Kristal

Kristal
Episode 13


__ADS_3

"Aku baru tahu kalau hotel Bee adalah milik Aldi." kata Karin dalam hatinya sambil menikmati minuman kotaknya.


"Eh, Karin." kata bu Yuli.


"Eh buk." kata Karin sambil tersenyum.


"Aldi mana?" tanya bu Yuli.


"Aldi, dia lagi ada urusan bentar." kata Karin.


"Selingkuhan ibu mana?" tanya Karin.


"Itu, istrinya nelpon. Jadi dia balik." kata bu Yuli.


"Hah, Dia sudah punya istri?" kata Karin kaget.


"Sudah." kata bu Yuli.


"Ibu kenal dimana itu?" tanya Karin.


"Dia itu teman ibu waktu Sma. Kami ketemu waktu ibuk lagi ada di minimarket, jadi keterusan." kata bu Yuli.


"Apanya?" kata Karin.


"Ya, itu." kata bu Yuli sambil ketawa.


"Jadi ibu mau pulang dong bentar lagi?" tanya Karin.


"Tidak dong, ibu nunggu yang lain." kata bu Yuli.


"Yang lain? Masih ada?" tanya Karin.


"Masih dong." kata bu Yuli.


"Uwah, hebat." kata Karin sambil mengacungkan jempol ke bu Yuli.


"Hebatan kamu lagi Rin. Kamu bisa dapetin Aldi loh." kata bu Yuli.


"Apaan sih." kata Karin.


"Merendah, kamu bisa nikahi abangnya, kamu juga pacaran sama adiknya. Hebat loh itu." kata bu Yuli.


"Oh iya bu, em.. Ibu beneran cinta sama mereka?" tanya Karin.


"Kalau ibu sih, cuman kebablasan aja. Kalau kamu?" tanya bu Yuli.


"Em.., saya gak tahu." kata Karin.


"Kamu beneran cinta sama Aldi?" tanya bu Yuli.


"Ih, apaan sih. Saya bilang gak tahu loh ibuk." kata Karin.


"Kenapa gak tahu?" tanya bu Yuli.


"Saya gak tahu buk, akhir-akhir ini, saya tiba-tiba merasa nyaman kalau bersama Aldi. Bahkan, saya menceritakan semua masalah yang saya hadapi dengannya. Masalah yang tidak saya ceritakan ke Raisor, saya ceritakan ke Aldi buk." jelas Karin.


"Itu berarti kamu sayang dong dengan Aldi." kata bu Yuli.


"Apaan sih buk." kata Karin.


"Karin, selingkuh bukanlah tempat untuk serius, selingkuh hanya untuk tempat pelampiasan atau hal lainnya, dan tidak ada yang namanya cinta dalam perselingkuhan. Jika kamu beneran cinta sama Aldi, ajak dia ngomong serius, dan jika cocok, suruh dia nikahi kamu. Karena kalau kelamaan, orang lain yang dapat nanti. Soalnya Aldi kan pemilik ASP, pasti banyak dong yang naksir." kata bu Yuli.


"Apaan sih buk... Lagian, saya memang menyuruhnya untuk mencari yang lain, jika dia dapat yang lain, ya, baguslah." kata Karin.


"Yakin?" tanya bu Yuli.


"Apa?" tanya Karin.


"Yakin gak papa kalau Aldi diambil sama orang lain, yakin? Anak ASP itu banyak loh yang naksir. Kalau sama orang biasa sih, gak masalah, memang harus jual mahal kitanya, tapi kalau sama anak ASP, ibu saranin jangan, soalnya banyak yang antri. Ibu permisi dulu ya, selingkuhan ibu yang lain sudah datang.. Da." kata bu Yuli.


"Da.." jawab Karin.


"Apaan sih bu Yuli. Gua yakin lah, masa enggak." kata Karin dalam hatinya.


Tidak beberapa lama, Aldi datang dengan dengan Ziya.


"Hai, sayang." kata Aldi.


"Ha-ii.." kata Karin bingung melihat seorang perempuan yang datang bersamanya.


"Hai mbak, saya Ziya sahabatnya Aldi, sekaligus karyawannya." kata Ziya.


"O-oh, saya Karin." kata Karin sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Aldi dan Ziya pun duduk bersebelahan..


"Mau pesan Zi? Biar gua panggil pelayanannya?" kata Aldi.


"Elo yang bayari ya?" kata Ziya.


"Dih, apaan sih." kata Aldi.


"Gua udah ngasih lo banyak uang loh Di, masa makanan yang harganya tujuh puluh sampai dua ratus ribu paling gede, masa gak bisa?" keluh Ziya.


"Nyesel banget gua ngajak lo ke sini tadi." kata Aldi.


"Bayarin ya.. Aldi, bayarin.." kata Ziya sambil manja dengan Aldi.


"Apaan sih Ziya, jijik tau." kata Aldi.


"Bayarin.." kata Ziya.


"Yaudah gua bayarin. Pesan aja sesuka lo." kata Aldi.


"Ih baiknya." kata Ziya "pesankan lah." sambung Ziya.


"Dih ngelunjak. Pesanlah sendiri." kata Aldi kesal. Ziya dan Aldi pun terus tertawa bareng tanpa mengikut sertakan Karin.


Karin hanya melihat mereka berdua saling bercanda satu sama lain.


Beberapa menit kemudian..


"Gua pulang dulu ya Di." kata Ziya.


"Mau gua antar gak?" ucap Aldi.


"Enggak, gak usah." kata Ziya.


"Gak papa, ayo." paksa Aldi.


"Em., itu mbak Karin, gimana?" tanya Ziya.


"Em.., Karin naik taksi aja. Gak papakan sayang? Kalau aku nganterin kamu, ketahuan takutnya yank." kata Aldi.


"Mmm.. Gak papa kok. Yaudah, aku pulang ya." kata Karin. Dia pun mulai berdiri.


"Mm.. Hati-hati ya. Ada ongkosnya kan?" kata Aldi.


"Mmm.. Da." kata Aldi.


"Da." kata Karin. Karin pun pergi meninggalkan Aldi dan Ziya.


Pada saat di lift, Karin mengusap air matanya yang jatuh.


"Gua kenapa sih. Gua harusnya senang dong. Aldi akrab dengan Ziya, itu berarti kan ada kesempatan buat mereka pacaran. Kenapa di saat ini gua malah cemburu.." kata Karin dalam hatinya.


Air matanya terus terjatuh, hatinya terasa sesak, kalung yang dia pakai dilepas olehnya dan dilemparkannya.


Setelah beberapa menit, lift pun terbuka, dia pun keluar dari lift dan mencari sebuah taksi.


"Ini kenapa sih air mata gak bisa berhenti." kata Karin.


"Kenapa sih, kenapa di saat seperti ini aku malah cinta dengannya, kenapa di saat seperti ini." kata Karin.


Tiba-tiba..


"Ha?" kata Karin kaget. Dia dipeluk dari belakang oleh Aldi.


"Maaf yank." kata Aldi.


"E-em.., maaf kenapa?" tanya Karin.


"Tadi aku hanya bercanda, aku minta maaf ya." kata Aldi.


"Minta maaf buat apa?" kata Karin yang berusaha menahan air matanya.


Sebuah taksi pun berhenti.


"Awas, aku mau pulang, taksinya sudah datang." kata Karin.


"Pak gak jadi pak." kata Aldi.


"Kenapa?" tanya Karin.


"Gak jadi pak, maaf ya." kata Aldi.


"Aldi, ini udah jam sepuluh, nanti nyari taksinya susah." kata Karin.

__ADS_1


"Yank, maaf. Aku berca--" di saat Aldi ingin menjelaskan, seorang supir taksi pun bertanya


"Mas, mbak jadi gak sih ini taksinya?" tanya pak supir.


"Kan sudah dibilang gak jadi pak. Jangan gitu dong.." kata Aldi kesal.


"Terus kenapa saya di stop pak." kata pak supir.


"Ya maaf. Udah deh pak, saya mau jelaskan dulu ini. Kekasih saya lagi ngambek loh pak." kata Aldi.


"Apaan sih." kata Karin.


"Mbak, udah mbak gak usah didengar, mari saya antar mbak." kata pak supir yang masih berusaha.


"Wah cari ribut nih orang. Bentar ya sayang ya." kata Aldi. Karin pun langsung menghentikan Aldi.


"Aldi jangan." kata Karin.


"Lagian si bapaknya bawel banget yank, udah dibilangin gak jadi, masih aja maksa." kata Aldi kesal.


"Saya nyari uang mas, dari pagi sampai sekarang, saya masih narik ini." jelas pak supir.


"Eh, pak. Asal bapak tahu ya, saya sudah lama cinta sama kekasih saya pak. Saya bahkan sampai dihajar oleh pacarnya mantan saya pak, karena gara-gara saya lebih milih kakaknya daripada pacar saya pak. Bapak pikir mendapatkan kekasih saya ini, gampang." kata Aldi.


"Ha? Maksudnya?" kata Karin.


"Eh?" kata Aldi. Dia secara tidak sengaja mengatakan bahwa dia lebih milih Karin daripada Fitri.


"Tuh kan pak, senang bapak sekarang pak?" kata Aldi kesal.


"Em.., pak maaf. Ini uang ganti karena saya gak jadi naik, ayo kita bicara Aldi." kata Karin.


"Yank, Baru beberapa episode. Masa udah gini." kata Aldi.


"apaan sih, gajelas." kata Karin. Dia pun menarik Aldi kembali ke dalam Hotel.


Mereka pun pergi ke cafe rooftof yang ada di hotel Bee.


"Jelaskan apa yang menyebabkan kamu putus dengan Fitri?" tanya Karin.


"Em.., aku boleh mesan dulu gak sih?" tanya Aldi.


"Bisa serius gak, kalau gak bisa, aku pulang nih." ancam Karin.


"Jangan dong." kata Aldi.


"Yaudah, jelasin sekarang." bentak Karin sambil menggbrak meja. Semua orang pun melihat ke arah mereka.


"Apa yang kalian lihat?" tanya Karin ke orang-orang. Mereka pun langsung dengan cepat mengalihkan pandangannya.


"Jawab!" kata Karin ke Aldi.


"Iya, jangan marah-marah dong." kata Aldi.


"Makanya jawab." kata Karin.


"Iya, aku putus dengan Fitri gara-gara aku ketahuan suka sama kamu." kata Aldi.


"Kamu ketahuan suka sama aku?" tanya Karin.


"Iya, Kamu perlu flashback gak?" tanya Aldi.


"Aku pulang ya Aldi?" kata Karin.


"Jangan dong, kan aku udah jelasin." kata Aldi.


"Makannya serius. Gak usah bercanda dulu, pakai flashback-flashbackan segala, emang kamu pikir ini novel? Serius dulu bisa gak sih." kata Karin.


"Bisa." kata Aldi.


"Terus, kamu ketahuan suka sama aku, emangnya kita pernah ketemu ya?" tanya Karin.


"Pernah." kata Aldi.


"Dimana?" tanya Karin.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2