Kisah Kita Belum Usai

Kisah Kita Belum Usai
BAB 11


__ADS_3

Bunga tidak tahu salah apa yang telah dilakukan oleh dia dan ibunya sehingga sebagian orang tidak menyukai kehadirannya. Sebagian dari orang-orang yang tidak menyukainya akan mengatakan jika bunga adalah anak haram. Dimana dirinya dilahirkan dalam keadaan tidak memiliki seorang ayah.


Rasanya Bunga sudah tidak tahan dengan kata-kata yang sering masuk ke dalam telinganya. Jika selama ini Bunga memilih diam dan mengabaikan orang-orang yang telah mengejeknya, tetapi tidak untuk hari ini.


Hari ini dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Bundanya, tentang asal-usulnya. Mengapa dia tidak memiliki seorang ayah seperti layaknya teman-temannya yang mempunyai ayah, sementara dirinya tidak memiliki ayah. Mengapa dia hanya memiliki seorang ibu saja. Lalu Apakah ayahnya telah benar-benar meninggal atau dia memanglah anak haram.


"Bunda, Bunga ingin bertanya." Bunga yang baru pulang sekolah langsung ingin mengutarakan apa yang mengganjal dalam pikirannya.


"Bunga mau tanya apa, Sayang? Tunggu ya, Bunda bawa pakaian kotor ini ke kamar mandi," ujar Asha.


Bunga pun mengangguk dengan pelan. Sambil menunggu Bundanya, Bunga melepaskan sepatu dan meletakkan pada tempatnya.


Tak lama, Asha pun telah keluar dari kamar mandi dan langsung menghampiri Bunga yang kini sudah duduk di depan televisi.


"Bunga mau bertanya, apa?"


Bunga langsung mendongak untuk menatap Bundanya. Rasanya tidak tega untuk mengutarakan pernyataan yang selalu saja dia abaikan. Tetapi semakin Bunga mengabaikan, semakin banyak orang-orang yang terus mencemooh dirinya karena tidak memiliki ayah.


"Bunda, mengapa Bunga tidak memiliki ayah seperti teman-teman Bunga yang lainnya? Apakah Bunga ini adalah haram?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh putrinya, Asha merasa sangat terkejut bukan main. Seketika tubuhnya membeku dan terasa menegang. Padahal selama ini Asha sudah pernah mengatakan pada Bunga jika ayahnya telah berada di surga. Dan ... darimana Bunga bisa mengetahui istilah anak haram? Mungkin ada seseorang yang telah mengatakan Bunga adalah anak haram? Astaghfirullahaladzim ... Asha langsung menggelengkan kepalanya.


"Bunga kenapa bertanya seperti itu? Bukankah Bunda pernah mengatakan jika ayah Bunga sudah berada di Surganya Allah? Lalu mengapa Bunga bertanya lagi, Sayang? Dan ... siapa yang telah mengatakan jika Bunga adalah anak haram. Bunga anak bunda, bukan anak haram, Sayang." Mata Asha berkaca-kaca saat mencoba untuk memberikan penjelasan kepada putrinya.


"Tapi teman-teman Bunga terus mengejek kalau Bunga enggak punya ayah, karena Bunga anak haram. Memangnya salah jika Bunga tidak mempunyai ayah? Memangnya orang yang tidak memiliki ayah akan menjadi anak haram?" Kini Bunda tertunduk lesu. Dia tidak berani untuk menatap Bundanya, karena Bunga sempat melihat mata bundanya berkaca-kaca. Sebenarnya Bunga tidak mau membuat Bundanya bersedih, tetapi bunga harus mengetahui alasan mengapa dia tidak memiliki seorang ayah seperti teman-temannya.


"Bunga, Sayang. Dengerin Bunda! Semua anak itu suci dan tidak ada yang haram, meskipun tidak memiliki ayah. Banyak kok di luar sana anak-anak yang tidak memiliki ayah dan ibu karena salah satu diantara orang tuanya telah dipanggil sama Allah. Begitu juga dengan ayah Bunga, Sayang. Kalau ada yang mengatakan jika Bunga anak haram, itu tidak benar Sayang karena sejatinya Bunga memiliki ayah dan Bunga bukan anak haram, Sayang. Memangnya siapa yang mengatakan kalau Bunga adalah anak haram?" tanya Asha yang merasa tidak terima jika anaknya dikatakan anak haram.


Bunga terdiam, karena merasa takut jika sang bunda akan melabrak teman-teman yang telah mengejeknya.


"Bunga ... jawab Bunda!" tegas Asha.


Karena takut akhirnya Bunga pun mengatakan siapa teman-teman yang suka mengejeknya. Bahkan bunga juga mengatakan ada beberapa ibu-ibu yang sangat tidak menyukainya bahkan sering mengolok-olok Bunga dengan sebutan anak haram.


*


*


Bunga yang merasa bosan berada di rumah, dia pun memutuskan untuk bermain ke rumah Sinta. Kebetulan saat berada di sekolahan Sinta mengatakan jika saat ini dirinya memiliki banyak mainan dan mengajak Bunga untuk bermain di rumahnya. Karena Sinta adalah salah satu teman baiknya Bunga, Asha pun memberikan izin kepada anaknya untuk bermain ke rumah Sinta.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Sinta, Bunga merasa tergabung dengan mainan baru yang dimiliki oleh temannya itu.


"Wah .. mainan kamu bagus-bagus sekali, Sin? Pasti mahal ya?" tebak Bunga dengan raut wajah berbinarnya.


"Iya. Semua ini dikasih sama om baik majikannya mamaku," jelas Sinta.


"Wah ... baik sekali Om itu mau memberikan kamu mainan yang bagus-bagus ini. Apakah aku boleh meminjam boneka Barbienya?"


"Iya. Makanya aku panggil dia dengan nama Om baik, karena dia baik. Kamu boleh pinjam mainan yang kamu mau. Tapi jangan kamu bawa pulang ya!"


"Iya. Aku enggak akan bawa pulang kok."


Seharusnya masa kecil itu hanyalah masa bermain, bukan masanya memikirkan tentang bagaimana pahitnya dunia. Namun, karena Bunga sudah terbiasa dengan hidupnya dengan serba kekurangan, membuatnya harus menguatkan pundak untuk ikut memikul beban yang sedang di pikul oleh bundanya.


Kuat sekali mental Bunga sehingga di usianya yang masih kecil dia sudah bisa merasakan bagaimana pahitnya hidup yang sesungguhnya, karena dia telah ikut memikul Bundanya.


~BERSAMBUNG~


Sekedar info, yang belum baca novel othor Jodohku Kembali Pulang, buruan baca. Yang udah baca, tunggu bab 30 ya untuk episode barunya. Terima kasih udah selesai bersama teh ijo 💜

__ADS_1



__ADS_2