Kisah Kita Belum Usai

Kisah Kita Belum Usai
BAB 27


__ADS_3

Saat ini tidak ada lagi yang berani untuk membully Bunga karena saat ini Bunga telah memiliki seorang ayah. Dan ayah Bunga bukanlah orang sembarangan, karena memiliki sebuah pabrik mainan dan sebuah perusahaan yang sangat besar.


Teman-teman yang dahulu Bunga, satu persatu mulai meminta maaf kepadanya, tetapi tidak dengan satu orang yang masih bersikeras tidak ingin meminta maaf Bunga. Entah mengapa dia sangat Bunga. Mungkin karena Bunga selalu dikelilingi oleh banyak teman, meskipun saat itu tidak memiliki ayah. Dan kebencian itu semakin terpupuk saat semua teman-teman yang sempat membully-nya tiba-tiba meminta maaf dan mulai berteman dengan Bunga.


Dia adalah Alvaro, salah satu teman yang sangat membenci Bunga. Padahal selama ini Bunga tidak pernah mempunyai masalah dengan Alvaro, tetapi dia terus saja menjahiti Bunga.


"Bunga .... mengapa sekarang kamu tidak pernah diantar oleh Bunda kamu? Apakah bundamu sudah tidak sayang sama kamu lagi?" tanya salah seorang teman yang melihat Bunga diantar oleh ayahnya lagi.


Bunga yang telah duduk di bangkunya langsung memberikan sebuah jawaban. "Aku diantar ayahku bukan karena aku tidak menyayangi Bundaku lagi, tetapi karena ayahku akan berangkat kerja dan aku sekalian ikut."


"Oh ... aku pikir kamu tidak sayang lagi sama Bunda kamu. Jadi sekarang bunda kamu enggak kerja nyuci baju lagi dong?"


"Aku enggak tahu untuk masalah itu. Tapi aku tidak yakin jika akan diizinkan oleh ayahku, karena setelah bunda pulang ke rumah ayahku, Bunda tidak diijinkan lagi untuk mengerjakan tugas rumah. Semua pekerjaan rumah sudah dikerjakan oleh nenek Sumi dan Tante Santi," jelas Bunga.


Percakapan Bunga dengan salah satu temannya, di dengar jelas oleh Alvaro sehingga anak itu semakin membenci Bunga. Dengan rasa kesal, Alvaro berjalan menuju meja Bunga dan menjatuhkan tas milik Bunga. Tanpa rasa bersalah, Alvaro tak peduli dengan sebuah bekal yang ikut jatuh ke lantai. Karena tutup bekalnya terlepas, isinya pun tumpah begitu saja di lantai.


"Yah .... tumpah!" seru teman Bunga.


Mata Bunga telah berkaca-kaca saat melihat bekal yang disiapkan oleh ayahnya telah berserakan di lantai. Tidak mungkin Bunga memungut kembali nasi goreng yang sudah tumpah.


"Varo, kamu harus bertanggung jawab!" teriak teman Bunga.


Alvaro hanya tersenyum tipis. Dia merasa puas saat melihat bekal Bunga telah tercecer di lantai. Tanpa ingin meminta maaf, Alvaro memilih untuk meninggalkan kelasnya.


"Bunga, kamu jangan bersedih ya. Nanti siang kamu makan bersama denganku saja."

__ADS_1


Meskipun hatinya terasa sakit, terapi Bunga mencoba untuk tetap tersenyum agar teman-teman tidak merasa kasihan padanya. "Iya. Aku tidak bersedih."


Bunga tidak tahu salah apa yang telah dia lakukan pada Alvaro sehingga anak itu sangat membenci dirinya. Begitu juga dengan ibu Alvaro yang juga tidak menyukai Bundanya.


"Bunga, sebaik kamu bilang saja kepada ayah jika kamu selalu dijahitin sama Alvaro. Biar Alvaro takut dan tidak akan berbuat jahat kepadamu lagi," saran teman Bunga..


"Iya. Nanti aku akan bilang sama ayahku jika Alvaro masih saja menjahitiku."


Meskipun sudah berada di luar kelas tetapi Alvaro masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Bunga. Dia pun segera masuk ke dalam kelas lagi dan langsung berdiri di depan meja Bunga.


"Oh, jadi mentang-mentang kamu sudah punya ayah, kamu mau mengadu? Dasar anak pengadu!" cibir Alvaro.


"Mau kamu apa sih, Varo? Selama ini aku tidak pernah menjahatimu, tapi kenapa kamu selalu jahat kepadaku? Apa salahku, Varo?!" Kini Bunga memberanikan diri untuk melawan Alvaro.


"Kamu mau tahu kenapa aku selalu menjaga hatiku? Ya, karena aku tidak menyukaimu yang sok pintar dan selalu mendapatkan perhatian dari semua orang. Aku tidak suka melihat wajahmu yang sok imut. Dan sekarang aku tidak suka karena kamu telah mengambil semua teman-temanku!" ucap Alvaro apa adanya.


"Varo, apa yang kamu lakukan di situ? Kembali ke tempat dudukmu karena kita akan memulai pelajaran," tegur Miss Queen saat melihat Alvaro berdiri di depan meja Bunga.


Melihat Miss Queen telah berada di kelas, Alvaro pun langsung menuju ke tempat duduknya.


"Bunga, apakah kamu sedang bertengkar dengan Varo?" tanya Miss Queen saat melihat mata Bunga berkaca-kaca serta bekal Bunga yang jatuh ke lantai.


"Bunga tidak bertengkar dengan Varo, Miss. Tetapi Varo membuang tas milik Bunga, sehingga bekal Bunga jatuh ke lantai," jawab Melly yang sejak tadi bersama dengan bunga.


"Varo ... benarkah itu? Kenapa Varo membuang tas milik Bunga? Varo tidak boleh mengulanginya lagi, ya! Sekarang minta maaf dulu kepada Bunga!" tegur Miss Queen lagi.

__ADS_1


Bukanya menuruti apa yang dikatakan oleh Miss Queen, Alvaro malah mengabaikan teguran dari miss Queen dan pergi meninggalkan kelas begitu saja.


"Varo!" panggil Miss Queen. Karena tidak ingin terjadi sesuatu kepada Alvaro, Miss Queen pun langsung mengajar salah satu anak di dunia yang keluar dari dalam kelas.


"Alvaro, tunggu! Kamu mau kemana?" Miss Queen berusaha untuk memberhentikan langkah Alvaro.


"Lepaskan, Miss! Varo mau pulang!" Alvaro mencoba untuk menepis tangan Miss Queen.


"Varo anak yang baik, Varo tidak boleh seperti ini, Sayang. Ayo kita masuk dulu dan selesaikan masalah yang terjadi. Sebagai anak laki-laki Varo tidak boleh melarikan diri. Jagoan itu harus berani bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya. Ayo, kita masuk lagi!" bujuk Miss Queen.


Alvaro menatap malas pada Miss pengajarnya, tetapi pada akhirnya dia pun memilih untuk mengikuti keinginan Miss Queen.


"Varo mau kembali ke dalam kelas tetapi tidak untuk meminta maaf Bunga. Varo benci Bunga!" kata Alvaro dengan kuat.


"Baiklah, jika Varo tidak ingin meminta maaf pada Bunga tidak apa-apa. Yang penting kita masuk kedalam kelas dulu."


Alvaro mengikuti langkah Miss Queen untuk masuk lagi ke dalam kelas. Saat ditatap oleh teman-temannya Varo malah memelototi mereka semua.


"Varo, duduklah!"


Alvaro pun menuju ke mejanya dan duduk tanpa peduli dengan semua teman-teman yang sedang menatapnya.


"Bunga, maafkan Varo, ya. Nanti siang Miss ganti bekal kamu," kata Miss Queen untuk menenangkan Bunga.


"Tidak usah Miss. Nanti siang Melly akan membagikan bekalnya untuk Bunga," balas Bunga.

__ADS_1


"Baiklah. Miss tidak akan memaksamu. Tapi tolong kamu maafkan Varo, ya!" pinta Miss Queen dengan penuh harap. Bukan tanpa sebab Miss Queen terus meminta maaf pada Bunga, karena saat ini ayah Bunga adalah seorang donatur tetap untuk sekolahan. Miss Queen tidak ingin karena kesalahan salah satu anak didiknya, lalu ayah Bunga membatalkan dirinya untuk menjadi donatur tetap.


...***...


__ADS_2