Ketika Istriku Menyerah

Ketika Istriku Menyerah
Tidak Akan Sama


__ADS_3

Dua orang yang enggan bicara dalam mobil, melaju menuju gedung apartemen tempat mereka tinggal. Rain mencengkram setirnya berusaha tersenyum memulai pembicaraan. Tapi tanpa diduga wanita itu menoleh menatapnya.


"Rain...aku..." kata-kata Krisan disela.


"Kita tetap sepasang kekasih, tidak peduli kamu menemui pria lain. Aku mencintaimu..." ucapnya, mengepalkan tangannya, dengan air mata yang tertahan.


Krisan terdiam, tidak menjawab, menatap ramainya hiruk-pikuk orang-orang diluar sana yang menikmati suasana malam. Pacaran? Apa dirinya akan kembali menapaki jalan yang sama. Jalan yang begitu menyakitkan ketika waktu belum terulang.


Hingga gedung apartemen mulai terlihat, dua orang yang melangkah menaiki lift. Tidak ada pembicaraan antara mereka.


Ting...


Pintu lift terbuka, kedua orang itu berjalan keluar, namun sejenak langkahnya terhenti, Krisan tertegun diam. Dara ada disana, di depan apartemen milik Rain, dirinya melangkah mundur,"Aku harus membeli sesuatu..." ucapnya.


Rain menghela napas kasar, setidaknya rencananya mendekati Krisan tidak hancur. Krisan mencintainya, itu sudah cukup untuknya. Hingga terdengar suara panggilan...


"Rain..." suara yang dikenalnya terdengar. Dara berdiri disana tersenyum menyambut kedatangannya.


"Kenapa kamu kemari?" tanyanya menekan kode akses apartemen miliknya.


"Aku dari PT Jayantara, ingin mengajukan proposal tentang kerjasama bisnis. Bisa kita bicara di dalam sambil minum?" tanyanya, memperlihatkan paperbag yang berisikan sebotol anggur.


Rain menghela napas kasar, map itu diliriknya."Masuklah..." ucapnya.


Tidak menyadari, Krisan belum turun ke lantai satu. Melihat semuanya, wanita itu memasuki apartemen milik Rain. Air matanya mengalir, memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.


Sejak kapan dirinya mencintai Rain? Entahlah, perasaan cinta yang begitu menyakitkan. Bagaikan deru air hujan yang mulai turun, langkahnya gontai, tangan yang gemetar menekan kode akses memasuki apartemen miliknya sendiri.


Sela duduk menonton TV mengganti chanel beberapa kali. Tidak memukan acara yang menarik. Hingga Krisan yang meminum air putih dengan mata yang sembab diliriknya.


"Kamu kenapa? Perlu teman bicara?" tanyanya yang kebosanan ditinggalkan dalam apartemen. Berlari mendekati Krisan.

__ADS_1


Wanita itu menghela napas kasar, "Aku ingin minta pendapatmu, kamu pernah mendengar tentang istilah reinkarnasi atau kembali ke masa lalu?" tanyanya.


"Tidak, mana ada istilah seperti itu. Itu seperti menyakini adanya hantu atau alien," jawab Sela tertawa.


Krisan menghela napas berusaha bersabar, berusaha menjelaskan situasi tidak logis yang dialaminya,"Aku mengalaminya..."


Kata-katanya tiba-tiba disela oleh Sela yang menatap aneh,"Kamu tidak gila kan?"


"Aku masih waras, entah itu mimpi, atau aku benar-benar kembali ke masa SMU," ucapnya mulai duduk di kursi meja makan, diikuti Sela yang mendengarkannya dengan serius.


"Ada kehidupan lain yang aku jalani. Menyatakan cinta pada Rain di hari kelulusan, berkorban tidak melanjutkan kuliah mencari gelar diploma agar dia dapat mencari gelar S1. Membeli rumah kecil dengan uang tabungan kami, menikah dengannya," setetes air matanya mengalir, bersamaan dengan Sela yang memberikan tissue padanya.


"Akhirnya aku hamil bersamaan dengan diangkatnya Rain menjadi manager. Namun, ada saatnya aku menghubungi phoncell milik Rain, anak pemilik perusahaan tempatnya bekerja yang menjawab, mengatakan Rain akan menceraikanku. Dan dia juga tengah mengandung anaknya,"


"Akhirnya aku menulis surat untuk Rain, pergi meninggalkan rumah. Mengalami kecelakaan fatal, aku dan anak dalam kandunganku meninggal dalam kecelakaan. Hal yang terjadi setelahnya? Tiba-tiba aku kembali ke masa SMU, saat belum menyatakan perasaan pada Rain. Aneh bukan? Awalnya aku juga bingung, seharusnya aku sudah mati. Tapi tiba-tiba mengulangi waktu kembali ke 10 tahun lalu," Krisan meraih tissue lagi mengeluarkan ingusnya.


"Jalan yang berbeda aku ambil, tidak pernah menyatakan perasaan pada Rain. Dia juga mulai bersikap aneh, mungkin karena jalannya waktu telah jauh berubah. Dia mengambil beasiswa ke luar negeri, keputusan yang berbeda diambilnya sebelum aku mengulangi waktu," lanjutnya.


Sela mengenyitkan keningnya tidak percaya, ingin membuktikan kata-kata Krisan,"Kalau begitu aku rencananya akan bergabung menjadi traider salah satu aplikasi. Apa benar-benar menguntungkan?"


Krisan menggeleng, "Sebelum waktu terulang, ada banyak judi online berkedok investasi online. Beberapa orang ditangkap kepolisian," jawabnya.


Sela membulatkan matanya terkejut, dengan pengujiannya,"Kamu benar! Aku sudah ikut dua bulan lalu dan hasilnya lost 25 juta, ingin lapor kepolisian tapi mereka dari kalangan atas, aku bisa dituntut balik atas pencemaran nama baik,"


"Orang-orang itu akan ditangkap kepolisian setelah sempat viral," ucap Krisan menghapus air matanya.


Sela lagi-lagi menghela napasnya,"Aku akan mencoba mempercayai ceritamu yang tidak masuk akal. Seperti mempercayai adanya hantu dan alien,"


"Jadi kamu sudah melintasi waktu mundur ke masa lalu, dari yang seharusnya menjadi ibu rumah tangga, kini menjadi wanita karier. Jadi apa tujuanmu sekarang?" lanjutnya, meminum segelas air dingin milik Krisan.


"Aku ingin anakku kembali hidup, seperti aku yang kembali hidup. Kemudian menemukan ayah yang baik untuknya, tidak ingin berhubungan atau mengenal Rain lagi..." jawabnya menghela napas kasar, dengan rasa sesak menghujam dadanya.

__ADS_1


"Teori dari mana anakmu akan kembali hidup, jika kamu menikahi pria lain?" tanya Sela yang berfikiran sedikit lebih logis.


"Maksudnya?" Krisan mengenyitkan keningnya tidak mengerti.


"Begini, secara teori anak yang meninggal bersama denganmu berasal dari sel telurmu dan sp*m* Rain. Jika kamu menikah dengan pria lain, maka anak dalam kandunganmu sebelum waktu terulang tidak memiliki kesempatan hidup kembali. Kalaupun kamu hamil dengan pria lain, anak lain juga yang terlahir. Bukan anak yang mati bersamamu," jelasnya, memberikan teori.


"Ja... jadi agar anakku bisa hidup kembali, sama seperti aku yang hidup kembali, aku harus berhubungan layaknya suami-istri dengannya?" tanya Krisan kembali.


Sela memijit pelipisnya sendiri,"Begini, ini karena aku temanmu, aku akan mempercayai cerita gilamu. Sebelum kamu melintasi waktu ke masa lalu, kalian melakukannya sekali, kemudian langsung hamil?" tanyanya.


Krisan menggeleng, "Kami melakukannya hampir tiap malam, selama berbulan-bulan," jawabnya polos.


"Kesimpulannya, jika ingin menebus kesalahanmu sebelum waktu terulang, karena sudah menyebabkan kematian anak dalam perutmu. Kemudian membuatnya hidup kembali, hanya ada satu cara. Ulangi takdir yang sama, menikahlah dengan Rain, beri kesempatan anak kalian untuk tetap hidup," saran dari Sela.


"Tapi jika mengulangi takdir yang sama maka anak kami akan tetap berakhir mati denganku. Lagipula tidak perlu menikah, hanya memaksanya berhubungan sudah cu..." kata-kata Krisan terpotong.


"Memaksanya berhubungan setiap hari tanpa adanya ikatan? Pria mana yang bersedia, nikahi dia!! Ambil bibitnya!! Hal yang terjadi setelahnya, tergantung padamu. Mencegahnya berselingkuh, atau berakhir bercerai sebelum kematian menghampirimu dan anakmu..." ucapnya memberikan saran berdasarkan logikanya.


Krisan mengepalkan tangannya, jika ini satu-satunya cara menghapus penyesalannya, menghidupkan putranya kembali akan dilakukannya."Aku pergi sebentar!!" ucapnya tidak ingin Dara yang berakhir menikahi Rain.


"Tunggu!! Kamu punya bukti lain, kamu dulu pernah melintasi waktu!?" tanya Sela masih penasaran.


"Salah satu kantor kepolisian akan diserang orang-orang bersenjata sore ini. Menyandra beberapa orang warga sipil!!" jawab Krisan, menutup pintu apartemen.


"Tidak mungkin..." Sela kembali tertawa, hingga dirinya, berlari duduk di depan TV mencari chanel berita.


Beberapa jam dirinya duduk menonton TV tidak ada berita serangan orang-orang bersenjata. Hingga tangannya hendak meraih remote mencari chanel hiburan. Sebuah berita terdengar, salah satu kantor kepolisian diserang gerombolan orang-orang bersenjata, yang menyandra warga sipil.


Tangan Sela gemetar tertegun diam sejenak,"Lain kali aku harus meminta nomor togel dari Krisan..."


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2