Ketika Istriku Menyerah

Ketika Istriku Menyerah
Hujan


__ADS_3

🍀🍀🍀🍀 Kalau ada typo besok aku revisi 🤧🤧🤧🤗🤗🤗😴😴😴🍀🍀🍀🍀


Rumah yang tidak begitu besar namun nyaman. Hari ini benar-benar berbeda dari sebelum waktu terulang. Ulang tahun Rain, tepat pada tanggal 3 Juli 2022...


Hanya cuaca yang sama, hujan gerimis menerpa rumah yang mereka tempati. Pasangan suami-istri tersenyum saling mengecup dalam hangatnya selimut putih tebal. Enggan untuk bangkit, masih ingin rasanya berada dalam selimut.


"Sudah..." ucap tersenyum.


Rain menggeleng membalas senyuman istrinya,"Aku menginginkannya lagi," bisiknya yang kini berada diatas tubuh istrinya. Pemuda yang selalu menjaga imagenya kini tidak lagi, menyesap pelan leher istrinya. Ingin mengulangi hal yang semalam mereka lakukan. Pakaian berserakan di lantai, pertanda sang pemiliknya tidak mengenakan sehelai benangpun.


"Aku akan pelan, agar tidak menyakiti anak kita," lanjutnya menggigit bagian bawah bibirnya sendiri. Kepala pasangan suami istri itu menonggak bersamaan merasakan kenikmatan penyatuan. Pasangan yang masih ada di balik selimut kamar mereka. Terlihat saling mengecup, bertaut hangat, merasakan pergerakan tubuh yang beriringan menunggu sebuah pekikan nikmat kepuasan pada akhirnya.


Pasangan dengan deru napas tidak teratur, saling memeluk, menghapus lelahnya dalam senyuman,"Sudah?" tanya Krisan, mengeratkan pelukannya.


Rain mengangguk,"Aku mencintaimu," hanya itu yang terucap membelai kepala istrinya.


Hari ini merupakan hari minggu, Rain harus meninjau pembangunan beberapa proyek yang diinvestasikannya. Sedangkan Krisan, tidak ada hari libur tetap baginya wanita itu harus kembali ke hotel.


Irwan masih menjadi supirnya, mengira-ngira Krisan telah keguguran dari keterangan Ferdy padanya. Menyetir mobil tanpa menoleh ke belakang sedikitpun. Hanya tinggal mendekatkan Krisan dan Willy maka semua rencananya akan berhasil.


Wanita yang duduk itu kembali ditatapnya dari spion. Menghela napas kasar, menggenggam stir erat ini demi yang terbaik. Mungkin itulah yang ada di fikirannya.


Krisan tersenyum, mulai menghubungi seseorang, chief yang dikenalnya, pandai dalam mendekorasi kue. Memesan sebuah kue moca padanya untuk ulang tahun suaminya. Tidak menyadari kala waktu terulang ada waktu dirinya melupakan segalanya, terbuai dalam kebahagiaan hidup. Melupakan hari kematiannya sendiri.


Jalannya waktu yang benar-benar berbeda, apa nasib seseorang akan berjalan berbeda juga? Tentu saja, proyek proposal perusahaannya ditolak Rain, belum lagi rasa penasaran Dara yang semakin besar untuk memilikinya.


Status yang berbeda, sebelum waktu terulang Rain hanya seorang manager dengan posisi yang jauh dibawahnya. Dirinya dapat dengan mudah melupakannya, karena jumlah harta yang dimilikinya tidak begitu banyak. Tapi waktu telah terulang kini status sosial dirinya yang berada di bawah Rain. Pengusaha sukses berwajah rupawan. Tidak akan dilepaskannya begitu saja.

__ADS_1


Dirinya kini bersama seorang pria di mobil, mengintai dari dalam mobil."Wanita itu, tunggu setelah dia pulang kerja, buat seolah-olah kecelakaan tabrak lari," perintahnya pada seorang pria yang duduk di kursi pengemudi membelikan uang cash.


Membencinya? Tentu saja, menginginkan kehidupan sepertinya, memiliki Rain yang dirasakannya bagaikan pria sempurna. Perasaan cinta itu ada entah mengapa, sebelum waktu terulang maupun saat ini. Dirinya mencintai pria yang sama, berakhir ingin menghancurkan kehidupan pria itu demi kebahagiaannya sendiri.


***


Hari sudah mulai sore, wanita itu menghela napas kasar menatap hujan yang tiba-tiba berubah menjadi deras. Ulang tahun Rain, ini hari ulang tahun Rain, perutnya yang masih rata dielusnya.


Sejenak dirinya teringat akan kematian yang dihadapinya sebelum waktu terulang. Irwan dihubunginya agar tidak menjemputnya, memilih menaiki taksi online. Menghindari Irwan, orang yang mungkin akan mengantarkan dirinya dan janinnya pada kematian.


"Ibu akan melindungimu," ucapnya pada janin dalam perutnya.


Beberapa belas menit menunggu, taksi online yang dipesannya tiba, hujan disertai petir terdengar. Wanita hamil itu, masih duduk di kursi penumpang bagian belakang.


Menatap air hujan yang membasahi jendela mobil. Tapi takdir tidak dapat dibelokkannya sendiri. Mobil taksi itu tiba-tiba mati,"Maaf saya periksa mesin mobilnya dulu," sang pengemudi keluar membuka kup mobil.


Hingga...


"Saya pesan ojek online saja," ucapnya mulai mengetikan sesuatu di handphonenya mengingat kemacetan di depan sana.


Sang driver taksi online meminta maaf, menerima bayaran dari Krisan. Yang mulai menaiki ojek online ditengah hujan deras yang turun.


Takdir yang benar-benar terulang dengan cara yang berbeda. Seorang wanita yang hamil muda berboncengan menembus hujan yang sudah sedikit lebih mereda. Tidak menyadari sebuah mobil lainnya sudah mengintainya dari saat meninggalkan hotel.


Bersiap mencari jalan untuk menabrak motor ojek online yang diikutinya. Hingga hujan tiba-tiba semakin deras, tepat setelah motor tersebut melewati kemacetan. Pedal gas diinjak, orang suruhan Dara.


Brak ...

__ADS_1


Kecelakaan besar terjadi, serpihan kaca mobil berhamburan dimana-mana. Jantung Krisan berdegup cepat, air matanya mengalir. Tubuhnya basah oleh air hujan yang semakin lebat saja. Sesuatu yang telah digariskan berubah, entah ke arah yang lebih baik, atau lebih buruk.


Mobil suaminya terlihat di sana, menghadang mobil lainnya yang hendak menabrak dirinya. Samar-samar wajah itu terlihat di kursi pengemudi berlumuran darah segar tersenyum padanya seakan lega, takdir yang sama tidak terjadi istri dan calon anaknya masih hidup.


"Krisan?" ucapnya lirih dengan air mata yang mengalir. Kantung udara kursi pengemudi gagal mengembang membuat tubuhnya terluka parah. Darah mengalir membasahi tangannya, menetes dari jemarinya.


Hal yang terjadi? Rain sampai di rumahnya lebih awal mendapati seorang chef kenalan istrinya mendekorasi kue moka. Menyadari ini adalah hari ulang tahunnya, Rain menginjak pedal gasnya menelusuri jalan menuju rumah mereka dengan penuh kecemasan. Tidak ingin kehilangan istrinya lagi.


Hendak melewati kemacetan dengan lampu merah yang cukup panjang. Dan akhirnya sebuah motor terlihat membawa istrinya dalam keadaan hidup. Wajahnya tersenyum, namun sejenak menyadari hal yang ganjil. Sebuah mobil seakan-akan menunggu motor menembus kemacetan.


Tidak memikirkan apapun lagi menghadang mobil itu, mengorbankan dirinya sendiri menjadi pilihannya. Pilihan yang tidak disesalinya.


Rain? Yang berarti hujan, hujan yang dicintainya istrinya begitulah dirinya ingin menjadi. Menatap wajah istrinya samar-samar yang menghampirinya, berusaha mengeluarkan tubuhnya dari mobil yang hampir tidak berbentuk.


Apa aku akan tetap hidup? Tapi matipun tidak apa, aku bersyukur kamu dan anak kita masih hidup... tidak ada yang lebih indah dari itu...


Wajah wanita itu menangis, menghubungi ambulance dalam kepanikan. Mendekap tubuhnya yang berlumuran darah setelah berhasil di keluarkan dari mobil.


"Krisan aku bahagia..." ucapnya tersenyum, dengan darah sedikit mengalir di mulutnya.


"Jangan mati!! Kamu bodoh!! Jangan mati!!" teriaknya mendekap tubuh Rain lebih erat.


Mata pemuda itu perlahan terpejam, tubuh dan rambutnya basah oleh air hujan.


Aku bahagia, karena mendapatkan banyak kesempatan untuk mengatakan betapa aku mencintaimu ...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2