Kristal

Kristal
Episode 16


__ADS_3

Karin yang sedang tersenyum melihat fotonya Aldi, dikagetkan dengan kedatangan Raisor yang secara tiba-tiba. Alhasil teleponnya terlepas dari tangannya dan terhempas ke bawah.


"E-eh Rai." kata Karin yang langsung mengambil teleponnya.


"Maaf yank, kamu kaget ya?" kata Raisor.


"Kamu datang jangan tiba-tiba bisa gak sih." kata Karin.


"Maaf yank. Kamu lagi ngapain sih, sampai gak sadar kalau aku datang?" tanya Raisor.


"Cuman duduk doang." kata Karin.


"Oh gitu." kata Raisor sambil memeluk Karin dari belakang.


Raisor pun tidak sengaja melihat ke arah telinganya Karin.


"Kamu, beli anting baru?" tanya Raisor.


"Oh, iya. Lebih tepatnya sih di kasih sama Sila." kata Karin.


"Oh gitu, cantik loh yank. Mahal kan pasti ini?" tanya Raisor.


"Kata yang lain sih iya." kata Karin.


"Kok, kamu akhir-akhir ini sering pakai barang yang harganya fantastis sih? Ya, aku sih gak papa. Apa ada hal baik yang terjadi akhir-akhir ini?" tanya Raisor.


"Gak juga, kebetulan aja yank. Kalung yang aku beli ternyata buatan Zings, tiba-tiba Sila ngasih aku anting, ya.. Hanya sebuah kebetulan." kata Karin.


"Oh gitu. Em.., aku boleh dong membelikan kamu barang yang mahal juga?" tanya Raisor.


"Ngapain? Yank, aku pakai kalung karena aku suka sama barangnya. Terus anting, Sila beliin aku, dan mana antingnya mahal lagi, masa iya aku copot. Udah lah gak usah ikut-ikutan ah." kata Karin yang kesal.


"Tapi, aku agak cemburu sih." kata Raisor.


"Rai, tolong dong. Kamu bukan baru kenal satu hari saja kan sama aku? Jangan ngomong yang aneh-aneh dong sayang. Udah ah, aku mau tidur." kata Karin.


Karin pun pergi masuk ke kamar meninggalkan Raisor sendirian di balkon.


Pukul sepuluh pagi, kantor ASP Entertaiment di datangi oleh Sari. Satpam dari kantor ASP pun mendangi dan bertanya kepada Sari.


"Buk Sari, ada keperluan apa bu?" tanya pak satpam.


"Saya ingin bertemu dengan Aina, mbak Ziya dan Aldi pak. Apakah boleh saya masuk pak?" tanya Sari.


"Maaf buk, kalau pak Aldi sama mbak Ziya lagi keluar kota buk, ada urusan pekerjaan. Kalau Aina ada buk. Cuman Ainanya lagi syuting buk." jelas pak satpam.


"Saya nunggu aja pak gak papa. Tapi saya boleh ketemu kan pak?" tanya Sari.


"Ibu udah ada janji sebelumnya?" tanya pak satpam.


"Belum ada pak. Soalnya saya sudah menghubungi Aina, dan buk Rina, tapi belum ada jawaban pak." jawab Sari.

__ADS_1


"Soalnya mereka lagi ngerjain program baru bu. Em.., saya coba tanya dulu ya bu, sama buk Rina." kata pak satpam.


"Boleh pak, Silakan. Saya minta tolong banget ya pak." kata Sari.


"Sama-sama bu Sari." Pak satpam pun pergi ke ruangannya Aina untuk bertanya.


Setelah beberapa menit Sari menunggu, akhirnya pak satpam pun muncul.


"Bagaimana pak? Apakah saya diizinkan untuk bertemu?" tanya Sari.


"Maaf buk, gak bisa. Ibu harus buat janji dulu. Dan hari ini Aina dan timnya juga lagi sibuk bu. Mereka lagi menyusun lagu baru, dan program-program baru bu." jelas pak satpam.


"Begitu ya pak?" kata Sari.


"Iya bu, maaf." jawab pak satpam.


"Enggak papa pak." kata Sari. Dia pun pergi dengan perasaan kecewa.


Sari pun berhenti di sebuah bundaran, dia turun dari motornya dan duduk.


"Apa yang harus gua lakukan sekarang?" kata Sari dalam hatinya.


Tiba-tiba di saat dia sedang meratapi kesedihannya, ada seorang pria menghampirinya.


"kak Sari?" kata pria tersebut.


"Dewa?" kata Sari.


Dewa adalah talennya ASP, dia sebagai aktor di ASP Entertaiment.


"Em., kak, kakak gak papakan?" kata Dewa.


"Enggak, gak papa. Kamu gak kerja?" tanya Sari.


"Ini mau pergi kak, em.. kita ke warung dekat situ yok kak." ajak Dewa. Dewa dan Sari pun mampir ke sebuah warung yang di dekat situ.


Sari pun menjelaskan semuanya kepada Dewa apa yang terjadi kepadanya.


"Kakak bingung harus apa Dewa." kata Sari sambil meneteskan air matanya.


"Em.., kakak sudah menghubungi petingginya ASP? Kayak Aldi, mbak Ziya ataupun kak Cristy?" tanya Dewa.


"Belum, kakak baru menghubungi bu Rina dan Aina, namun tidak ada balasan dari mereka. Kakak mengerti kok, mereka kan lagi sibuk. Tapi, kakak sangat ingin menyelesaikan masalah ini. Kakak juga belum ada kerjaan pengganti, biaya berobat suami kakak juga harus di setor dua minggu lagi, anak kakak juga harus bayar uang sekolah." jelas Sari.


"Berobat? Emang suami kakak kenapa?" tanya Dewa.


"Suami kakak terkena kanker stadium satu, dia harus menjalani perawatan rutin di rumah sakit." jawab Sari.


"Em.. kak." kata Dewa.


"Mmm.." kata Sari.

__ADS_1


"Aku gak bisa janji kak, tapi, aku akan ngomong dengan Aldi, mbak Ziya ataupun yang lainnya. Aku akan berusaha agar pihak ASP menarik laporannya. Tapi, saya gak janji loh ya kak." kata Dewa.


"Gak usah, Kamu baru jadi aktornya ASP, jadi jangan buat masalah ya." kata Sari.


"Tapi kak, aku gak mungkin biarkan kakak kayak gini." kata Dewa.


"Dewa, ada saatnya dimana kamu harus mendahulukan diri kamu sendiri. Membantu orang lain memang bagus, cuman, jangan korbankan diri kamu, untuk membantu orang lain." kata Sari.


Tiba-tiba datang seorang wanita mendekati Dewa dan Sari.


"Biar saya saja yang membantu." kata wanita tersebut. Sari dan Dewa pun kaget.


"Saya bukan talent ataupun karyawannya ASP, saya akan membantu anda, atas nama saya sendiri." kata wanita tersebut "bagaimana, anda mau kan?" sambungnya.


Di ASP Entertaiment, seluruh penyanyi grub atau solo musik dari ASP yang diundang ke acara AFE sibuk berlatih lebih keras. Karena mereka mendengar bahwa bos mereka, yaitu Aldi, akan menghadiri acara tersebut.


"Yo, satu, dua, satu dua." kata pelatih musik grup Na (salah satu grub musik ASP Entertaiment).


"Tya, gerakannya jangan kaku." kata pelatih musik grup Na (dibaca en, e).


"Siap kak." kata Tya (salah satu personil Na).


"Ayo, ayo.. Jangan buat malu kalian." kata pelatih musik grup Na.


Sementara itu, para aktor dan aktris ASP yang stres setelah mendengar kabar kalau Aldi akan menghadiri acara AFE.


"Mbak Ziya yang ikut saja, sudah membuat kita panas dingin, apalagi kalau Aldi yang datang." kata Ella.


"Btw, film kita, baguskan ya?" tanya April.


"Pril, akting gua, bagus gak, waktu main film itu?" tanya Ella.


"Gak tahu, kalau pun gua bilang bagus, kalau kita kalah bagus dengan yang lain, apa ada ya gunanya?" kata April.


"Pril." kata Ella.


"Ha?" kata April.


"Mei, mana?" tanya Ella.


"Mei lagi istirahat di ruangannya. Katanya sih, dia sakit perut." kata April.


Di saat itu Mei..


"Mm..." Mei yang sedang melihat kembali semua film yang dia perankan, dan melihat dengan jelas apakah ada kesalahan yang dia buat.


"Gua harus cari dengan benar. Karena lebih baik dimarahi atas kesalahan yang dibuat orang lain, daripada dimarahi karena kesalahan sendiri.." kata Mei.


.......


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung...


__ADS_2