


”Aku harus kembali bekerja, karena tugasku tidak sekadar mendengar omong kosong, kakak ipar.” Ketus Edrick dengan tidak memedulikan Queen.


”Edrick, terima kasih karena kau telah mengganggap aku sebagai kakak iparmu. Tapi, apakah seperti sikap seorang adik ipar?” ucap Queen penuh kekesalan.


Namun Edrick tetap melanjutkan langkahnya, dan meninggalkan Queen di sana.


Ahk.. ”Sialan kau Edrick, sebegitu besarnya harga dirimu, lihat saja nanti kau akan memohon padaku!” gumam Queen yang masih sangat kesal.


***


”Kediaman Keluarga Smitth”


Queen datang ke kediaman keluarganya, yaitu keluarga Smitth.

__ADS_1


”Akhirnya kau datang juga kemari, setelah sekian lama kau berada di kota ini.” Ucap Mr. Smitth.


”Mengapa, apakah daddy mulai merindukan aku?” balas Queen.


Mr. Smitth pun tertawa lepas, ”kau sama saja seperti mendiang ibumu, sangat keras kepala. Bersikap seolah mampu melakukan segala hal seorang diri, namun nyatanya tetap saja membutuhkanku.” Ketus Mr. Smitth.


”Aku tidak menyangka, jika Daddy masih sama seperti dulu.. bahkan setelah mommy meninggal, daddy masih saja suka mengungkit masalah masa lalu..”


”Apa yang Daddy katakan semuanya benar, bukan? Dulu Daddy memintamu untuk tinggal bersama, namun dengan segala sikap egoismu, kau memilih jalanmu sendiri. Lantas, hal apa lagi yang kau ingin lakukan sekarang?” ucap Mr. Smith dengan menaikan nada bicaranya.


”Pantas saja Qiana cepat mati, karena berada di lingkungan keluarga yang toxic seperti ini!” Ketus Queen.


”Queen Smitth!”


Plak!!


”Aku tinggal bersama grandma, dan hanya grandma lah yang mengurusku. Jika saja aku bersama keluarga ini, mungkin saja aku akan berakhir sama seperti Qiana..”


”Cukup Queen! Kau bicara seolah kau memilih power, huh! Apa kau tahu, selama hidupmu, Daddy lah yang membiayai kehidupan kalian bersama ibu.. jika bukan karena daddy, lantas kalian bisa apa!”


Mendengar hal itu, Queen terlihat sangat kecewa dan berlalu pergi.


Mr. Smitth ialah tipe pria yang cukup egois, sehingga pernikahan pertama bersama mendiang ibu Queen pun harus gagal karena sikap egoisnya. Hanya saja, Mr. Semitth tidak bersedia untuk mengakui hal tersebut.


Kehidupan Queen memang berbeda, ketika kegagalan rumah tanggal mendiang ibu dan ayahnya. Melihat kehidupan mewah dari Qiana, adik perempuannya, sungguh perasaan Queen dilanda dengan rasa cemburu.

__ADS_1


***


Mansion Kediaman Keluarga Lauranzo.


Tanpa diduga-duga, Edrick nekat untuk datang berkunjung ke kediaman keluarga Laurenzo.


”Silakan duduk, tuan Edrick.” Ucap Mrs. Lau, ini sambung dari Daisy.


Mrs. Lau merupakan sosok ibu sambung yang baik, dan berusaha untuk bersikap netral. Hal itulah yang membuat Daisy mampu menjadi sosok ibu sambung yang baik di keluarga Rawley.


”Bibi, maaf jika kedatanganku mengganggu waktu bibi.” Ucap Edrick dengan berbagai buah tangan yang ia bawa ke sana.


”Tidak masalah, lagipula bibi sepanjang hari berada di mansion. Tidak seperti paman Lau Daisy dan adik laki-laki Daisy. Mereka sepanjang hari sangat sibuk.” Ucap Mrs. Lau ramah.


”Bibi, sebenarnya kedatanganku ialah untuk menemui Daisy. Karena di kantor, Daisy sangat sulit untuk dapat kutemui, terlebih ketika paman Lau sudah mengetahui, jika aku pernah berkunjung ke sana.”


”Suamiku memang tipe pria yang memiliki pendirian teguh dengan prinsipnya. Aku sebagai seorang istri berusaha untuk mengimbanginya, namun semua yang dilakukan beliau ialah karena rasa sayang terhadap keluarga ini. Sungguh maaf, jika akhirnya hubunganmu bersama Daisy menjadi sangat sulit..” ucap Mrs. Lau.


”Yah, bibi. Namun, aku hanya ingin memastikan perasaan Daisy terhadapku. Karena hingga saat ini, aku masih belum mendapatkan jawaban yang pasti..”


”Masa depanmu juga masih cerah, tuan Edrick.. jangan terlalu mengharapkan sesuatu yang belum tentu dapat kau pastikan.”


”Ya, bibi. Akhir-akhir ini aku mulai menyadari, bahwa perasaan tidak dapat dipaksakan. Bagiku, jika memang Daisy tidak menginginkanku, maka aku akan benar-benar pergi menjauh dari kehidupan Daisy. Namun, jika Daisy nyatanya juga menginginkan aku, maka aku akan terus memperjuangkannya.” Ucap Edrick


Wajar saja Edrick sedikit bimbang, karena Daisy masih belum memberikan kepastian tentang perasaannya pada Edrick. Karena Edrick pun masih muda, tampan, juga mapan. Tidak sulit bagi Edrick untuk mendapatkan seorang wanita manapun ia mau.

__ADS_1


***


__ADS_2