Kristal

Kristal
Episode 21


__ADS_3

Setelah selesai makan, Raisor pun mengantar Silvy pulang ke rumahnya. Di perjalanan Raisor bertanya soal Kaifa ke Silvy.


"Gimana hubungan lo dengan Kaifa?" tanya Raisor.


"Gimana apanya?" tanya Silvy bingung.


"Ya, udah jadian apa belum?" tanya Raisor.


"Apaan sih, Gua hanya temenan doang Rai." jelas Silvy.


"Jahat banget sih lo. Di php in loh anak orang." kata Raisor.


"Gua gak ada php in siapa pun Rai. Gua hanya temenan dengan Kaifa. Kami gak ada apa-apa." kata Silvy.


"Tapi kan, kalian kemana-mana berdua." kata Raisor.


"Rai, itu Winzer sama Safa kemana-mana berdua tuh, gak jadian mereka. Bahkan Safa bilang tuh di media, kalau dia tidak tertarik dengan cowok-cowok yang ada di komunitasnya untuk dijadikan pacar apalagi suami." kata Silvy.


Safa adalah bagian dari komunitas Bintang Star Nine9, dia juga pemilik perusahaan SFa Entertaiment yang bergerak di bidang kecantikan, seperti membuat alat-alat kecantikan.


"Menurut lo, Safa jahat gak sih?" tanya Raisor.


"Enggak, kenapa jahat?" tanya Silvy.


"Ya, kan dia bilang itu ke media." kata Raisor.


"Apa yang salah dari situ? Dia ditanya, ya, dia berhak menjawabnya dong. Lagian, setiap orang punya seleranya masing-masing. Mereka berhak untuk memilih." kata Silvy.


"Terus, apa lo sama dengan Safa?" tanya Raisor.


"Biarkan waktu yang menjawabnya." kata Silvy sambil tersenyum.


"Berarti ada?" tanya Raisor.


"Gua gak tahu." kata Silvy sambil tersenyum.


"Siapapun itu, semoga kalian bisa bersama." kata Raisor.


"Semoga." kata Silvy.


Di tempat lain, Di ASP Entertaiment. Rina ya sedang terlihat lelah berada di kantin sambil makan mie goreng yang dia pesan.


Pada saat dia lagi makan, tidak lama dia di datangi oleh seorang laki-laki.


"Hai, cewek." kata pria tersebut. Rina tidak menjawab apa-apa, dia hanya melihat pria tersebut dengan sinis.


"Uuuh, tatapannya itu loh. Udah gua bilang, Rin, lebih baik lo jadi aktris di ASP, daripada jadi penanggung jawab penyanyinya ASP. Lo gak mau dengar kata gua. Nah, lihat sekarang, lo malah diturunkan menjadi manajernya Aina. Kasihan banget sih loh." kata pria tersebut meledek Rina.


Rina pun mengalihkan pandangannya dan melanjutkan makannya.


"Semenjak jabatan lo turun, lo jadi pendiam ya. Apa jangan-jangan lo steres ya? Rin, elo memang tidak pantas berada di jabatan itu, jadi gak usah stres segala lah.." kata pria tersebut.


Pria tersebut mendekati Rina dan mengambil minuman yang ada di dekatnya Rina, lalu menumpahkan minuman itu ke Rina.

__ADS_1


Pria tersebut pun langsung memegang wajahnya Rina dengan kuat, dan berkata "Seharusnya ASP langsung saja memecat lo, karena apa, karena lo memang tidak dibutuhkan di sini." katanya.


"Silakan kembali ke asal lo." kata pria tersebut. Dia pun langsung melemparkan makanannya Rina ke badannya Rina. Pria tersebut pun pergi meninggalkan Rina.


Rina langsung membersihkan makanan yang berada di tubuhnya tersebut.


"Bu Rina?" kata Aina. Rina pun melihat Aina. Dia hanya diam dan melanjutkan membersihkan makanan yang masih lengket di bajunya tersebut.


Aina pun mendatangi Rina dan membantunya membersihkan makanan yang lengket tersebut.


"Sudah kamu kerjakan saja kerjaan kamu, saya bisa sendiri kok." kata Rina. Aina yang sekarang diam dan tidak mempedulikan perkataannya Rina.


"Aina, Aina kamu dengar gak sih?" kata Rina.


"Kalau urusan pekerjaan, ibu boleh mengatur saya, tapi kalau urusan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, ibu tidak punya kuasa memerintah saya." kata Aina.


"Terserah kamu lah." kata Rina. Mereka pun pergi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya Rina.


Sambil menunggu Rina mengganti bajunya, Aina pun bertanya ke Rina apa yang terjadi dengannya.


"Bu Rina, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Aina.


"Itu bukan urusan kamu Aina, ini urusan saya. Kamu fokus saja dengan program yang sudah di buat." kata Rina.


"Tapi buk.." kata Aina yang masih khawatir.


"Aina!" bentak Rina.


"Maaf bu." kata Aina.


"Baik bu." kata Aina.


Keesokan harinya, di ASP Entertaiment. Seluruh manajer dari penyanyi ASP berkumpul di ruang rapat utama, mereka menunggu kedatangan seorang penanggung jawab penyanyi ASP yang baru.


"Eh, Rina. Kok lo masuk ke sini sih?" tanya manajer dari grup musik Hearts (salah satu grub musik di ASP Entertaiment).


"Maaf, gua tidak mengenal lo, jadi jangan sok akrab sama gua." kata Rina.


"Eh! Mulut lo dijaga bisa gak? Elo bukan atasan kami lagi, jadi jangan macam-macam lo." kata manajer grup musik Hearts.


"Kalau gua macam-macam emang kenapa?" tanya Rina.


Manajer grup musik Hearts marah dan kesal mendengar perkataan dari Rina. Dia pun berdiri dan mengggbrak meja. Rina yang tidak ingin tinggal diam, berdiri.


"Jangan main-main sama gua Rina. Elo harus tahu posisi lo." kata manajer grup musik Hearts.


"Posisi? Elo dan gua sama-sama manajer, jadi gak usah sok hebat." kata Rina.


"Sama? Eh Rina, grup musik Hearts adalah grup musik terbaik di ASP, jadi jangan bilang kalau posisi kita sama." kata manajer grup musik Hearts.


"Eh, asal lo tahu ya. Kalau mau sombong, silakan, tidak ada yang melarang lo tapi.. Jangan menyombongkan prestasi orang lain. Kalau lo personil atau pelatih dari Hearts, mungkin boleh, cuman.. Elo hanya manajer, jadi tidak usah banyak bicara." kata Rina.


Para manajer lain pun mulai menenangkan kedua belah pihak, karena sudah berada di puncak emosi mereka.

__ADS_1


Tidak beberapa lama, Cristy pun masuk ke dalam ruangan rapat.


"Taruh sini aja buk." kata Cristy ke buk kantin.


Buk kantin pun meletakkan makanan ke atas meja yang akan diisi oleh penanggung jawab penyanyi ASP yang baru.


Tidak beberapa lama, seorang wanita cantik masuk ke ruangan rapat. Cristy pun mengisyaratkan untuk semua orang berdiri. Semua orang pun berdiri.


"wah, cantik banget ya." kata manajer dari grup XNY.


"Iya, cantik banget kan." kata manajer dari Abi (penyanyi solo).


"Dia bukannya.." kata Rina.


"Maaf ya, gua telat." kata perempuan tersebut.


"Gak papa. Soalnya jalan anggrek juga lagi diperbaiki kan? " kata Cristy.


"Iya, gua harus mutar dulu soalnya. Ya, itu gak bisa dijadikan alasan sih, ya.. Pokoknya gua minta maaf ya?" kata perempuan tersebut.


"Iya, gak papa." kata Cristy.


Perempuan tersebut pun duduk sambil melihat ke arah para manajer.


Cristy pun membuka acara rapat tersebut.


"Selamat pagi menjelang siang semuanya.." kata Cristy.


"Pagi menjelang siang.." ucap semua orang.


"Baik, rapat kali ini kita mulai. Rapat kali ini perkenalan penanggung jawab penyanyi ASP yang baru dan sekaligus membicarakan nasib para penyanyi ASP ke depannya." kata Cristy.


"Jadi, saya persilakan kepada Venya dengan segala hormat." kata Cristy.


"Selamat siang semuanya.." kata Venya.


"Selamat siang.." ucap semuanya.


"Perkenalkan, nama saya Venya." kata Venya.


Venya adalah pengganti penanggung jawab penyanyi ASP yang baru. Venya adalah sahabat Aldi sejak kecil, sebelum dia dipanggil untuk menggantikan jabatan yang ditinggal oleh Rina, dia berprofesi sebagai seorang model.


Namun, Venya juga tidak asing dengan kata musik. Suaranya yang merdu tidak akan pernah ada satu orang yang akan meragukan kemampuannya.


Sudah banyak tawaran yang masuk ke Venya, entah itu sebagai seorang penyanyi, pelatih, atau bahkan sebagai seorang penanggung jawab, namun tidak ada satu pun tawaran yang dia terima.


Dia bahkan mengatakan ke media "Saya tidak ingin menjadi penyanyi, pelatih, apalagi sebagai seorang penanggung jawab, cuman.. Saya akan memikirkan tawaran tersebut, jika ASP Entertaiment yang meminta." kata Venya saat di wawancara dua belas tahun yang lalu.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2