
Hari itu, aku menatap layar komputer sangat lama. Sampai-sampai tidak terlalu terkejut, saat sesuatu yang mencurigakan kemudian muncul di (layar komputer) sana. Itu kelihatan gelap. Aku menggerakkan mouse, melakukan klik ke arah yang salah, sampai suara itu menggelegar begitu lantang.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
0:01 ────────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
Headsetku terlempar, tercabut dari lubang jack. Buru-buru kukecilkan suara, sebelum tetangga merasa terganggu. Aku menarik napas, menatap ke arah layar yang kini memproyeksikan wujud seseorang. Awal yang begitu mengagetkan, lama-kelamaan menjadi membosankan. Benar-benar antiklimaks yang mengecewakan.
"Jam berapa sekarang?"
Aku sudah mulai mengantuk. Tapi harus melihatnya lebih lama. Jadi, kuputuskan mengerjakan ini. Sambil memainkan beberapa game.
Sungguh, itu hanyalah video amatiran yang buruk. Ini hanya akan buang-buang waktu, tapi komputer sialan ini freeze. Aku terus mencoba menyudahi video, tapi tayangan bedebah itu dengan sendirinya menyetel ke layar penuh. Sial bagiku karena semua tombol seolah hanya pajangan.
"Dasar komputer kentang!"
Aku terus mengumpat. Tapi tetap saja tak ada yang bisa kulakukan.
Harusnya, aku tidak membuka game saat sedang menonton video.
......................
Benak terasa semakin ingin meledak, tatkala orang di dalam sana (video) malah kian bersemangat mengoceh dan berteriak. Sialnya, komputer masih saja freeze, dan aku tak mau kehilangan save point. Mau tidak mau, aku harus menghadapinya lebih lama.
Saat membuka video ini, aku sedang mulai game. ¹RPG offline retro lebih spesifiknya. Aku berada di pertengahan jalan melawan bos. Tak mungkin aku merelakan permainan ini kembali ke awal, hanya karena ulah manusia nirfaedah itu. Suka tidak suka, aku sekarang menatapnya, (video) berharap ini tak akan berlangsung selamanya.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
0:20 ────────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
"Hari ini, kita akan unboxing barang yang udah kita beli dari deep web!"
┏━━━━━━━━━━━━━┓
2:01 ─|───────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
Begitu video memsuki menit kedua, komputer bekerja sebagaimana mestinya.
It's great!
Aku buru-buru menghentikan video, bergegas menyimpan permainan, tapi dahi ini tak berhenti tegang.
Wait a minute!
Aku bertanya pada diri sendiri, sementara gejolak dalam hati merangkainya perlahan-lahan. Benak ini sebenarnya telah menemukan letak kesalahan yang ada. Tapi narasi itu kuulangi hingga dua kali.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
0:01 ────────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
Dahi mengerut, tak ada hal penting yang terlewat. Tapi mengulangnya (video) sekali lagi membuatku yakin. Dia benar-benar menyebt kata, "Deep Web." Ini jelas sekali akan berbuntut tak menyenangkan. I mean, kata itu adalah sebutan halus Dark Web.
Seketika, minat memainkan game yang tadinya bergelora pun, padam. Rasa penasaran semakin lama semakin mencuat di benak, sampai akhirnya kuputuskan memainkan lagi video itu.
......................
__ADS_1
Play again!
┏━━━━━━━━━━━━━┓
4:45 ────|────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
"Jadi, semalem tuh, kita abis diving. Terus, pesen benda misterius dari sana. (Deep Web) Link-nya, mohon maaf banget nggak bisa kita kirim, terkait peraturan yang berlaku. So, biar gue jelasin beberapa hal, terkait web site ini."
"Lihat!"
......................
Aku mendekatkan wajah. Sambil menghentikan video sekali lagi. Sisi skeptis yang tak biasanya muncul mengendalikan naluriku, melahap seluruh visual yang mencurigakan di layar.
Dia boleh saja menyembunyikan link, tapi internet adalah makananku selama bertahun-tahun. Yang terlintas di benakku hanya satu, Reddut.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
5:09 ────|────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
Aku menghentikannya (video) lagi. Rencana awal untuk melenyapkan itu (video) sudah kulupakan. Kini, kita telah berlabuh di sebuah ambang malapetaka internet, Ruddit.
Kemampuan lamaku menggali informasi mulai mengambil alih. Beberapa forum sudah tersaring. Tapi hanya dalam beberapa menit menggali treat, bulu kudukku sudah dua kali berdiri.
Bed*bah itu tidak main-main. Lagipula, dia tak pernah kekurangan hal gila untuk diulas. Ternyata begitu banyak yang sudah kulewatkan dalam beberapa bulan ini.
Aku semakin paham. Hanya ada satu hal yang tak kumengerti; bagaimana mungkin treat itu masih panas diperdebatkan di forum, bahkan sampai dua bulan lamanya?
Sesuatu mungkin akan semakin mengerikan, tapi sebelah kakiku sudah berjalan di ujung tebing. Sudah terlambat untuk mundur, jadi kuputuskan untuk loncat sekalian. Itu hanya umpama kok, tidak mungkin aku melakukan hal konyol itu di dunia nyata.
......................
Play again!
┏━━━━━━━━━━━━━┓
5:35 ────|────⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
Aku menatap produk yang ditawarkan di sana (di dalam video.) Tertera dengan harga bervariasi. Common dihargai 10 dolar, rare dihargai 50 dolar, premium 100 dolar. Jika masih belum puas dengan harga yang ditawarkan, masih ada betting box.
Kotak ini dihargai tergantung seberapa besar uang yang ada di kantongmu.
From complicated, everything start be confusing.
Ini memang mengherankan. Maksudnya, kenapa mereka mau menghamburkan uang untuk (kotak-kotak) itu?
Tak ada waktu berpikir tentang, betapa gila dunia ini, karena video telah berjalan ke arah penjelasan. But, don't panic! Aku terbiasa melakukan ini.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
6:37 ─────|───⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
"Bisa kalian lihat gambar dari kiri sampai ke kanan?! Itu diurutin dari yang paling murah, ampe yang paling mahal."
__ADS_1
Aku menghentikan video, memperhatikan lagi semua kotak. Mendengar suaranya yang cempreng benar-benar membuatku jengkel.
Itu hanyalah gambar kotak dengan label angka berbeda-beda. Ukuran sama, warna sama, bentuk sama. Tapi semua itu berasal dari sebuah web mencurigakan.
Tampilan halaman web (di dalam video) dipenuhi iklan, serta gambar-gambar tak masuk akal. Siapa pun, pengembangnya, dia benar-benar tak bertanggung jawab.
Penampangnya (web itu) sangat menyedihkan, jauh dari standar blogging hari ini. Bahkan sejak awal, intuisiku telah mengendus unsur ketidakberesan, dari penggunaan anonim olehnya (pria dalam video.)
Benar saja, link itu tak bisa diakses tanpa melakukan beberapa penyesuaian. Indikasi tak menyenangkan merajalela di pikiranku, tapi kutepikan semuanya. Aku mulai ingin menyelesaikannya dengan cepat.
Resume!
┏━━━━━━━━━━━━━┓
6:58 ─────|───⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
"Kalau dilihat dari bentuknya mah, nggak ada bedanya. Cuman deskripsinya jelas banget. Semakin mahal, semakin creepy, semakin susah juga misi kita. Dan kebetulan, yang kita beli adalah yang tipe premium!"
"What?!"
Tanpa sengaja, aku berteriak keras.
Premium berarti harga yang bukan main-main. Tapi kemudian dia (pria di dalam video) menjelaskannya. Kita tak perlu mengatakan apapun karena dia sudah mengakuinya sendiri.
┏━━━━━━━━━━━━━┓
7:07 ──────|──⊙11:23
⇄ ◁ II ▷ ↻
┗━━━━━━━━━━━━━┛
"Ya ampun, gue mungkin udah gila! Gue ngabisin duit hampir sejuta setengah, cuman buat beli kotak gaje. Bayangin, satu juta setengah! OMG! Kalian seneng sekarang? Jangan cepet seneng dulu! Sebab apa? Jeng, jeng, jeng! Kotak kita, sudah datang!!!"
Video kembali kuhentikan. Aku cengar-cengir, dan menggeleng di saat bersamaan. Satu hal yang kutahu, orang ini sudah tidak waras. Skenario yang dia pakai dalam kontennya benar-benar membuatku mual.
Aku menepi sejenak, meluangkan sedikit waktu untuk meminum kopi instan yang sudah terlanjur dingin. Lupakan semua itu, lupakan. Lupakan juga tentang fantasi bodohnya yang menyebut semua orang, "senang."
Nobody happy, b*stard!
Jika disuruh memilih, lebih menyenangkan streaming sesuatu yang bisa menyatukan bangsa.
Krik... krik...
Okay, i am is a bad joker.
Akan aku buat semua ini menjadi lebih ringkas.
......................
Creepy Anwar, atau semacamnya. Dari channel itulah, video kemarin di upload. Kau bisa menemukan lebih banyak video serupa di sana, tapi wajah bodoh itu akan selalu membuatmu muak.
Dia merupakan sosok yousuber tak terkenal, dengan subcriber 12 ribuan. Video yang dia upload kebanyakan materinya berisi soal hal-hal creepy. Dan maha karya terbesarnya adalah video kemarin.
...----------------...
¹Role playing game, adalah sebuah permainan di mana pemainnya memainkan peran karakter dalam latar fiksi.
*Pemain bertanggung jawab untuk memerankan peran ini dalam sebuah narasi, baik dengan melakukan akting, melalui proses pengambilan keputusan yang terstruktur, atau pengembangan karakter. Tindakan yang diambil saat memerankan peran dapat dikatakan benar atau salah tergantung pada sistem aturan dan pedoman yang formal.
Begini contohnya,
...v...
...v...
...v...
__ADS_1