Kotak Merah

Kotak Merah
Box 18 : Why Cotton?


__ADS_3

"Awasi dia supaya tidak main-main!" ingat Gilang, sebelum meninggalkan ruangan, sementara Roni hanya melambaikan tangan.


"Dasar tukang ngomel!" gerutuku.


Roni senyum, menunjuk-nunjuk laptopku.


"Boleh kuperiksa itu?" tanyanya, kemudian aku mengangguk.


Router kumulai ulang, dan virus semuanya sudah musnah. Situasi semacam ini terjadi tak cuman sekali dua kali, sehingga kusimpan data penting ke dalam hardisk cadangan.


Semuanya masih dalam kendali. Hanya saja, waktu menginstal ulang, terkadang membuatku tak tahan.


"Tidak ada apa-apa disitu!" tegurku, mendapatinya sibuk, mengotak-atik laptop.


"Selesaikan saja itu, lalu main game atau apa!" suruh Roni, "bukan soal isi, ini hanya formalitas," imbuhnya.


Dibilangin ngeyel! Terserah sajalah, dia sendiri yang menyuruh.


"Aku tidak bertindak semauku, lho ya!" kataku, mendahulukan beberapa aplikasi game terlebih dahulu.


Ia hanya mengangguk, sibuk memeriksa laptop milikku. Sepertinya, aku akan menyukai jam gantian. Roni orangnya lebih toleran dibanding pemarah itu.


Dengan beberapa tipuan, aku rasa bisa memainkan lebih banyak permainan. Tapi, aku juga harus memiliki waktu serius bersamanya. Orang yang toleran biasanya mengerikan, terutama kalau batas kesabarannya sampai habis.


"Jangan terlalu membencinya," gumam Roni, "dia hanya sedang terpukul," lanjutnya.


"Itu mustahil!" jawabku, "aku membenci semua hal!" lanjutku.


Kurasa itu merujuk padanya, tapi jika benar, profesionalisme kerjanya patut dipertanyakan. Dia mencampuradukkan masalah pribadi dengan pekerjaan, sementara polisi adalah pekerjaan yang mengesampingkan kepentingan pribadi. Masyarakat tetap harus di nomor satukan.


"Kalau tidak siap, jangan menjadi polisi!" gumamku.


Semua forum yang kuketahui sudah kuobrak-abrik, dan itu menjelaskan kalau tak ada lagi yang berhasil meretas Redbox. Sejauh ini, baru ada beberapa hal yang berhasil teridentifikasi.


Boneka, selotip, plastik, serta desas-desus video tape yang katanya merupakan petunjuk penting. Aku mencari tahu lewat video Anwar yang dulunya viral, tapi tak ada yang tahu pasti; apa isi video tape itu.


Kuharap, akan ada titik terang dari forum ini.


"Apa kau pernah kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupmu?" tanya Roni, "keluarga misalnya?"


Aku terdiam, sejenak menjauhkan tangan dari keyboard.


"Berharga atau tidak, saya kurang tahu, tapi kalau keluarga... pernah," jawabku, "saya tak begitu sedih saat mereka kemudian menghilang. Sejujurnya saya tidak perduli. Semua itu hanya alasan, dan saya benci orang yang menggunakan alasan itu untuk kepuasan pribadi," imbuhku, kembali sibuk dengan komputer.


"Lidahmu tajam, ya!" ujar Roni, "dia kehilangan sosok panutan, orang yang paling ia hormati. Begitu tahu dia tewas, dia yang paling terpukul," lanjutnya.


Terus kenapa? Apa aku harus bilang, itu so sweet? Jika ia bertanya padaku secara serius, maka akan kujawab, "masa bodoh!" Hidupmu yang terguncang, kenapa hidup orang lain yang kau buat berantakan?


Saat mendengar seseorang tewas secara tidak wajar, tentu saja menakutkan. Apalagi itu merupakan kasus pembunuhan. Pasti mereka masih berkeliaran sampai saat ini, dan kita atau orang terdekat kita bisa saja menjadi korban selanjutnya.


Jika akhirnya dia tertangkap, semua orang pasti bahagia. Tapi kalau itu melibatkanku, aku lebih memilih dia berkeliaran selamanya. Dengan demikian, semua orang mungkin akan sedikit paham tentang penderitaanku.


"Dasar konyol!"


Aku menggumam, menepikan semua yang mengusik di benak.


Layar komputer saat ini menunjukkan sesuatu yang harus kupikirkan lebih serius. Aku tak bisa fokus kalau terus menanggapi segalanya.


......................


"Ryanganesha@blogspot.com? Baru dengar," gumamku.

__ADS_1


Forum, on Reddut.


@LalaSleep


Sudahkah kau mencoba membuka blog orang itu?"


^^^@WhyCotton^^^


^^^"Memangnya, kenapa dengan dia?"^^^


@LalaSleep


"Orang-orang percaya, dia terbunuh karena konspirasi!"


"What?!"


"Kenapa teriak-teriak?!" tegur Roni.


Aku hanya menggeleng, tak ingin buru-buru menyampaikan informasi prematur ini. Aku mencari kesana-kamari sampai kemudian kutemukan sebuah treat yang cukup menarik. Sungguh, begitu banyak orang-orang yang tidak waras di dunia ini.


Dia seolah-olah tahu semua hal, tapi kemudian menghilang begitu saja saat pembahasan mulai memanas.


Ibaratnya, calon lurah menyampaikan visi dan misinya, kemudian seseorang mempertanyakan sisi lemah dari program itu. Titik lemah itu ternyata amat vital. Orang-orang mulai ikut-ikutan mempertanyakan program Si Calon Lurah, tapi saat keributan terjadi dia menghilang.


Demikianlah orang ini. Datang tiba-tiba, memprotes semua orang, lalu kemudian pergi begitu saja, setelah orang-orang mulai berdebat.


Intuisiku biasanya sangat akurat soal hal semacam ini. Dan itu sedang memprediksikan bahwa pria ini pembuat masalah. Jelas aku tak terlalu yakin, tapi tidak ada salahnya berpikir kritis. Siapa tahu, orang ini benar-benar mempunyai informasi yang kubutuhkan.


......................


^^^@WhyCotton^^^


^^^"Maksudmu, dia sudah mati?"^^^


@LalaSleep


(@LalaSleep, mengunggah sebuah link)


.........


"Ryan Angga?" gumamku, membuka link kiriman orang itu. Btw, "@WhyCotton," adalah id lamaku yang sudah jarang kugunakan.


Aku menyukai kapas. Ringan, lembut, dan saat kalian menjatuhkannya dari ketinggian, itu akan melayang-layang dengan pelan dan menenangkan.


Lantas kenapa harus kapas? Aku sendiri tak tahu, makanya memberi nama akun itu, @WhyCotton.


Aku tak lagi aktif di dunia per-Reddutan, dan semakin jarang menyelam ke dunia bawah. Dulu, akun itu lumayan terkenal karena aku membuka beberapa usaha menggunakan akun itu.


Joki game online, jasa cheat, dan masih banyak lagi pekerjaan menyedihkan lainnya. Sampai sekarang pun, aku masih melakukan itu sebagai sampingan. Jika bukan karena para bedebah ini, aku pastinya tak akan kerepotan mencari rejeki.


Anyway, dia mengirimku ke sebuah blog pribadi. Aku tak tahu siapa pendiri blog itu, yang jelas dia amatiran. Bukan sekedar soal tampilan, konten yang ia publikasikan pun, tak bisa dinikmati. Ia seolah menggunakan itu sebagai medsos.


Anehnya, di sana sedang ramai sejak kemarin. Ada sekitar belasan orang berinteraksi di dalam kolom komentar salah satu postingan.


"Kaya Mendadak!"


Demikianlah judul postingan yang kini diributkan.


...~Aku sedang mendapat durian runtuh. Lima buah permata yang kupoles hari ini menjatuhkan buahnya....


...Saatnya memanen itu satu-persatu~...

__ADS_1


.........


Postingan berakhir, merujuk pada sebuah gambar. Gambar itu menampilkan sebuah kotak, serta beberapa benda yang kelihatan familiar.


Aku benci sensasi ini. Perasaanku amat buruk tatkala benda seperti borgol dan sebuah plastik berada di sana. Aku yakin menemukan kejanggalan, tapi schroll down mulai membuatku gila.


...


...(Picture was broken!)...


"Who deleted this?" pikirku.


Link tiba-tiba goyah. Ini adalah pertanda. Entah server down, koneksi drop, atau blog ini sedang dihapus oleh suatu pihak.


Pertanyaannya, kenapa?


Kulihat kolom komentar yang dibanjiri komen tertawa dan sebuah tulisan, "akhirnya mereka memutuskan menghapus blog."


"Damn!"


Beberapa detik kemudian, link tak bisa lagi diakses.


Aku memutuskan menyelam, mencari beberapa software dan kemudian kembali ke permukaan. Kupastikan parameter download, dan memastikan lagi bahwa komputerku masih aman. Tak ada virus, scam, dan semua hal menyebalkan yang bisa membunuhku.


Aku menarik napas, menatap mode rahasiaku yang masih terlindungi. Saatnya menyelam lebih dalam, mengumpulkan serpihan informasi soal blog goblok ini. Sebelum pergi ke dasar sana, kuputuskan mengulik beberapa informasi lagi dari reddut.


......................


@LalaSleep


"Blog itu barusan dihapus, seseorang pasti akhirnya melaporkan itu."


@User_666


"Dia adalah box maker, pembuat kotak premium Anwar."


@ScareCrow


"Tahu apa yang lucu, mereka sama-sama tewas secara mengenaskan."


^^^@WhyCotton^^^


^^^"Apa ini serius?"^^^


@LalaSleep


"Apa kau belum membuka itu (tag kiriman sebelumnya)?"


^^^@WhyCotton^^^


^^^"Aku sempat mencoba, tapi sekarang broken."^^^


@User_666


"@WhyCotton, kau ketinggalan jauh!"


"Kusarankan agar kau memulainya dari awal. Kau dulu cukup aktif di bawah sana, ada baiknya berhati-hati."


......................


Dadaku mengembang, mengumpulkan udara di sekitar. Angin menyebar dari hidungku, membawa ketenangan yang sempat terbang entah kemana. Deep Web mungkin berbahaya, tapi sampai hari ini pun, aku masih hidup.

__ADS_1


Peringatan semacam ini hanyalah sesuatu yang menempel pada bungkus rokok. Kedengarannya menakutkan, tapi kenyataannya tak seberapa. Himbauan perihal Deep Web dan Redbox juga pastinya hanya kampanye sejenis itu.


Ya, pasti begitu. Kuharap memang begitu.


__ADS_2