Kisah Kita Belum Usai

Kisah Kita Belum Usai
BAB 1


__ADS_3

Hujan rintik-rintik membasahi tanah yang kering. Sudah hampir satu Minggu hujan terus menerus mengguyur belahan bumi yang sedikit gersang. Jika ada yang mengatakan hujan adalah Rahmat dari Tuhan tetapi itu tidak berlaku untuk seorang gadis kecil yang bernama Bunga. Dia harus bersedih karena cucian milik ibunya tak kunjung kering. Bahkan beberapa kali Bunga bisa melihat Bundanya sedang dimarahi oleh pemilik pakaian yang menggunakan jasa ibunya.


Ya, Bundanya Bunga adalah seorang tukang cuci dan setrika baju, sehingga jika hujan turun akan menghambat pekerjaan Bundanya.


Tumbuh tanpa seorang ayah, membuat Bunga yang baru menginjak usia 6 tahun sudah bisa merasakan kesedihan yang dialami oleh ibunya. Dan tak jarang juga Bunga menjadi bahan olok-olok teman satu kompleks karena dia tidak memiliki ayah. Namun, Bunga tidak pernah mengadu pada ibunya, karena hanya akan menambah rasa sedih sang ibu.


"Bunga ... " panggil bundanya Bunga yang tak lain yang bernama Asha.


Wanita tangguh dan kuat. Dia bertahan seorang diri dari awal dinyatakan hamil hingga sampai sekarang. Tak pernah sedikitpun Asha menyesali keputusannya yang pergi dari sisi suaminya. Lebih baik hidup sendiri dari pada hidup bersama suaminya, tetapi penuh tekanan. Dan Asha telah membuktikan bahwa dia bisa meraih kebahagiaan tanpa suaminya.


"Bunga .... " ulang Asha lagi.


Asha marasa jika putrinya belum pulang. Padahal hujan sudah turun lagi. Karena terlalu khawatir, Asha langsung mengambil payung untuk menyusul putrinya.


"Tumben Bunga gak pulang saat gerimis sudah datang," kata Asha dalam perjalanan mencari Bunga.

__ADS_1


*


*


Gadis manis berambut panjang itu belum bisa pulang, sekalipun hujan sudah mulai reda. Bukan tanpa alasan, karena saat ini dia masih mendapatkan pengobatan dari rumah sakit terdekat.


Beberapa menit yang lalu, Bunga terserempet mobil yang hendak berbelok. Beruntungnya sang pemilik mobil bertanggung jawab dan membawa Bunga ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan, meskipun luka yang dialami oleh Bunga tidaklah parah.


"Lain kali kalau mau nyebrang, hati-hati ya!" pesan pria yang kini sudah membawa Bunga untuk pulang.


"Om juga minta maaf karena tak melihat jalanan dengan baik. Jadi sekarang dimana rumahmu, biar Om antarkan."


"Tidak usah, Om. Jalan masuk ke kompleks rumah Bunga gak bisa dilewati mobil."


"Memangnya jarak untuk masuk jauh?" Pria yang tak lain adalah Askara itu terus bertanya karena merasa sangat bersalah telah menyerempetnya.

__ADS_1


"Tidak terlalu jauh, Om. Tapi Om gak usah antarin Bunga sampai rumah. Nanti Bunda marah."


Askara pun tak ingin memaksakan keinginan. Dia menghargai keputusan Bunga yang tidak ingin diantaranya sampai rumah. Namun, karena Askara tidak tega melihat Bunga berjalan untuk sampai di depan rumahnya, dia pun memesan ojek online untuk mengantarkan Bunga sampai depan rumahnya.


"Bunga, Om benar-benar minta maaf ya. Ini ada sedikit uang untuk ganti rugi karena Om udah menyerempet kamu." Askara memberikan beberapa lembar uang pada Bunga. Namun, dengan cepat Bunga menolak.


"Maaf Om, Bunga tidak bisa menerimanya. Kata Bunda, Bunga enggak boleh menerima uang dari siapapun itu."


Askara merasa tertampar. Diusianya yang masih kecil, tetapi Bunga sudah bisa menolak dengan sopan.


"Ya udah kalau gak mau gak papa. Tapi lain kali boleh kan Om main ke rumah kamu?"


"Boleh. Tapi nunggu Bunda keliling dulu ya, Om. Bundanya Bunga itu galak, tapi sebenernya Bunda baik kok Om. Lain kali Bunga kenali sama Bunda deh," oceh Bunga saat hendak turun dari mobil Askara.


...~BERSAMBUNG~...

__ADS_1


Halo selamat Datang di Novel Kisah Kita Belum Usai. Novel ini sambung dari novel My Ex.Terima kasih masih stay disini menemani othor remahan ini.


__ADS_2