
Venya pun mendatangi ruangan konferensi pers, untuk pengenalan di media setelah melakukan pertemuan di ruangan rapat.
Venya pun masuk ke dalam ruangan konferensi pers, semua wartawan langsung memoteretnya.
Venya pun mulai duduk.
"Selamat siang semuanya.." sapa Venya.
"Selamat siang mbak." ucap semua wartawan.
"Kita langsung buka saja, jika ada yang ingin bertanya dipersilakan." kata Cristy.
"Mbak Venya, apa alasan mbak menerima tawaran dari ASP?" tanya seorang wartawan.
"Em.., saya sudah bilang beberapa tahun yang lalu kan, kalau ASP yang minta maka saya akan memikirkannya." jawab Venya.
"Apakah alasannya karena mbak sama Aldi adalah sahabat mbak?" tanya wartawan yang lain.
"Ya, karena saya dan Aldi adalah sahabat, ya.. ketika dia meminta saya, maka saya akan mempertimbangkannya. Jadi, pada saat dia meminta saya, ya.., saya dengan senang hati menerimanya. Lagian, ASP kan, bukan perusahaan sembarangan lah." kata Venya.
"Apa target mbak kedepannya mbak? ASP punya standar yang tinggi loh mbak, apakah mbak yakin bisa memenuhi standar tersebut?" tanya wartawan.
"Saya tahu banget soal standar dari ASP. Bahkan, sebelum ASP seterkenal sekarang, saya sudah tahu standar mereka itu, bukan standar ecek-ecek." jelas Venya.
"Terus mbak, sebentar lagi acara AFE, dimana kabarnya Aldi akan datang ke acara tersebut. Dan, ASP juga kabarnya mendapatkan jatah tampil, dan karena hal tersebut banyak protes yang dilayangkan baik itu dari pihak perusahaan yang tidak menerima jatah tampil, maupun dari para warganet, menurut mbak, bagaimana?" tanya wartawan tersebut.
"Saya tidak memikirkan soal itu ya, ya saya akan mulai membentuk, dan saya juga sudah ngobrol dengan manajer dan pelatih yang penyanyinya akan tampil. Jadi, saya tidak punya waktu untuk memikirkan sesuatu yang tidak berguna seperti itu." jelas Venya.
"Terus, Penyanyi ASP prestasi mereka merosot akhir-akhir ini, apakah mereka bisa membuat orang-orang terpana pada saat acara AFE?" tanya wartawan.
"Kenapa tidak." kata Venya percaya diri.
"Apalagi Aldi juga bakal hadir, apakah itu tidak apa-apa?" tanya wartawan.
"Apakah kamu bakal meliput acara AFE nanti?" tanya Venya.
"Saya belum tahu, kalau saya ditugaskan meliput AFE maka saya akan meliput AFE." jelas wartawan tersebut.
"Kalau begitu, em.. kamu dari mana?" tanya Venya.
"Dari berita harian entertain, mbak." jawab wartawan tersebut.
"Nama kamu?" tanya Venya.
"Nama saya Alfin." jawab wartawan tersebut.
"Baik, kepada Berita Harian Entertain, saya ingin meminta dengan segala hormat, karyawan kalian yang bernama Alfin, mohon ditugaskan untuk meliput acara AFE nanti. Sekian permohonan saya sebagai seorang penanggung jawab penyanyi ASP Entertaiment, untuk dipenuhi permohonannya. Terimakasih atas pengertiannya." kata Venya.
"Ada lagi yang ingin bertanya?" tanya Venya.
"Tidak mbak, terimakasih." kata semua orang.
Akibat pertanyaan tadi, para wartawan berita jadi tidak mau lagi bertanya, karena suasana mulai tidak enak.
"Kalau begitu, terimakasih." kata Venya. Dia pun berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
Acara konferensi pers pun selesai, kamera pun mulai di matikan.
"Elo ngapain sih, nanya kayak gitu?" tanya wartawan yang berada di samping Alfin dengan kesal.
"Ya gua kan wartawan, tugas gua nanya-nanya, apa yang salah dari situ?" tanya Alfin.
"Apa yang salah? Yang salah pertanyaan lo!" bentak wartawan tersebut.
"Kan gua udah bilang, gua wartawan, tugas gua nanya-nanya." kata Alfin.
"Eh, lo berapa lama sih berada di dunia jurnalis?" tanya seorang wartawan lainnya.
"Gua, gua baru, baru dua bulan." kata Alfin.
"Dua bulan?" kata wartawan yang kaget.
"Ya, kenapa? Ada yang salah dari situ?" tanya Alfin.
Tiba-tiba..
"Permisi." kata seorang wanita.
Semua orang pun melihat ke arah wanita tersebut, suasana yang tadinya berisik, hening seketika.
"Sa-saya mbak?" kata Alfin.
"Uwah, ada mbak Ziya.. Dia sudah balik ke Forhes? Ah.., makin cantik saja." kata Alfin dalam hatinya. Dia sangat histeris melihat Ziya yang tiba-tiba saja berada di depannya.
Alfin sangat mengidolakan Ziya. Alasannya menjadi wartawan, agar dia bisa bertemu langsung dengan Ziya. Karena Ziya bukan talent ASP, dia sangat sulit untuk ditemui oleh para fansnya.
Pada saat konferensi pers dilakukan di ASP Entertaiment, banyak wartawan yang ingin datang, selain untuk meliput berita, mereka juga ingin bertemu dengan para idola mereka.
Yang sering diminta foto, selain para talennya ASP itu pun jarang, karena tidak bisa langsung bertemu karena sibuk, latihan atau apapun itu.
Kalau karyawannya ASP, yang sering diminta berfoto bersama adalah
Ziya, seorang wakil direktur dari ASP Entertaiment.
Nayla, seorang penanggung jawab Filmnya ASP Entertaiment.
Dan..
Aila, seorang sutradara dari ASP Entertaiment.
Mereka bertiga selalu dicari untuk diminta berfoto bersama.
Alfin yang ingin bertemu dengan idolanya, yaitu Ziya, akhirnya bertemu dan bertatapan langsung dengan Ziya, tanpa harus antri dan tanpa harus mengeluarkan sepeser uang untuk berfoto.
"Sa-saya mbak?" tanya Alfin.
"Ya, kamu." kata Ziya.
"Ada apa mbak?" tanya Alfin. Dia terlihat sangat bahagia bisa bertemu dengan Ziya.
Tiba-tiba..
__ADS_1
"Ziya.." panggil seorang wanita.
Mereka pun melihat ke arah sumber suara, dan yang memanggil Ziya adalah Venya.
"Venya.." kata Ziya.
"Gak usah ngomong apapun. Em.., ini saya sudah buat surat undangannya, tolong hadir ya." kata Venya sambil memberikan undangan tersebut.
"Ve.." kata Ziya.
"Ssstt.., saya permisi semuanya." kata Venya dan menarik Ziya keluar dari sana.
Di taman ASP Entertaiment
"Elo ngapain ngehalangin gua?" tanya Ziya yang kesal.
"Eh, Ziya. Udahlah, tenang saja. Hal tersebut pasti menarik perhatian banyak orang, jadi jika kita bisa tampil baik di acara nanti nama ASP, akan naik." jelas Venya.
"Tapi kan.." kata Ziya.
"Sssstttt, udah itu urusan gua. Oh iya, btw, Aldi mana?" tanya Venya.
"Dia, em..., tuh." kata Ziya.
Aldi yang habis bicara dengan adiknya di taman, di kagetkan dengan Venya yang berlari ke arahnya.
"Aldi!" teriak Venya.
"Hai.." kata Aldi. Venya pun langsung memeluk Aldi.
"Ih, lo tambah jelek aja ya sekarang." kata Venya.
"Tsk, bercanda lo dari dulu sampai sekarang gak pernah asik ya." kata Aldi.
"Gua kangen banget sama lo Di.." kata Venya.
"Sama, gua juga. Btw, elo tambah gendut ya?" kata Aldi.
"Masa iya sih?" tanya Venya.
"Tsk, gak asik ah.." kata Aldi beranjak pergi.
"Ih, apaan sih, gajelas banget tau gak.." kata Venya tertawa.
Ziya yang melihat mereka dari jauh pun berkata "Kalau sampai mbak Karin lihat, dia marah gak ya?" tanya Ziya dalam hatinya.
"Apa gua kasih tahu mbak Karin aja ya?" kata Ziya dalam hatinya.
.......
.......
.......
...Bersambung...
__ADS_1