
Seperti namanya, betting box merupakan sebuah kotak judi. Orang-orang tinggal memasang taruhan, lalu menunggunya dipecahkan. Jika selama sebulan kotak itu berhasil dipecahkan, maka uang yang dipasang akan digandakan.
Sebaliknya, kalau dalam sebulan tidak berhasil dipecahkan, maka uang yang telah mereka investasikan akan hangus. Dan selama masih belum dipecahkan, Redbox akan terus menaikkan jumlah hadiah, serta persentase taruhan.
Selain itu, mereka juga diperkenankan mencoba memecahkan misterinya, tanpa perlu membayar sepeser pun, alias gratis. Fitur inilah yang menarik orang-orang melakukan investasi jangka pendek.
Lantas, kenapa harus berjudi, kalau kotaknya saja gratis?
Seperti yang pernah kujelaskan, kotak reguler hanya memiliki 5 salinan yang pada akhirnya, tidak bisa bertahan sampai akhir. Kotak yang sudah tidak bisa didistribusikan ini pasti akan dijadikan free box. Tapi karena hadiah free box biasanya tidak sampai 20 USD, minat orang-orang jadi berkurang.
Sebagai contoh, kita hitung saja kotak premium yang kupecahkan sebelumnya. Untuk seseorang yang membeli, lalu berhasil memecahkannya, maka akan mendapatkan uang 250 USD.
Kalkulasinya sebagai berikut :
Diketahui :
100 USD modal (harga kotak premium itu sendiri), 200 USD bonus kemenangan (2 x 100), 50 USD pajak dan lain-lain.
Rumus :
Pengembalian modal + bonus kemenangan - modal awal - pajak.
Maka :
100 + 200 - 100 - 50 \= 150.
Jadi, kesimpulannya adalah, kotak itu awalnya berhadiah 150 USD. Tapi ketika menjadi barang gratisan, nilai hadiah barang itu berkurang menjadi 50 USD.
Lah, itu lebih banyak dari 20 USD?
Itu karena yang kupecahkan adalah premium box, sementara memecahkan kotak jenis ini, jauh lebih susah daripada mencari uban di kepala anak SD. Kotak-kotak seperti common dan rare yang tidak bisa dipecahkan saja, jumlahnya masih ada ribuan. Levelnya juga jauh lebih sulit dibandingkan kuis milyuner. Bahkan walupun kamu menggunkan opsi, 'call a friend,' sekalipun.
__ADS_1
Menyedihkannya lagi, kotak common yang tadinya berharga 10 USD, cuman dihargai 3 USD setelah menjadi kotak gratisan. Sementara, rare yang tadinya berharga 50 USD hanya dihargai 20 USD. Nah, untuk menyiasati adanya pemotongan hadiah besar-besaran itulah, sebuah sistem one for all dibuat.
Orang-orang bebas menginvestasikan uang ke dalam betting box dalam jumlah minimal 5 USD. Dengan menginvestasikan uang itu, maka mereka bisa mendapatkan keuntungan berupa hadiah penuh tanpa pemotongan, ketika berhasil memecahkannya. Bahkan walaupun gagal, mereka juga berkesempatan mendapatkan profit layaknya membeli sebuah kotak. Kalau ada yang berhasil memecahkannya dalam waktu sebulan.
Tidak cuman itu saja, sebagai kompensasi sistem pengembalian setengah modal yang ditiadakan, setengah dari uang para better yang hangus dalam betting bulan lalu, juga akan dijadikan bonus tambahan, bagi siapapun yang memecahkan kotak itu. Jadi pada intinya, sistem betting box digunakan untuk mengapresiasi sebuah kotak yang memiliki nilai misteri terbaik. Sistem judi hanyalah fitur tambahan saja.
......................
Sampai detik ini, 12.745 USD adalah rekor hadiah betting tertinggi. Kotaknya, bahkan, masih belum terpecahkan hingga sekarang. Satu USD yang kalian pasang untuk kotak itu, akan dihargai 25 USD oleh Redbox. Atau senilai dengan dua puluh lima kali lipat.
Benar-benar menggiurkan bukan?
Kotak Anwar yang kupecahkan, bahkan, tidak sampai setengahnya. Tapi meskipun bukan rekor betting terbesar, tetap saja jumlah itu membuatku merasa jadi sultan dadakan. Aku bahkan tidak keberatan mentraktir semua orang yang kutemui di jalan dan mengajak mereka semua berpesta, kalau saja proses pengiriman hadiah tidak perlu menunggu. Mereka bilang, proses transfer paling cepat dilakukan dalam 3 hari kerja. Selain itu, ada juga potongan yang harus dibayarkan.
Aku heran, kenapa situs ilegal harus bayar pajak segala?
Masa bodohlah. Uang itu hampir setara 100 juta. Kemungkinan aku masih bisa menikmati setengahnya. Dengan uang itu, upgrade komputer dan pindah apartemen adalah hal menyenangkan pertama yang akan kulakukan. Selamat tinggal kehidupan menyedihkan, selamat datang hidup senang.
......................
Dua hari lagi, dua hari lagi!
Sejak pagi, kalimat itu terus mendengung di kepalaku. Akibat terlalu lama tidak merasakan nikmatnya kebahagiaan, kurasa aku menjadi sedikit hiperaktif. Duduk tenang di ruang tamu pun, terasa bagaikan duduk di kursi pesakitan.
Tubuhku tidak mau diam, tanganku juga gatal memeriksa ponsel. Bisa-bisa aku jadi gila kalau terus-terusan begini. Kuputuskan memainkan beberapa permainan, sejenak melupakan semua ini. Untuk sekarang, anggap saja semua ini hanyalah mimpi indah belaka.
No, no, no, what are you talking about?
Aku pasti akan benar-benar gila, kalau semua ini cuman mimpi.
Tanganku tiba-tiba saja sudah meraih ponsel, menyentuh gambar aplikasi m-banking. Setelah mencubit pipi dan melihat jumlah saldo yang masih gurih-gurih kremes, aku membulatkan tekad untuk memainkan beberapa permainan.
__ADS_1
Just dont think it, anymore!
......................
Setelah beberpa permainan yang seru, akhirnya pikiranku teralihkan sepenuhnya. Enam permainan pun, berhasil kusudahi. Empat di antaranya, bahkan, berakhir dengan kemenangan yang manis. Mungkin itu memang bukan rekor terbaikku, tetapi hasil ini sudah cukup memuaskan.
Tak terasa, hari sudah gelap. Mataku juga perlu sedikit istirahat, jadi, kuputuskan membuat kopi sebentar. Sambil mengambil gelas, tanganku masih saja kepo dengan jumlah transferan. Hal itu memicu kecerobohan dan hampir membuat gelasku yang jumlahnya pas-pasan menjadi berkurang.
Senam jantung yang sangat tidak menyehatkan!
Itulah sebabnya, orang-orang selalu berpesan, ‘jangan bermain ponsel saat sedang mengerjakan sesuatu.’
How strange!
Di tengah pekerjaan menuangkan kopi saset, tiba-tiba suara derap langkah kaki terdengar dari berbagai penjuru. Aku menempelkan telinga menuju ke arah tembok, supaya suara itu terdengar semakin jelas.
Dinginnya tembok seketika membuat mataku terbelalak. Kepalaku seketika terangkat. Rasanya seperti membenamkan kepala di antara bongkahan es. Tapi sekali lagi, aksi itu kulakukan kembali, karena suara derap langkah kaki sebelumnya masih terdengar. Bahkan sekarang, aku mendengar dengan jelas, suara seseorang mengobrol.
Bisa kupastikan, mereka berdua adalah laki-laki. Itu membuatku sedikit jengkel, karena tidak mendapatkan hiburan. Bukan maksudku menguping, apalagi sedang bucin. Hanya saja, semua ini terasa janggal.
Tetangga kananku adalah seorang mahasiswi cantik, sementara sebelah kiri karyawan pabrik. Bagian depan halaman kosong tak menarik, sementara bagian belakang merupakan kamar mandi umum yang jarang diusik. Tapi suara ini benar-benar berisik.
Aku menempelkan telinga di tembok yang mengarah ke belakang. Itu artinya, suara ini berasal dari luar, berbarengan dengan suara jangkrik yang menderik. Sungguh, ini benar-benar sangat tidak menarik.
Tetanggaku yang cantik tidak pernah membawa teman laki-laki, sementara Si Karyawan sedang shift malam. Ada kemungkinan, tempatnya yang kosong dijadikan sarang main pedang-pedangan. Tapi masalahnya, kenapa melakukannya di luar? Lagipula, selama ini dia jarang membawa teman ke kos-kosan.
Tiba-tiba saja, firasatku menjadi tidak enak. Sekelebat sosok misterius terlihat mengintip ke arah jendela dan memeriksa keadaan kamarku. Anehnya lagi, orang itu memakai penutup kepala.
Jangan-jangan, rampok?
Rasa takut menyeruak bersama hembusan angin malam yang menerpa tubuhku. Rasanya itu tidak mungkin, tapi bulu kudukku berdiri tegak.
__ADS_1
Aku tidak memiliki barang ber... kurasa punya.
Seketika aku menoleh, teringat komputer rakitan superku. Harganya bisa mencapai puluhan juta, jika dalam keadaan baru. Tapi kalau incaran mereka memang benda itu, dari mana mereka tahu? I mean, aku merakitnya dari nol dan melakukannya satu-persatu.