Kristal

Kristal
Episode 11


__ADS_3

Malam pun tiba. Karena bertepatan dengan malam minggu, banyak orang-orang yang menghabiskan malam dengan orang yang mereka sayang. Seperti makan, atau pergi ke suatu tempat yang romantis.


Karin yang duduk di sebuah halte yang cukup jauh dari komplek rumahnya terlihat sedang menunggu seseorang sambil menikmati minuman kotak favoritnya.


Karin adalah penggemar minuman kotak. Dia sudah pernah mencoba semua minuman kotak yang ada. Dia selalu meminum minuman tersebut dikala bosan, nonton tv, menunggu seseorang atau hal lainnya. Dia habiskan dengan meminum minuman kotak.


Setelah cukup lama menunggu, sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti di halte tempat Karin menunggu.


Orang tersebut pun membuka kaca mobilnya, dan berkata "Hai." katanya.


"Aldi? Kamu beli mobil baru?" tanya Karin.


"Tidak. Ini mobil sudah lama, mobil yang semalam mogok." jelas Aldi.


Karin pun segera masuk ke dalam mobil, mereka pun beranjak pergi.


"Kamu bawa jaket kan?" tanya Karin.


"Bawa." jawab Aldi.


Ketika Karin dan Aldi jalan bareng, Aldi akan membawa jaket celana lee dan sebuah masker. Karena itu demi menutupi hubungan mereka. Bukan hanya Karin, Aldi juga memakai sebuah jaket dan masker untuk menutupi dirinya.


Mereka selalu pergi ke tempat-tempat yang tertutup. Seperti sebuah restoran yang ruangannya terpisah dengan pelanggan lain, atau mereka pergi ke tempat yang ASP Entertaiment adalah client mereka.


"Kita kemana?" tanya Karin.


"Kamu bilang mau ke tempat yang tertutup tapi aman dari berbagai macam orang, dan kamu juga ingin melepaskan masker dan jaket karena panas. Jadi aku akan ajak kamu ke Hot--" sebelum Aldi menyelesaikan perkataannya, dia pun langsung menerima tamparan keras dari Karin.


Aldi pun meminggirkan mobilnya dan bertanya "Kok kamu menampar aku sih?" tanyanya.


"Aku sudah bilang kan Aldi, aku lagi gak mau. Jadi tolong mengertilah, bisakan kita pacarannya yang biasa-biasa saja." kata Karin yang kesal.


Karena setiap saat ketika mereka keluar, hampir sembilan puluh persen, mereka berakhir dengan melakukan hubungan badan. Itulah kenapa Karin mulai kesal.


"Aku mohon Aldi." kata Karin.


"Ya, siapa yang mau ngajak kamu melakukan itu. Kan, kamu bilang gak mau. Jadi yaudah, aku ngajak kamu jalan." kata Aldi.


"Jalan ke hotel? Emang gak ada tempat lain, selain jalan ke hotel?" kata Karin.


"Heh? Ya, aku memang ngajak kamu ke hotel, cuman hotel miliknya ASP Entertament." kata Aldi.


"Ha?" kata Karin bingung.


"Ih, pikirannya jorok." kata Aldi dengan nada mengejek.


"Ya, habisnya, kamu yang sering mulai kan." kata Karin.


"Karena kamu mau lepas jaket dan masker, jadi yaudah, kita ke hotelnya ASP Entertaiment saja. Soalnya kan ada tempat hiburannya di lantai tiga. Dan aman. Karena mereka tidak akan berani memvideo atau melakukan apapun yang membuat hubungan kita ketahuan. Jadi, tempatnya ramai, dan aman." jelas Aldi.


"Berarti kita ke lantai tiganya." kata Karin.


"Ho'oh.." kata Aldi.


"Yaudah, maaf kalau gitu." kata Karin. Aldi pun mendekat dan mencium pipinya Karin.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju hotelnya ASP Entertaiment. Di perjalanan Karin pun bertanya ke Aldi soal kalung tersebut. Dia pun menceritakan semua hal yang terjadi.

__ADS_1


"Memang kalung itu dari Zings." kata Aldi.


"Terus kenapa kamu gak bilang sama aku?" kata Karin.


"Lah, kamu sendiri gak nanya apa-apa tuh sama aku." kata Aldi.


"Terserah." kata Karin. Aldi pun merangkul Karin. Karin pun bersandar di bahunya Aldi.


"Ngomong-ngomong, kamu bakal datang gak ke AFE?" tanya Karin.


"Kenapa?" tanya Aldi.


"Gak ada, nanya saja." kata Karin.


"Kamu datang?" tanya Aldi.


"Bisa jawab saja pertanyaan yang aku berikan gak sih." kata Karin.


"Em.., niatnya sih enggak." kata Aldi.


Mendengar yang dikatakan Aldi, Karin pun bertanya "Kenapa?" tanyanya.


"Karena malas." jawab Aldi.


"Malas? Kenapa malas, padahal setiap tahun, kalian selalu saja memenangkannya." kata Karin.


"Itulah kenapa aku malas." kata Aldi dengan pelan.


"Maksudnya?" tanya Karin bingung dengan pernyataan Aldi.


"Apa?" kata Aldi.


"Em.., em.." kata Aldi ragu untuk mengatakannya.


"Bilang saja, aku kan pa-pacar kamu." kata Karin.


"Pacar? Masa pacar gak pernah bilang sayang?" kata Aldi.


"Em.., sayang, kenapa kamu malas lihat anak-anak ASP mendapa--" sebelum Karin menyelesaikan perkataannya, Aldi langsung menyela dan mengatakan


"Ih, jijik." kata Aldi. Wajahnya Karin pun berubah drastis.


"Yaudah." kata Karin dengan nada jutek. Karin pun duduk dengan rapi dan tidak bersandar di bahunya Aldi sambil melihat ke arah jendela.


Aldi yang menyadari Karin marah, dia pun langsung kembali merangkul Karin. Karin pun menyingkirkan tangannya Aldi.


"Jangan marah dong, kan aku bercanda." kata Aldi. Karin tidak menjawab apa-apa, dia hanya diam dan tidak mengatakan sedikit pun kata-kata.


"Em.., kalau kamu sayang sama aku, silakan lihat jendela." kata Aldi. Karin tetap melihat ke arah jendela.


"Heh? Kamu beneran sa--" sebelum Aldi menyelesaikan perkataannya, dia pun berbalik dan menghadap ke depan.


"Jahatnya." kata Aldi. Karin pun sedikit tersenyum.


"Bilang dong, alasan kenapa kamu malas lihat anak-anak ASP juara." kata Karin kembali meminta Aldi untuk menjelaskan hal tersebut.


"Aku bukan malas melihat mereka juara, tapi aku takut bun." kata Aldi.

__ADS_1


"Bun?" kata Karin kaget mendengar cara Aldi memanggilnya.


"Iya, kita kan manggilnya ayah bunda." kata Aldi.


"Ih, apaan sih. Gak ada, manggilnya sayang atau yank aja." kata Aldi.


"Gak mau, ayah bunda." kata Aldi.


"Aldi!" bentak Karin.


"Bunda!" bentak Aldi.


"Ih.., Aldi stop." kata Karin.


"Bunda, bunda, bunda." kata Aldi.


"A-ayah." kata Karin.


"uwekkk.." ejek Aldi.


"Apaan sih." kata Karin kesal karena terus dipermainkan oleh Aldi.


Aldi pun tertawa melihat Karin yang kesal, dia lalu memeluk Karin dan mencium kepalanya Karin.


"Ini kalung, harusnya buat Fitri ya?" tanya Karin.


"Enggak. Itu memang buat kamu kok." ucap Aldi.


"Bisa serius dikit gak sih." kata Karin tidak percaya dan menganggap kalau Aldi hanya bercanda.


"Kalau gak percaya ya sudah." kata Aldi.


"Hadiah buat pernikahan aku?" tanya Karin.


"Tidak. Itu memang khusus buat kamu. Lihat saja kalungnya, ada tulisannya bukan?" kata Aldi.


Karin pun melepaskan kalung tersebut dan melihatnya.


"Gak ada. Serius dulu bisa gak sih. Apa jangan-jangan ini bekas Fitri." kata Karin.


"Kalau itu bekas Fitri, dia harusnya mengenal kalungnya bukan?" kata Aldi.


"Iya sih." kata Karin.


"Lihat aja yang benar." kata Aldi.


Karin pun kembali melihat kalung tersebut. Dan setelah cukup lama, dia pun melihat namanya terukir di rantainya.


Rantai tersebut memang tidak bertuliskan namanya Karin, tetapi rantai tersebut, kalau dilihat dengan benar, maka akan membentuk tulisan Karin.


"Aku ingat sekarang, kalung inikan namanya kalung Kristal." kata Karin dalam hatinya.


Kristal adalah kalung yang dikeluarkan oleh Zings, dengan tema kekasih rahasia.


.......


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung...


__ADS_2