
Di cafe siang itu Bimala yang belum sempat berucap apa pun sudah di tarik oleh teman-temannya ke meja mereka semula. Seolah tak ada waktu lagi untuk berbasa basi.
Satu siku Rosa di hentakkan pada meja. Matanya menatap tajam Bimala yang duduk di tengah-tengah mereka.
“Kapan kamu menikah, Bimala?” tanya Rosa to the point.
Belum Bimala menjawab. Dua tangan Leni ikut ia letakkan di depan dengan wajah yang juga mencondong ke wajah Bimala. “Dimana acaranya dan kenapa tidak kasih tahu kita?”
Dua pertanyaan tersimpan di ingatan Bimala.
“Jangan bilang kasus kita yang dorong motor waktu itu benar, Bimala? Karena kamu nggak ijin sama suami kamu yang babang bengkel itu?” lanjut Nara menuduh sang teman.
Mata Bimala kini bergerak pada Wanda. Wanda bertumpu dengan kedua tangan dan mendekatkan wajahnya pada Bimala.
“Mal, apa bener pria yang di bengkel itu? Apa kalian benar menikah? Apa benar dia sudah menikah sama kamu waktu itu? Dan tadi itu dia kan? Pria yang kita-kita cariin selama ini di bengkel tapi nggak pernah kelihatan?” Wanda yang bertanya dengan tatapan penuh selidih sontak membuat Nara, Rosa, dan Leni serentak menariknya dan membungkam bibirnya.
“Wanda!” Teriak mereka serentak.
Wajah Bimala yang tadinya bingung seketika membulatkan matanya kaget. “Apa kamu bilang, Wan? Kalian nyariin suami aku di bengkel? Kalian mau nikung?” Bimala seketika naik pitam mendengar penuturan teman-temannya.
Niat hati ingin menyidang kasus pernikahan tersembunyi, justru mereka membongkar niat terselubung mereka selama ini yang diam-diam mengincar pria tampan Mr. Oli itu.
“Kalian benar-benar yah!” Bimala mendorong teman-temannya namun tidak begitu kuat.
__ADS_1
“Ampun, Mal. Ampun.” seru mereka.
“Sudah sudah kok jadi gini sih kita. Malu tuh di liatin orang.” celetuk Rosa melerai.
Bimala yang terengah-engah usai menarik satu persatu telingan temannya kini duduk kembali dan memperbaiki penampilannya yang sedikit berantakan.
“Iya, dia suamiku.” Satu jawaban Bimala namun terdengar lantang dan yakin.
Penuh percaya diri dan rasa bangga ia mengakui Arex adalah suaminya.
Keempat temannya tercengang lebar.
“Duh Mal gimana sebenarnya sih? Cepat ceritain.” desak Nara yang semula duduk tak begitu dekat kini menggeser kursinya mendekat Bimala.
Bimala yang enggan melihat jiwa kepo temannya lama-lama pun akhirnya bercerita mulai dari pernikahan yang terjadi di rumah jelek itu hingga terbongkar siapa Arex sesungguhnya.
Tak lupa ia menceritakan bagaimana ketulusan cinta Arex padanya dan keluarganya, termasuk sang ibu yang saat ini berada di Singapur.
Keempat temannya melebarkan mulut tercengang. Sungguh seperti cerita di dunia dongeng rasanya.
Pangeran yang memperjuangan cinta permaisyuri lalu menampakkan jati dirinya. Sungguh indah.
“Mala!” Rosa berteriak histeris lagi mendengarnya. Andai ia bisa masuk ke cerita itu dan menggantikan posisi Bimala, pikirnya.
__ADS_1
“Tuhkan benar feling gue, Mal. Mukanya aja kotaan. Nggak mungkin kalo dompetnya desaan. Ah coba aja waktu itu gue tawarin jadiin gue istri kedua, pasti lu nggak bahagia sendiri.” celetuk Leni yang merasa Arex adalah pria idamannya saat bertemu di bengkel.
Mendengar itu, Bimala sontak menonyor kepala sang teman kesal.
“Amit-amit istri kedua. Gue bakar hidup-hidup Lu, Len.” kesal Bimala namun tetap dengan candaan.
“Kalo nggak lu cerai aja, Mal. Kan Lu nggak suka tuh sama babang oli.” sahut Rosa enak tanpa beban.
“Lu mah bener-bener, Mal. Dapat babang oli curang.” kesal Leni.
Hingga semua sumpah serapah itu Bimala dengarkan dari teman-temannya. Ia tahu ini pasti akan terjadi suatu saat nanti, dan inilah ternyata waktunya.
Berjanji siapa pun yang menikah akan hadir semua dan menjadi bridesmaid. Nyatanya Bimala pertama kali menikah di antara mereka namun tak ada undangan sama sekali. Sungguh menyebalkan memang.
“Dan sekarang waktunya gue yang tanya kalian.” Bimala menatap satu persatu temannya penuh penghakiman.
“Siapa yang nyariin suami gue ke bengkel?”
Empat jari telunjuk menunjuk ke arah yang berbeda.
Rosa menunjuk Leni, Leni menunjuk Nara, Nara menunjuk Wanda. Dan Wanda yang terakhir refleks menunjuk dirinya sendiri.
Tangan Bimala mengepal melihat tingkah temannya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin suaminya di incar keempat temannya sendiri?