Ketika Istriku Menyerah

Ketika Istriku Menyerah
Trik


__ADS_3

Dua orang yang melangkah pergi, setelah bibir Santoso bungkam. Melangkah meninggalkan rumah yang termasuk mewah. Memiliki halaman yang luas.


Jacob berjalan beberapa langkah, hingga langkahnya tiba-tiba terhenti."Seharusnya aku membawa anak itu tinggal di yayasanku saja. Tapi aku takut dia merasa asing, kami hanya pernah bertemu dua kali. Jika aku dan Zoya mungkin dulu sering bertemu..." gumamnya.


"Kamu hanya pernah bertemu dua kali, tapi tau dia alergi buah kenari?" tanya Robert tidak mengerti.


"Ini hanya pengujian, ketika aku mengatakan Krisan alergi buah kenari, Krisan yang asli akan membantah dengan tegas. Sedangkan jika penipu akan menjawab dengan ragu, mencari alasan sudah meminum obat alergi atau sudah sembuh..." jawab sang pria paruh baya berkacamata.


"Jadi kamu tidak dapat mengenali anak itu? Tidak tau ciri-cirinya sama sekali!?" tanyanya, memastikan dengan wajah pucat.


Jacob menghela napas kasar menggeleng,"Coba kamu fikirkan baik-baik aku bertemu anak itu ketika berusia 3 tahun dan terakhir 5 tahun. Sekarang usianya sudah 28 tahun. Bahkan jika ada peluang bagaikan melihat pelangi ganda, kita bertemu anak itu mungkin wajahnya sudah banyak berubah,"


Robert mengenyitkan keningnya berusaha bersabar,"Lalu?"


"Sebenarnya ada satu-satunya ciri fisik yang dapat memastikan kesesuaian nama dan umur agar kita tidak dibohongi dengan identitas palsu. Saat dia berumur 3 tahun aku mengadakan pesta barbeque. Anak yang tidak bisa diam itu menginjak arang panas, mengalami bekas luka permanen di kaki kirinya," ucapnya mulai berjalan hingga gerbang, menunggu taksi yang lewat.


Robert tertawa kecil,"Kamu ingin kita memeriksa telapak kaki seluruh wanita di negara ini!?"


Jacob tersenyum,"Tidak, sewa detektif untuk mengikuti Santoso dan keluarganya beberapa hari ini. Mereka yang terlihat serakah akan mencari keberadaan Krisan yang asli. Mereka yang membuangnya, tentu saja hanya mereka yang tau dimana tempat untuk menelusuri keberadaannya,"


"Saat itu jika mereka bertemu dengan seseorang bernama Krisan. Kita tinggal memberinya pertanyaan dan memeriksa telapak kakinya..." lanjutnya.


"Tapi jika Santoso menemukannya lebih dulu..." kata-kata Robert terhenti, Jacob hanya dapat menghela napas.


"Berharap saja, Krisan yang sudah dewasa dapat membela diri dari Santoso. Atau memiliki suami pendendam seperti Zoya," jawabnya menghentikan taksi.


***

__ADS_1


Seluruh keluarga yang hanya terdiam, Santoso melirik ke arah putrinya,"Bodoh! Kenapa kamu memakan pie-nya!?"


"Ini kesalahan ibu! Ibu yang menyuruhku memakan pie-nya!!" teriak Sarah, menunjuk ke arah Morena.


"Mana ibu tau Krisan alergi buah kenari," Morena menghela napas kasar meminum secangkir teh di atas meja.


Pria paruh baya itu tertawa kecil,"Ratusan juta dolar hanya tabungan di akun banknya saja. Belum lagi ditambah dengan aset yang bernilai lebih tinggi. Sebelumnya aku sempat merasa aneh Zoya yang memang berasal dari keluarga konglomerat hanya memiliki perusahaan Cargo kelas menengah. Tidak disangka dia menyimpan rapi semua aset untuk keturunannya,"


"Memang apa isi salinan surat perjanjian yang kamu baca!?" Morena kembali bertanya.


"Intinya semua aset dan uang di akun bank milik Krisan tidak dapat dipindahkan namanya, bahkan dipindahkan atas nama suaminya sekalipun. Kecuali nama kepemilikan aset hanya dapat dialihkan pada anak Krisan nanti. Zoya sudah memikirkannya matang-matang menginginkan semua keturunannya memiliki status sebagai nona muda atau tuan muda. Orang br*ngsek itu, sudah mati masih saja..."geramnya membanting salah satu cangkir hingga pecah berkeping-keping.


"Tenang dulu, mungkin ini sebuah takdir yang menguntungkan. Masih ada Willy bukan? Sasha (istri Willy) pastinya tidak akan keberatan Willy menikah lagi. Lagi pula sudah lima tahun menikah belum juga ada tanda-tanda kehamilan. Wanita mandul itu tidak akan keberatan jika Willy menjadikan Krisan istri keduanya,"


"Kita ulangi dari awal, perlakuan Krisan sebagai menantu yang baik. Memiliki cucu darinya, maka kita akan tetap memiliki segalanya sebagai mertuanya. Hanya tinggal memperlakukannya dengan baik. Cucu kita yang dilahirkannya akan menjadi konglomerat," usulannya.


"Ibu aku tidak menyukai Sasha. Tapi juga tidak menyukai Krisan," Sarah menghela napas kasar, terlihat kesal.


Tidak menyadari seorang wanita berdiri di tangga mendengarkan segalanya. Air matanya mengalir, dirinya sudah pernah memeriksakan diri dan hasilnya tidak mandul. Sedangkan Willy sendiri yang tidak pernah bersedia memeriksakan diri.


Ayahnya Sasha saat ini menjabat sebagai menteri. Menaikan dukungan suara pemilihan untuk Sarah yang ingin menjadi wakil gubernur pada pemilihan 4 tahun lalu. Dan wanita itu mengatakan tidak menyukai dirinya sebagai kakak ipar setelah menjabat sebagai wakil gubernur.


Sasha mengepalkan tangannya, tidak dapat menahan tangisnya lagi. Dirinya akan dimadu, suaminya akan menikah lagi. Cinta? Apa itu mencintai? Willy yang dulu begitu manis saat mengejarnya. Tapi setelah menikah hanya pertengkaran yang tersisa, adik ipar dan ibu mertuanya sering masuk ke kamarnya meminjam perhiasan miliknya.


Dipinjam? Tapi akhirnya tidak dikembalikan? Mengeluh pada Willy pun percuma. Pemuda rupawan yang katanya cerdas itu akan berakhir membentaknya lalu pergi entah tidur dimana. Sisa bau alkohol, dan parfum wanita sering ada di kemejanya.


Sasha menghapus air matanya, berjalan keluar berusaha terlihat setegar mungkin. Melewati ayah dan ibu mertuanya, serta adik iparnya tanpa menyapa.

__ADS_1


"Ayah lihat sendiri kan!? Pamit pergi saja tidak. Menantu tidak tahu diri, tidak berguna, mandul..." sindir Morena.


Sasha mengepalkan tangannya, menunduk berjalan pergi dengan cepat. Bercerai, dirinya ingin bercerai, namun terlalu takut menyandang status sebagai janda. Mungkin akan ada saatnya jika dirinya sudah benar-benar muak. Meninggalkan keluarga yang munafik ini.


***


Undangan disebarkan dalam waktu kurang dari 24 jam. Hampir semua kalangan pengusaha, selebriti, bahkan pejabat hadir dalam resepsi pernikahan tersebut. Seusai prosesi pernikahan yang dilaksanakan pada pagi hari.


Pesta yang berlebihan terlalu meriah untuk sang mempelai wanita. Namun, seperti kata Sela, nikahi dia ambil bibitnya berkali-kali hingga hamil. Agar putranya yang tidak sempat terlahir memiliki kesempatan hidup kembali. Lalu bebas melakukan apa saja termasuk bercerai.


Namun, apa benar demikian, wajah Rain semakin rupawan saja dimatanya. Tapi ini tidak boleh, takdir buruk harus dihindari.


"Aku tidak sabaran untuk menerkammu..." bisik Rain, sembari tersenyum di hadapan tamu undangan. Dengan pembawa acara pernikahan tersebut yang mengoceh tiada henti.


Krisan mengepalkan tangannya berusaha tetap tersenyum.


"Aku sudah membeli DVD video dewasa untuk malam pertama. Kita mulai darimana nanti, aku akan diatas saja, merobekmu pelan. Tidak akan sakit..." bisiknya kembali tidak menatap mempelai wanita yang dicintainya.


Wajah Krisan memerah, berusaha menghilangkan imajinasinya. Masih teringat jelas, malam pertama mereka sebelum waktu terulang. Rain menatap phoncellnya kala dirinya membersihkan diri. Menggaruk-garuk kepalanya sendiri, bagaikan bingung mempelajari sesuatu."Harus mulai darimana?" gumamnya saat itu, ketika waktu belum terulang, tidak memakai tuxedo, hanya setelan jas murah. Pemuda yang tidak menyadari Krisan yang telah selesai membersihkan diri.


Krisan sempat mengintip, video dewasa dengan berbagai macam adegan dan gaya ada di layar phoncell milik Rain. Hingga akhirnya Rain yang menyadari kedatangan Krisan segera menyembunyikan phoncellnya.


Pemuda tertunduk bagaikan kehilangan harga dirinya. Namun sejenak berdiri, langsung menyambar tubuh Krisan tanpa ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur spon murah yang ada di lantai rumah kecil sewaan mereka.


Tidak ada AC hanya sebuah kipas tua yang mungkin telah sedikit rusak mengeluarkan suara dengungan. Rain melakukan perlahan, tidak terburu-buru membuatnya nyaman kala meregang rasa sakit saat mahkotanya direnggut, sebelum waktu terulang.


Dan sekarang harus melakukannya lagi? Apa si mesum tidak tau malu ini akan tetap sama? Setidaknya Rain sebelum waktu terulang walaupun mungkin memiliki otak mesum tidak pernah mengatakannya terang-terangan. Benar-benar menjaga imagenya.

__ADS_1


Tapi pria tengik ini? Kenapa Rain bisa menjadi begini? Dan sialnya Krisan tetap saja mencintainya. Di sisi lain juga ingin menghindarinya.


Bersambung


__ADS_2