Kotak Merah

Kotak Merah
Box 26 : I'm in!


__ADS_3

Di dalam kamar, aku melamun. Wajahku yang memar mulai kelihatan membengkak. Sesuatu yang mengganggu pikiran juga membuatku tak bisa melakukan rutinitas harian. Semuanya benar-benar terasa hambar. Main game, mengisi survei, bahkan malas-malasan.


Dengan segala pikiran rumit ini, tak ada kepuasan dari setiap aktivitas yang kujalani. Semenjak meninggalkan pekerjaan dan kuliah, mungkin aku tidak pernah lagi merasa demikian. Ajaibnya, mataku tiba-tiba saja terlelap.


Saat terbangun, hari sudah siang dan para pembuat masalah itu tidak datang ke rumahku. Itu adalah tidur ternyenyak bulan ini.


Is this real?


Sambil menunggu komputer siap, kutinggal mandi sebentar, supaya hari bagus ini semakin sempurna. Rencananya, aku akan mengisi survei dan bermain game seharian.


It's must gonna be good day.


......................


Aku sudah selesai mengisi survei. Update game juga hampir beres. Mereka membuat beberapa penyesuaian dan menggelar event baru.


Sebenarnya aku tidak terlalu perduli. Aku tak pernah membaca patch notes. Kalaupun terjadi nerf, biasanya itu tidak berimbas terlalu mengganggu, meskipun kebanyakan hero-hero kesukaanku ¹OP.


Selagi menunggu, ku putuskan membuka beberapa video di yousube. Kulihat acara podcast sedang naik daun. Tapi aku tidak perduli. Aku lebih suka sesuatu yang lebih menghibur, meskipun itu kekanak-kanakan. Lagipula, mereka hanya menceritakan sesuatu yang klise dan tidak menarik sama sekali.


Kalau saja mereka mengundangku, aku cukup percaya diri bisa memberikan cerita yang lebih menarik. Tapi masalah fundamental-nya, apa yang menarik dari profil pribadiku?


Selagi menonton beberapa streamer konyol, rupanya update game kesukaanku sudah selesai. Kuputuskan membukanya, sebelum unek-unek negatifku menjadi semakin tidak karuan.


Aku segera menekan tombol mulai, dan layar menampilkan logo kesayangan jutaan orang ini. Aku benar-benar sangat bersemangat. Gambar latar belakang berubah menjadi semakin keren, karena pembaruan tadi. Tapi sayangnya, semua rencana yang sudah ku persiapkan gagal terealisasi.


......................


“Permisi!”


Seseorang terus saja mengetuk pintu.


Aku mengusap kepala, berdiri meninggalkan layar. Ingin rasanya membakar seluruh kota dengan warga menyebalkan ini. Pintu terus saja berdetuk, selagi aku berjalan.


What now?


Kuputuskan membuka pintu, supaya orang gila ini tidak mengganggu sepanjang hari.


“Maaf, apakah ini rumahnya Dimas?”


Memangnya, apa yang kukerjakan belakangan ini? Apakah aku selebriti komplek, atau semacamnya?


Aku benar-benar tak bisa berkata apapun. Entah mengapa, belakangan ini semua orang jadi mengenalku.


“Ya, saya sendiri Dimas,” jawabku.


“Oh, jadi elu yang rusakin komputer gue ya?”


Tanpa basa-basi, pria itu menunjuk-nunjuk wajahku.


Aku mengusap jidat, merasa sangat terganggu. Sejak pertama kali melihat wajahnya, firasatku begitu buruk. Dari penampilannya saja, dia terlihat menyebalkan. Kurasa salah satu dari korban insiden warnet tempo hari.


Pria itu memiliki tubuh gempal, berambut cepak, serta mengenakan jaket kedodoran. Mungkin, dia bermaksud mengimplementasikan hip-hop style. Hanya saja tidak menyesuaikannya dengan benar.


Celananya yang longgar membuatnya kelihatan seperti boneka salju di dalam tong. Kakinya kelihatan pendek, dan terlihat tidak punya leher. Itulah kenapa, aku kurang menyukai gaya busana jaman sekarang.


......................


“Gue bisa jelasin, bang!”


“Halah, nggak usah banyak bacot, lu! Tanggung jawab nggak?”

__ADS_1


Tiba-tiba pria itu mendorongku ke dalam.


“Tuh, ada komputer!” ujarnya lagi, menerobos menuju seperangkat komputer kesayanganku.


“Mau apa lu?”


Aku segera menghalangi jalan. Tapi meskipun mencoba melawan, tetap saja tenaga kami tidak sebanding.


Tubuh kurusku begitu gampangnya terpental jauh.


“Minggir!”


Dia mendorong lagi, berusaha merampas komputerku. Kali ini, aku melakukan perlawanan sekuat tenaga.


“Yang bener aja lu, kena virus doang. Paling install ulang juga beres!”


Sambil berlari, kudorong tubuhnya yang jauh lebih besar sampai terjatuh.


“Mata lo, virus!”


Pria itu bangkit, serta menarik kerah bajuku.


“Monitor gue pecah gara-gara elu!” serunya lagi.


“Hah?”


Aku menggeleng mulai tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi.


I mean, satu-satunya hal yang kulakukan hanyalah membuka situs Redbox dan mencoba membobolnya. Yang terjadi kemudian adalah, virus menyerang komputer yang kugunakan. Sehingga membuatnya mengalami ²blue screen, serta berbunyi sangat nyaring.


Hal ini dikarenakan virus itu menyerang software dan malware yang berakibat error. Untungnya, aku segera mengaktifkan safe mode. Jadi masalah ini seharusnya bisa diatasi dengan scan virus, lalu instal ulang. Paling parah, mereka hanya perlu mengganti hard disk.


Tindakannya merebut komputer benar-benar sudah keterlaluan, apalagi mengarang cerita.


Are you kidding me? What do you mean, “cupu?”


Aku benar-benar sangat marah. Imajinasinya sudah terlalu liar.


Di dunia nyata, hal seperti ini mungkin benar adanya. Tapi ini semuanya terlalu lucu.


"I never did such a stupid thing!"


Aku menggeleng, bahkan nyaris tertawa.


“Ngomong apaan lu?” tanyanya.


“Bro, lu salah orang!”


“Salah orang gimana, gue udah ke kantor polisi. Mereka bilang, pasti elu!”


“Kalau virus, mungkin gue. Tapi sumpah demi Alex kalau rusakin monitor, kagak pernah gue, bang!”


“Lu main di warnet gue, kan? Perempatan deket SMA 5?”


“Ngeyel, banget sih, lu?”


“Oke, kalau lu kagak mau ngaku, kita selesaikan di kantor polisi aja!"


Ia tiba-tiba menantang.


Pemikiran yang menarik.

__ADS_1


I'm in! Why not?


“Siapa takut?” jawabku.


“Oh, nantangin lu, ya?”


Pria itu langsung mengeluarkan ponsel dan menelepon kantor polisi.


......................


Tidak lama berselang, petugas pun, datang menjemput. Mereka membawa kami berdua ke markas, untuk menjalani pemeriksaan. Di dalam mobil, aku terus menggerutu.


Kupikir, ini adalah hari yang baik, rupanya itu semua cuman khayalan. ³EO pasti bukanlah bidang yang cocok untukku.


Entah mengapa, semua rencana yang ku persiapkan selalu berantakan. Kuliah sambil bekerja, lalu lulus dan mendapatkan pekerjaan impian. Begitu sadar, ternyata lapangan pekerjaan itu ibarat medan perang.


Sempat menemukan jalan menjadi kaya melalui Redbox, tapi rupanya mereka sudah memasang virus. Bukan cuman itu saja, aku bahkan dituduh melakukan tindakan kriminal. Mereka juga meminta uang tebusan. Bahkan sekarang, seseorang menuduhku merusak monitor, di sebuah warnet yang tidak pernah aku kunjungi.


Tahu apa yang kubenci dari acara podcast belakangan ini?


Mereka selalu membahas titik terendah hidup bintang tamu yang menurutku biasa saja.


I mean, it's not the lowest poin in life at all!


Hidupku setiap hari adalah titik terendah. Bahkan, semakin buruk tiap detiknya. Tapi tidak ada yang perduli sama sekali.


Jadi kenapa aku harus berempati pada cerita seseorang yang tidak jauh lebih buruk dariku?


Ofcourse, ada pesan moral dibalik cerita itu. Tapi itu selalu saja tentang berusaha. Semua orang tahu, berusaha adalah kunci sukses. Tapi sebagian orang punya batasan. Dan kurasa, hari inilah batasan itu datang.


......................


Setibanya di sana, ternyata tidak ada satu pun, yang mau membelaku. Semua orang memandang sepele, seolah sudah pasti aku ini penjahat.


Can I give up now?


Lalu tiba-tiba, seseorang yang tidak pernah kuduga, datang memasuki ruang pemeriksaan.


“Ada apa ini?” tanyanya.


"Ini mas, anak yang kemarin," jawab petugas pemeriksa, "di berkasnya saja tertulis jelas, kalau dia datang ke TKP. Eh, sekarang nggak ngaku," tambahnya.


Pria bertubuh tinggi besar itu mengambil berkas, lalu mempelajari sebentar.


"Boleh saya ambil alih?" tanyanya.


"Boleh, mas saya sudah pusing!"


Si Petugas berdiri, digantikan pria tadi. Sambil senyum, pria itu duduk menatapku.


Senyum itu benar-benar terlihat sangat menjengkelkan. Kelihatan jelas sedang meledek.


Mau ngapain lagi, nih orang?


Aku hanya menggeleng, tak mengerti apa yang sedang dia rencanakan.


...----------------...


¹Over Power, alias terlalu kuat sehingga perlu disesuaikan.


²Kerusakan ringan pada komputer, yang menyebabkan layar menjadi biru.

__ADS_1


³Event Organizer, alias penyelenggara acara.


__ADS_2