Ketika Istriku Menyerah

Ketika Istriku Menyerah
Kekasih Gelap


__ADS_3

Kacau begitulah perasaan Willy saat ini berusaha menjebak Sasha? Ini sudah keterlaluan kenapa ibunya dapat bertindak sejauh ini hanya untuk Sarah.


Hingga dirinya memasuki satu persatu hotel, menanyakan pada resepsionis tentang kamar yang disewa dengan nama Sasha atau Sarah. Hingga salah satu hotel terdapat nama Sasha, rekaman CCTV sempat diperiksanya, hanya Irwan dan Sarah yang membawa istrinya masuk. Kemudian keluar dalam beberapa menit.


Istrinya tidak tersentuh, senyuman menyinggung di wajahnya, menghapus air matanya. Perlahan berjalan memasuki kamar tempat dimana Sasha berada.


Tubuh itu tertidur nyenyak, berbaring seorang diri. Sebuah cacatan berada diatas meja, catatan yang ditulis Sarah, seolah-olah catatan itu ditulis oleh selingkuhan Sasha. Bertuliskan puas dengan permainan ranjang yang mereka lakukan semalam.


Rambut istrinya, yang tidak mengenakan sehelai benangpun dirapikan olehnya. Wajahnya berusaha tersenyum, menyayangi ibu dan adiknya. Namun, lebih menyayangi Sasha lagi. Setelah ini Morena dan Sarah tidak akan menyerah, mungkin jika dirinya meninggalkan rumah dengan Sasha pun, malah Sasha akan semakin dicelakai. Mengakhiri pernikahan mereka menjadi pilihan Willy. Sebelum wanita yang dicintai semakin dirusak keluarganya.


Namun dirinya mengetahui, Sasha tidak akan menyerah dengan mudah. Karena itulah keputusan ini diambilnya. Air matanya tidak henti-hentinya mengalir, melepaskan kemejanya, melakukan hubungan suami-isteri dengan istrinya yang masih tertidur akibat pengaruh obat.


Hingga membuat banyak tanda di tubuhnya dengan sengaja. Kembali menyelimuti tubuh Sasha, kemudian mengenakan pakaiannya kembali.


Air mata dihapusnya, dirinya ingin lepas dari ayahnya yang menginginkan Sasha tetap menjadi menantunya, dari Morena dan Sarah yang mulai tidak menyukai Sasha.


Banyak hal yang ada di fikiran Willy malam itu. Jika ayahnya tidak mengijinkannya mengajukan perceraian, sedangkan ibu dan adiknya ingin mencelakai istrinya. Hanya ada satu pilihannya, membuat Sasha menyerah untuk meninggalkannya, memulai hidup yang baru dengan pria yang lebih baik darinya, dengan keluarga yang tidak serakah akan kekayaan.


Anak? Dirinya menginginkannya dari Sasha, tapi itu hanya akan menjadi pengikat istrinya saja. Untuk dapat bahagia, setelah meninggalkannya,"Aku mencintaimu..." ucapnya lirih, berurai air mata. Mengecup kening istrinya.


Pagi mulai menjelang, benar saja, Sarah menghubunginya, mengatakan kecurigaannya dengan perselingkuhan Sasha, mengirimkan alamat dan nomor kamar, sebuah hotel. Tidak menyadari sang kakak telah mengetahui semua perbuatan ibu dan adiknya.


Berpura-pura itulah yang dilakukannya, Sasha yang masih tertidur dibangunkannya. Menarik selimut dengan kasar.


"Willy!?" ucapnya menutupi tubuhnya yang memiliki tanda keunguan, bagian kewanitaan yang terasa aneh seperti setelah melakukan hubungan suami-isteri.


"Kamu berselingkuh!?" ucapnya mengepalkan tangannya, melempar sebuah cacatan yang ada diatas meja.


"Tidak, aku..." Sasha tertunduk, tidak mengingat apapun, namun seluruh tubuhnya memang terasa aneh. Bagaikan semalam telah berhubungan dengan seseorang."Ada yang menjebakku, semalam..."


Kata-katanya disela,"Aku tidak mempercayaimu, sebaiknya kamu sadar diri untuk memilih berpisah," ucapnya menatap tajam, membanting pintu kamar hotel.


Willy terduduk di lantai lorong kamar, menangis seorang diri. Mendengarkan jeritan istrinya yang juga menangis terisak di dalam sana.


Ibu yang memang lebih menyayangi Sarah dari dahulu. Ayah yang ambisius terobsesi dengan harta, adik yang egois ingin,haus akan kasih sayang dan ingin merebut semua yang dimiliki orang lain. Lengkaplah sudah, sampai kapanpun dirinya tidak akan dapat membahagiakan Sasha.

__ADS_1


***


Hal yang terjadi setelahnya? Meminta sekretarisnya mencakar lehernya, bahkan memaksa sang sekretaris yang sejatinya adalah seorang pria memakai lipstik untuk mengotori kemejanya. Seolah-olah Willy berselingkuh.


Aneh bukan? Namun itulah kenyataannya, masih mencintainya. Terkadang berhubungan dengan istrinya, namun membuat alasan jika ada yang memperhatikan tanda di leher istrinya."Hanya melakukan kewajiban agar menyenangkan Sasha," begitulah alasannya pada Sarah, seolah-olah tidak mencintai istrinya lagi.


Ini sangat menyiksa untuknya, berpura-pura mabuk. Ingin Sasha menyerah, merindukannya, tapi juga ingin melepaskannya. Apa yang harus dilakukan seorang Willy? Sampai saat ini di dalam tas kerjanya ada sebotol parfum wanita dan lipstik, untuk mendandani sekretarisnya seorang pria tulen berbadan kekar untuk membuat tanda kecupan lipstik di kemejanya.


Kuku sekretarisnya juga dipaksakannya untuk dipanjangkan. Agar dapat membantunya membuat tanda cakaran, terkadang membuat hisapan keunguan, seolah-olah dirinya berselingkuh. Benar-benar memalukan. Tapi diterpa badai dan hujan, istrinya masih juga tegar tidak menyerah untuk bercerai.


Bagaimana ini? Bahkan hampir semua barang di kamar istrinya telah diangkut Sarah. Dimana sebenarnya letak titik jenuh kesabaran istrinya? Entahlah, dirinya hanya ingin Sasha bahagia, tampa harus disusahkan oleh keluarga parasit, seperti keluarganya. Biarlah hanya dirinya yang berkorban untuk ayah, adik dan ibunya.


Wanita yang dicintainya harus tetap bahagia...


***


Namun, kali ini berbeda tanda lipstik di kemeja itu diangkat istrinya. Melemparnya tepat pada wajah suaminya."Kamu!! Kamu sendiri sudah berselingkuh!! Sudah 4 tahun!! Dari 4 tahun yang lalu!!"


"Aku muak!! Kita bercerai saja!! Kamu bahkan akan menikahi wanita yang bernama Krisan bukan!? Aku tidak mau dimadu!!" teriaknya.


"Kalau begitu tuntut saja ke pengadilan!!" jawaban dari Willy."Sarah, kamu keluar dulu!! Aku ingin bicara dengan wanita yang senang berselingkuh ini!!"


Sarah sedikit melirik ke arah Sasha menatap sinis, kemudian tersenyum padanya. Berjalan pergi merasa telah menang.


Willy tiba-tiba melangkah mengunci pintu kamar, melepaskan dasinya.


"Ka... kamu mau apa?" tanya Sasha gelagapan.


"Kamu bilang akan bercerai bukan? Ini masih sore, minuman dengan obat kontrasepsi belum datang ke kamarmu," jawabnya semakin mendekat, melempar jasnya asal. Melepaskan kancing kemeja di pergelangan tangannya.


"Willy aku akan berpisah denganmu setelah ini!! Menjauh!!" teriak Sasha ketakutan.


Dengan cepat pergerakan istrinya dikuncinya, pakaiannya dipaksa untuk dilucuti. Tangannya diikat, dijatuhkan di atas tempat tidur.


"Willy..." lirihnya yang hanya mengenakan sepasang kain kecil yang menutupi dua bagian inti tubuhnya.

__ADS_1


"Kita akan bercerai, jadi ini saatnya untuk memiliki anak. Pergi dari rumah ini, aku akan membelikan rumah baru untuk harta gono-gini, jika kamu hamil besarkan anak kita disana," bisiknya mengecup leher istrinya. Masih menahan tangan Sasha yang terikat, agar tidak dapat melawan.


"Br*ngsek! Aku tidak mau mengandung anakmu. Apa maumu?" teriaknya sembari menagis.


Willy menghapus air matanya,"Nikmati saja," bisiknya lagi.


Apa benar Sasha tidak mencintai suaminya lagi? Wanita yang benar-benar bodoh, setelah empat tahun dirinya masih mencintainya juga.


"Willy..." suara manjanya, kala sekujur tubuhnya dibuat meremang. Perlahan tidak melawan, malah membalas semakin agresif.


Pasangan yang benar-benar aneh dan sulit dijelaskan. Hingga sekitar dua jam kemudian.


"Aku akan tetap mengajukan perceraian!!" bentak Sasha, memunggungi suaminya.


"Pintar..." hanya itulah kata-katanya sembari tersenyum, memeluk istrinya dari belakang.


Memilih antara Sasha atau keluarganya? Jika dapat memilih, Willy ingin memilih keduanya. Tersenyum, berharap suatu hari nanti mendapatkan jalan untuk membahagiakan wanita yang dicintainya, sekaligus menjadi anak yang berbakti.


Tidak memiliki anak? Dirinya mengurungkan niatnya. Memiliki anak dari mantan istri mungkin hal yang baik. Perut rata itu dielusnya.


"Lepas!!" ucap Sasha menepis tangan Willy.


"Pelit," Willy tersenyum, masih saja mengelus perut rata itu dari belakang.


***


Sedangkan di tempat lain...


Irwan memulai langkahnya, bagaikan seekor hiena mengintai mangsanya. Membunuh anak dalam kandungan Krisan menjadi tujuan pertama baginya. Setelahnya? Hanya tinggal menyulut perceraian, memastikan wanita ini akan berselingkuh dan hanya mengandung anak Willy.


Damien menghela napas kasar, menatap dari jauh, pada supir yang mengantar Krisan. Berjalan mendekati mereka,"Krisan dia supirmu?"


Krisan mengangguk, mengambil tasnya dan handphonenya di dalam mobil.


"Perkenalkan, aku Damien kekasih gelap Krisan," ucapnya tersenyum mengulurkan tangan di hadapan Irwan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2