Kotak Merah

Kotak Merah
Box 22 : Smell Like a Terrible Trouble


__ADS_3

Pertemuan itu memberi dampak cukup besar. Dunia terasa suram, makanan serasa hambar. Permainan pun, tak berjalan menyenangkan. Tiga kali main, dua kali kalah.


Ada apa denganku?


Sungguh, aku sendiri gagal memahami jalan pikiran sendiri.


Aku melamun, menatap hasil pertandingan yang berakhir dengan kemenangan, padahal kontribusiku tak terlalu banyak. Sampai pertandingan berakhir pun, mereka masih mengejek permainan burukku. Kepalaku benar-benar tak bisa berpikir jernih, terus saja kepikiran tentang mereka.


Kuputuskan menyudahi permainan, berbaring meredakan lelah. Aku pasti hanya akan mempermalukan diri kalau memaksa membuat pertandingan lain. Di atas kasur, kupikirkan semua ini sampai akhirnya mataku terlelap.


Teruntuk kalian yang tak bisa menghadapi pagi sepertiku, semoga di masa depan nanti. Salah satu diantara kalian akan menciptakan alat yang bisa membuat matahari terlambat terbit. Aku benar-benar masih belum siap menghadapi busuknya hari. Tapi mataku terlanjur terbuka.


......................


Aku membuka gorden, mempersilahkan sang mentari memasuki ruangan. Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi. Tapi perasaanku benar-benar tidak enak.


I smell bad news. Smells like a terrible trouble.


Mataku benar-benar masih mengantuk, dan tenggorokan rasanya masam tak karuan. Kutatap komputerku, lalu memencet tombol power. Selagi benda itu menyala, kuputuskan pergi ke kamar mandi, karena orang-orang bilang, "mandi pagi menyehatkan."


Aku terdiam, menatap bak kamar mandi yang isinya tinggal separuh. Sambil menguap, aku mengingat lagi mimpi bodohku soal hewan nokturnal itu.


Ternyata, hidup kelelawar itu tak se-menyenangkan dugaan kita.


Aku mencoba meniru mereka selama dua malam, tapi punggung rasanya sudah seperti mau copot. Sungguh, aku butuh apresisiasi. Pelajaran yang kupetik, semua hobi tak akan menyenangkan apabila dikerjakan dalam intensitas waktu yang keterlaluan. Sesenang apapun pada komputer, menghadapinya secara berlebihan hanya menjadikan ini menjengkelkan.


Kenapa dunia justru mulai menyebalkan saat segalanya berganti terang? Masa bodohlah!


Kuputuskan meraih gayung dan menyudahi curhat harianku yang tidak bermutu. Membasuh badanku yang terasa lengket. Hatiku sebenarnya merasa enggan. Tapi lengan sudah terlanjur mengayunkan gayung. Suara air yang mengguyur keramik mendebur, membuat kaki-kakiku melompat kecil.


Dasar penipu!


Jantungku rasanya seperti mau melompat saat air dingin mengalir dari ubun-ubun. Jika aku melakukan ini lebih sering, seseorang mungkin akan menemukanku kejang-kejang di kamar mandi, karena serangan jantung. Untungnya guyuran kedua dan seterusnya tidak sejahat itu.


Selesai mandi, aku tak lantas memakai pakaian. Aku berhenti dulu di depan komputer, membuka beberapa aplikasi. Tanpa kusadari, rasa masam yang ada di tenggorokan tiba-tiba hilang.


Mungkinkah ini efek mandi pagi?


Entahlah, yang jelas aku pasti akan mencekik siapa pun, yang mengatakan itu. Kalau ternyata tak ada efek baik yang kurasakan.


......................


Kutatap pojok kanan komputer; menunjukkan waktu pukul 7 pagi. Ini sangat gila. Tadi masih jam enam lewat sedikit, dan aku mandi tak lebih dari 20 menit. Itu artinya, aku mempersiapkan diri untuk guyuran pertama setengah jam lebih.


Cukup, tidak ada lagi mandi pagi!


Aku memutuskan membuka lemari, mengambil satu setel pakaian. Kaos oblong dan celana kain. Rasa dingin ini makin lama makin tak tertahankan lagi, dan rambutku yang gondrong terus meneteskan air sisa keramas. Itu membuatku mendapatkan sebuah ide.


Keren!


Di depan kaca, aku mulai menggoyangkan kepala layaknya vokalis band metal yang sedang konser. Sayangnya leherku tiba-tiba keseleo, sehingga konser terpaksa dibatalkan. Untung saja tidak ada yang melihat itu.


Apanya yang keren? Dasar vokalis ringkih!


Selesai memakai pakaian, aku pergi berkaca sebentar. Hanya untuk merasa jengkel dengan selera busanaku yang terlalu kuno.


Mau bagaimana lagi?


Beberapa jenis pakaian yang kusuka sekarang sudah jarang di jual, sementara gaya busana terbaru kelihatan norak. Ya, ya, ya, aku berbohong. Semua orang tahu, aku hanya malas mengeluarkan uang untuk berdandan.


Setelah melihat ratusan pakaian di olshop dari ponsel pun, pada akhirnya tidak ada yang kubeli. Kalau belanja di pasar konvensional, pegawainya pasti sudah melempariku dengan manekin.


Sebenarnya ingin rasanya buru-buru menghadap komputer. Tapi terkadang aku ingin melakukan semua hal dalam satu waktu. Sambil menyalakan rice cooker, kupersiapkan sebungkus mie goreng instan dan juga mangkok plastik.


Perutku benar-benar sangat lapar, sampai-sampai membuatku menatap rice cooker beberapa saat. Sampai akhirnya kusadari menunggu air mendidih di depan rice cooker hanya membuatku terlihat seperti orang gila.

__ADS_1


Tanpa kita sadari, banyak hal bodoh yang ternyata sering kita kerjakan, misal; menggerakkan badan mengikuti konsol ketika main PS. Memukul gawai karena kalah main. Membanting barang karena marah. Atau repot-repot mengantri ke ATM, sebelum belanja di minimarket. Padahal kita bisa menggunakan kartu ATM itu secara langsung.


Lucu sekali! Mau berapa lama aku nongkrong tidak jelas di depan situ?


Untuk apa buang-buang waktu di sana, sementara masih ada kopi instan?


Begitu kulihat kedua gelas dalam keadaan kotor, aku hanya bisa menggeleng. D*mn! Terpaksa aku harus ke kamar mandi lagi.


......................


Perabotanku begitu terbatas. Aku hanya memiliki dua gelas kaca, dua piring porselen, satu mangkok plastik, serta dua biji sendok makan. Hal ini kulakukan untuk mensiasati kelakuan malasku. Tapi ketika saat seperti ini datang, semuanya jadi terasa menyebalkan. Seperti biasa, aku hanya bisa menggerutu di depan kran model baru, yang bisa berputar 360 derajat ini.


Kuputar pelan-pelan kepala kran karena biasanya akan copot, kalau aku terlalu kasar. Air mulai menyembur, dan kutengadahkan gelas beberapa saat. Setelah waktu terasa sudah cukup, kukeluarkan sisa air dari dalam gelas dan menyiram lantai, supaya bersih.


Sempurna! Masa bodohlah dengan sabun!


Aku sudah ingin menyeduh kopi, dan kugoyangkan gelas itu agar gelas semakin kering. Sekarang saatnya mengambil kopi instan saset, dan waktunya menuju dispenser.


Bubuk kopi saset yang menempel di dinding gelas, larut bersama air galon. Begitu tombol merah kutekan. Suara air panas yang berdecur benar-benar manis, diiringi melodi forte dentuman galon, yang menyempurnakan musik romantis ini.


Sungguh, Sonata karya Mozart pun, kalah merdu dengan alunan indah ini. Apalagi aromanya benar-benar menggugah selera. Erata, setelah browsing sebentar, ternyata Sonata itu karya Bethoven.


Bodo amatlah sama musik klasik! Musiknya benar-benar terlalu santuy, dan hanya membuat mata mengantuk. Itu benar-benar tidak, "Rock!"


Untungnya, kopi hari ini rasanya tetap nikmat seperti biasanya.


"Ini baru, Rock!"


Kuputar lagu-lagu tahun 90-an dan mulai menghadap keyboard.


Wait, this is not Rock at all!


Untungnya, tidak ada yang mendengar ini, karena lagu yang kuputar ternyata album ****** Band. Meskipun tidak ada siapa-siapa, aku benar-benar merasa malu.


......................


"Anyone know this?"


Aku mengunggah foto-foto yang kutemukan sejauh ini.


_____


(Boneka plastik, menyertakan detail tentang itu semua.)


^^^____^^^


Berdasarkan penelusuran, itu yang paling otentik.


Kuharap seseorang akan segera tanggap, bahwa aku sedang menelusuri kasus Anwar. Aku benar-benar ingin segera kembali ke kehidupan lamaku.


(@User666)


"Begin again?"


(@Dean)


"Everybody try to solve that everyday"


"If i knew something, the box must be gone right now!"


Mereka orang-orang lama. Selalu tahu hal baru, tapi tak terlalu perduli. Aku harus menunggu yang benar-benar tahu informasi soal kotak Anwar.


"I need to solve this as fast as i can"


Sebelum memulai pembahasan, aku menyiapkan beberapa jebakan karena firasatku sangat buruk. Di dalam kolom komentar, kuselipkan sebuah virus.

__ADS_1


Cara kerjanya sederhana, orang yang memasuki kolom komentar akan melihat beberapa iklan konyol.


Mereka tak bisa memsuki kolom komentar, kecuali membiarkan komputer mereka menayangkan iklan itu. Yang tak mereka sadari, itu bukan cuman sekedar iklan. Selagi itu berjalan, mereka secara tidak sadar tengah membiarkan sebuah aplikasi terinstall paksa.


And than, it's work! Puluhan orang yang terjebak.


Kini memiliki aplikasi mata-mata di dalam gawai mereka. Otomatis, ini membuatku bisa melihat aktivitas mereka.


......................


Sebenarnya, aku tak suka cara ilegal ini karena membuatku bisa terkena tuntutan hukum. Tapi keamananku dipertaruhkan.


Sidang online soal misteri Redbox dibuka pagi ini, dan kutemukan bedebah terselubung, bergabung dalam sidang tertutup itu diam-diam.


(@HolyLand)


"All you needed was glazed"


"Anwar videos, then everythink become clear!"


Dia adalah seorang gadis. Aku ingat dia, karena dia memang sering mengunjungi deep web. Kurasa hidupnya tertutup. Terlihat dari wajahnya yang datar dan berkacamata. Btw, aku tahu karena dia punya beberapa foto selfie di dalam komputernya.


(@ScreamLamb)


"Everyone know's, it been blocked!"


Sudah kuduga pria ini gila. Dia terobsesi dengan semua hal satanisme. Aku tak mendapatkan fotonya, tapi kurasa dia pria. Banyak sekali video dan foto menjijikkan yang dia konsumsi. Jika wanita, ini akan semakin menyeramkan.


(@Holmdark)


"The tape, lol! He didn't mean, an Anwar videos!"


"Everyone know's, his videos was ugly!"


Aku setuju dengan Si Pecinta misteri ini. Kurasa dia tak seberbahaya orang-orang sebelumnya. Di dalam komputernya kebanyakan berisi hal-hal berbau misteri.


(@CreepyMania)


"There are only a five copies. No body know' wether it really still exist"


"Someone who know was die, it's must will be a unsolved forever."


Cukup pintar. Dia sepertinya tahu kalau aku menyelipkan virus. Sudah kuduga. Ia langsung mematikan aplikasi mata-mataku dan masih berkomentar dengan tenang.


(@ShyLamb)


"Anyone wake up! He, was sent us a holy virus!"


"I found this fuc*ing apps was operating it self."


(@DarkLand)


"Hey all, check your connection, now!"


"He, (@ShyLamb) was not joking!"


Akhirnya ketahuan. Kumatikan aplikasi itu dan kujalankan diskusi lebih sehat. Aku menggunakan akun dummy saat itu, sehingga gampang keluar masuk. Tinggal restart komputer, kembalikan alamat serverku, lalu membuka anonim seperti biasa.


Sidang selesai, dan kudapatkan sebuah fakta mengerikan. Sungguh, itu tadi cukup menegangkan.


Dia menggunakan ponsel untuk menyelam, masuk ke dalam forum yang kubuat. Anehnya, dia tak berkomentar apa-apa.


Sejak pertama datang, dia cuman menyimak, sampai orang-orang meributkan soal virus yang kuselipkan.


Sekarang pertanyaannya, siapa dia, dan apa yang dia inginkan? Orang-orang berusaha mengungkap sebuah misteri di sana, tapi keparat ini hanya mengawasi.

__ADS_1


__ADS_2