Ketika Istriku Menyerah

Ketika Istriku Menyerah
Emosi


__ADS_3

Tidak menyadari kala waktu berubah, kala itulah mata-mata orang-orang yang ingin mencintai dan melindungi mereka terlihat. Kala itu juga mata-mata dari orang-orang yang iri membenci, menatap penuh kedengkian bertambah.


Sakha menghela napas kasar, berusaha tersenyum. Mungkin ikut bahagia entah mengapa menatap pasangan yang terlihat bahagia. Dua pasang mata juga hadir disana, tanpa mendapatkan undangan. Robert dan Jacob, mengetahui pernikahan seorang pengusaha dengan seorang gadis bernama Krisan. Wajah yang mereka perhatikan baik-baik bahkan gerak geriknya tidak luput dari pengamatan mereka.


Memiliki contoh DNA? Memang, saat kecelakaan pesawat terjadi Krisan kecil pernah ikut memberikan sampel rambut dan darahnya. Karena ada beberapa serpihan mayat yang ditemukan. Namun, tidak ada kecocokan, mayat orang tuanya benar-benar sudah hancur tidak dapat ditemukan.


Sampel rambut dan darah Krisan kecil yang masih tersimpan itulah yang akan menjadi senjata pembuktian terakhir dari Jacob dan Robert nantinya.


Orang-orang yang seharusnya tidak memiliki harapan lagi, saat waktu belum terulang, Sakha meninggal akibat bunuh diri. Sedangkan Jacob dan Robert kembali ke luar negeri dengan penuh rasa bersalah setelah, keluarga Santoso memberi harapan kosong berkali-kali dengan membawa gadis lain berpura-pura menjadi Krisan. Mereka akhirnya mengetahui Krisan yang asli telah meninggal. Setelah dua tahun pencarian. Menyalahkan keluarga Santoso juga tidak ada gunanya. Seharusnya Jacob membawa Krisan ke luar negeri saat kematian Zoya, itulah yang disesalinya.


Namun, waktu telah terulang tidak ada yang menyadari. Wajah-wajah penuh rasa iri, dengki juga tercipta.


Dari orang-orang yang hadir, Santoso menatap wajah mempelai wanita tanpa henti. Memiliki nama yang sama, berasal dari panti asuhan yang sama itulah Krisan. "Dia menikah?" gumamnya, dapat menghancurkan pengusaha bernama Rain. Pengusaha muda yang memiliki kekayaan sebanyak dirinya.


Jemari tangan mengepal wajahnya tersenyum, wajah nona muda yang cantik, dengan makeup tipis ditatapnya dari jauh,"Willy pantas mendapatkan yang terbaik, dari pada pengusaha muda yang belum matang," gumamannya.


Suara tawa seorang wanita juga terdengar, Melani datang bersama putrinya yang kini berusia 20 tahun. Pandangan matanya menelisik, mengamati kehadiran Sakha.


Status sosial Sakha saat ini? Jauh diatas suaminya. Perusahaan milik suaminya memang perusahaan produk makanan kemasan kelas menengah, namun tidak dapat dibandingkan dengan pemilik perusahaan penerbangan terkemuka Two Wings Air, yang dimiliki Sakha kini.


Wajah yang terlihat rupawan, bentuk tubuh tegap terawat, terlihat atletis begitulah Sakha terlihat saat ini. Sedangkan suami Melani, kini telah keriput dan membuncit. Melani tersenyum, menatap Sakha dari jauh, mantan suami yang dulu mati-matian tidak ingin bercerai darinya.


Mungkin jika menemukan Randy yang menyayanginya dulu, anak yang telah dewasa dapat menjadi pengikat antara dirinya dan Sakha kembali.


Di sudut ballroom yang berbeda, wanita tercantik di tempat itu tengah tersipu, berpura-pura tertawa di hadapan beberapa klien yang kebetulan bertemu dengannya. Bukankah seharusnya dirinya yang mendapatkan Rain? Ini tidak dapat diterima oleh seorang Dara.

__ADS_1


Jika ditelusuri sebelum waktu terulang, merekalah yang mendapatkan kehidupan tenang, hidup bahagia dengan damai. Keluarga Santoso walaupun tidak mendapatkan warisan Krisan sedikitpun, perlahan melupakannya. Jacob dan Robert tidak membalas mereka sama sekali. Perusahaan yang dimiliki Santoso semakin maju dan berkembang.


Melani sendiri, tetap pada suaminya, walaupun sesekali mengencani pria muda. Namun dapat menyembunyikan aibnya.


Sedangkan Dara, setelah kematian Krisan, Rain menolak dirinya dan mengundurkan diri. Tapi perusahaannya tidak mengalami kemunduran sama sekali, karena Rain dahulu memiliki banyak klien tetap dan mengajari beberapa staf junior, berbagi kemampuannya. Staf-staf junior yang tidak mengundurkan diri bersamanya karena takut akan ancaman black list.


Semua telah berubah, menyimpang dari jalannya waktu yang seharusnya, orang-orang yang melakukan kesalahan semakin diliputi rasa iri dan dengki, hanya karena beberapa keputusan berbeda yang diambil oleh seorang kasir dan suaminya yang mengulangi waktu. Berusaha memperbaiki jalannya hidup mereka yang seharusnya berakhir tragis...


Bagaikan tetesan air hujan yang menerpa tubuh, dilindungi oleh daun talas yang besar. Air hujan akan tetap jatuh menyentuh tanah, namun arah tetesan air hanya berbelok.


Sedangkan di luar gedung, ada seorang kakek yang tengah membawa dagangannya. Pakainya kusam membawa gulali dan popcorn, berteriak menjajakan dagangannya. Matanya sedikit melirik sengatan matahari.


"Sudah aku bilang Tuhan tidak akan pernah tidur, dapat mengutus malaikatnya dalam wujud apa saja..." gumamnya tersenyum, dengan wajah keriputnya. Tidak ada yang menyadari banyangannya di kaca jendela etalase berbeda. Seorang pemuda rupawan dengan wajah yang benar-benar cerah, rambut panjang, memakai pakaian serba putih. Sayap lebar yang indah ada di punggungnya. Wajah yang tersenyum, dengan tanda teratai merah di dahinya, itulah bayangan sang kakek.


Sang kakek kembali berjalan, berteriak menjajakan dagangannya. Dengan punggungnya yang sedikit membungkuk, menghapus peluhnya sendiri.


Resepsi pernikahan yang termasuk meriah, berlangsung hingga pukul 10 malam. Hingga acara itu benar-benar berakhir.


Saat itulah suasana tegang mulai terasa. Jemari tangannya di tarik Rain entah kemana. Hingga sampai di dalam lift, "Aku mencintaimu," ucapnya memojokkan istrinya.


Bibirnya dibungkam dalam ciuman, Rain melempar dasi kupu-kupunya, dan hiasan rambut Krisan, melemparnya asal.


"Hentikan..." ucap Krisan sedikit mendorong tubuhnya.


"Kenapa? Menyesal menikah denganku?" tanyanya, matanya menelisik menatap mata istrinya.

__ADS_1


"Tidak, disini ada CCTV, besok saat bekerja, security yang menjaga ruangan CCTV akan menertawakanku. Jangan ya?" pintanya memelas.


Rain menghela napas kasar, menjauhkan tubuhnya dari Krisan. Bersamaan dengan terbukanya pintu lift, tangan Krisan ditariknya berjalan cepat menelusuri lorong.


Pintu Kamar dibukanya, tubuh Krisan dipojokkan dibalik pintu kamar. Tangannya bergerak cepat menguncinya, dengan agresif menautkan bibir mereka.


Perasaan nyaman yang sama saling menuntut, saling menjelajahi. Ini tidak tertahankan lagi, hanya pada istrinya saja, hatinya dapat berlabuh. Anak-anak yang tumbuh dewasa tanpa orang tua. Saling menghibur dan menguatkan.


Rain masih dicintainya, tidak pernah berubah, walaupun dirinya akan pergi, setelah janin tertanam di rahimnya. Namun Krisan ingin menikmati segalanya, setiap detik kebersamaannya dengan Rain.


Aku akan menyiapkan diri, memaafkanmu. Untuk putra kita yang belum terlahir, hanya untuk itu... batinnya, sudah merelakan segalanya, hanya kali ini saja.


"Sebentar, aku menyalakan DVD-nya dulu..." ucap Rain tersenyum, dengan deru napas tidak teratur, menghentikan ciuman panas mereka.


Krisan memijit pelipisnya sendiri, berjalan membenturkan kepalanya ke tembok. Merutuki suasana romantis yang menghilang.


Dan benar saja segera setelah video DVD dewasa terputar, suara-suara laknat terdengar. Beberapa gaya terlihat ada disana.


"Ayo kemari, kita tonton bersama..." ucap sang pemuda cool dingin, berubah menjadi tengil mengedipkan sebelah matanya.


Kesal? Tentu saja, Krisan berjalan mendekat mematikan video laknat. Menarik kerah kemeja Rain, pemuda yang duduk di tepi tempat tidur.


Kemudian mendorongnya ke atas tempat tidur, menduduki tubuh sang pemuda,"Hanya melakukannya saja!! Apa susahnya?" bentaknya emosi.


Namun dengan satu gerakan Rain, membalik posisi mereka, kini dirinya yang ada diatas."Hanya melakukannya saja? Aku akan memuaskanmu, hingga menjerit..." bisiknya membuat wajah Krisan pucat pasi. Menyadari dirinya yang suka rela melompat ke mulut harimau, tanpa tarik ulur atau perlawanan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2