
Meskipun Asha sudah tinggal bersama dengan Kara, tetapi dia tidak lepas tangan dengan pekerjaan sebelumnya. Asha masih tanggu jawab untuk menyelesaikan pakaian yang masih berada di rumah lamanya. Namun, kemungkinan besar setelah menyelesaikan tanggung jawab yang tersisa, Kara tidak akan mengizinkan Asha untuk menjadi tukang cuci baju lagi.
Semua pelanggan yang menggunakan jasa Asha merasa sangat terkejut dengan kabar yang berhembus. Mereka tidak menyangka jika Asha masih memiliki suami dan ternyata suami Asha bukanlah orang sembarangan.
"Jadi benar kabar yang sedang beredar itu, Sha?" tanya salah satu pelanggan saat Asha mengantarkan pakaian ke rumahnya.
"Kabar apa ya, Bu?" Asha tidak tahu kabar apa yang sedang beredar.
"Itu ... tentang suami kamu yang ternyata orang kaya yang punya pabrik mainan anak-anak terbesar itu." jelasnya.
Asha sendiri sungguh tidak tahu jika Kara memiliki pabrik mainan. Tetapi dia pernah mendengar cerita Bunga jika Kara memiliki pabrik mainan.
"Kamu hebat Sha, bisa menutupi semuanya dengan sangat rapat. Bahkan kamu juga sangat sabar untuk menghadapi cemoohan dari orang-orang yang sudah menghina dan merendahkanmu selama ini. Padahal kamu bisa membela diri, Sha."
Asha hanya tersenyum tipis. Bagaimana dia akan membela diri sementara tak ada satupun orang yang akan percaya jika Asha adalah seorang istri yang sedang kabur dari suaminya. Jikapun Asha mengatakan hal itu Asha hanya akan menjadi bahan tertawaan oleh orang-orang yang sudah terlanjur membencinya. Tapi Asha melaluinya dengan ikhlas.
__ADS_1
Dan setelah menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda, Asha pun memilih untuk kembali pulang ke rumah Kara, karena beberapa jam yang lalu Bunga mengatakan Bundanya harus segera pulang dan segera beristirahat agar tidak kelelahan.
***
Karena hari ini adalah hari libur, Bunga sangat menikmati waktu liburannya bersama dengan beberapa temannya, karena sebelumnya ayah Bunga mengizinkan teman-teman bunga untuk main ke rumahnya.
Berbagai macam mainan dikeluarkan, bahkan Bunga juga membagikan beberapa mainan yang masih baru kepada teman-temannya, termasuk juga kepada Sinta.
"Bunga apakah kamu tidak dilarang oleh Ayah kamu jika kamu memberikan mainan ini kepada kami?" tanya Melly saat menerima mainan dari Bunga.
"Tidak. ayahku tidak akan marah karena ayahku punya banyak mainan seperti ini di gudangnya," ujar Bunga.
"Tapi Bunga ... meskipun sekarang kamu sudah menjadi orang kaya, kamu jangan lupakan kami ya!"
"Aku tidak akan melupakan kalian, karena kita adalah teman."
__ADS_1
Perbincangan Bunga dan teman-teman tak lepas dari pantauan Kara. Sungguh Kara merasa sangat beruntung memiliki anak seperti Bunga yang pemikiran jauh lebih dewasa pada usianya. Bahkan Kara melihat dengan jelas ketulusan hati dari anaknya yang jarang dimiliki oleh anak-anak seusia. Meskipun telah di bully, tetapi dia tidak memiliki sedikitpun rasa dendam pada teman-temannya. Bunga malah mengundang semua teman-temannya untuk datang dan bermain di rumahnya.
"Bunga, setelah kamu memiliki ayah. Bagaimana rasanya?" Tiba-tiba Melly bertanya.
Bunga yang ditanya tidak bisa membohongi perasaanku. Sosok ayah yang selama ini sangat di rindukan, tiba-tiba hadir dan mencurahkan kasih sayangnya. Tentu saja Bunga merasa sangat bahagia.
"Aku sangat bahagia, Mel. Karena setiap aku tidur, aku bisa memeluk ayah," ucap Bunga.
"Bunga, sekarang kamu sudah punya ayah, lalu apa yang akan kamu lakukan pada Alvaro? Dia kan selalu jahatin kamu karena kamu enggak punya ayah," celetuk Melly lagi.
"Aku tidak akan berbuat apa-apa. Tapi jika masih berbuat semena-mena padaku, aku akan mengadukan dia pada ayahku."
Selama ini Bunga selalu mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari salah satu temannya. Entah mengapa anak yang dipanggil Alvaro itu sangat tidak menyukai Bunga. Padahal ada anak lain yang juga tidak memiliki ayah, tetapi hanya Bunga yang terus-menerus di bully olehnya. Dan saat Bunga terjatuh di sekolahan, itu juga ulah Alvaro yang sengaja mendorongnya, tetapi Bunga tak menceritakan kebenaran itu pada siapapun.
"Tapi dia dan mamanya sudah jahat sama kamu dan bunda kamu, Bunga. Alvaro harus diberi hukuman biar enggak jahatin kamu lagi!"
__ADS_1
"Tidak usah! Setelah ini dia enggak akan jahat lagi sama aku. Kan sekarang aku udah punya ayah."
...***...