Kristal

Kristal
Episode 20


__ADS_3

"Jadi ceritanya gini." kata Silvy. Dia pun mulai menceritakan pada saat dia bertemu dengan Sari.


Flashback..


Silvy yang muncul dan menawarkan untuk membantu Sari, membuat Sari dan Dewa kaget.


"Kamu? Kamu bukannya Silvy dari R Entertaiment." kata Sari.


"Heeeh, ternyata gua dikenali oleh anak-anak ASP ya." kata Silvy.


"Siapa yang tidak kenal sama orang yang selalu cari masalah dengan anak-anak ASP, terutama dengan ownernya ASP." kata Dewa.


"Kalau begitu bagus, gua tidak perlu lagi melakukan perkenalan. Gua langsung saja ke intinya, apakah lo mau gua bantu untuk menghadapi ASP di persidangan?" tanya Silvy.


"Apa syaratnya? Gua tidak punya apa-apa untuk gua berikan pada lo." kata Sari.


"Tidak perlu, lo tidak perlu memberikan apa-apa ke gua. Gua hanya ingin membantu." kata Silvy.


"Maaf, gua tidak akan membiarkan lo berbuat seenaknya, katakan apa motif lo membantu kak Sari?" tanya Dewa.


"Apa segitu tidak percayanya anak-anak ASP kepada orang yang hanya ingin membantu?" kata Silvy.


"Gua bukannya tidak percaya, gua hanya hati-hati, karena gua tahu, elo adalah orang yang sangat membenci ASP. Dan, gua tidak mau kak Sari terikut kedalam masalah yang lo buat." kata Dewa.


"Tenang, gua hanya ingin membantu. Kalau pun ada, gua jamin Sari tidak akan terkena dampaknya." kata Sari.


"Kalau begitu gua menolaknya." kata Dewa.


"Ha?" kata Silvy.


"Kak Sari sudah mengalami banyak masalah, gua tidak ingin dia terkena masalah yang lain." kata Dewa.


Namun, di saat Dewa menolak tawaran dari Silvy, Sari malah menerimanya.


"Tapi kak.." kata Dewa.


"Dewa, kakak sangat berterimakasih karena kamu peduli dengan kakak. Tapi kakak harus menerimanya, karena jika tidak, kakak bisa saja masuk penjara. Kamu tahukan, kakak harus mencari pekerjaan." kata Sari.


"Masalah biaya sekolah dan berobat suami kakak, biar aku saja yang urus." kata Dewa.


"Biaya berobat? Emang suami lo kenapa?" tanya Silvy penasaran. Sari pun menjelaskan tentang kondisi suaminya.


"Kalau begitu, saya akan telepon teman saya. Dia seorang pengacara, mungkin dia bisa membantu lo." kata Silvy.


"Terimakasih atas bantuannya." kata Sari.


"Kak, kakak jangan percaya dengan dia kak." kata Dewa.


"Eh, nama lo Dewa kan?" tanya Silvy.


"Iya, emangnya ada apa?" kata Dewa.


"Kalau lo peduli dengan Sari, biarkan gua membantunya. Lagian, elo pasti tidak bisa membantu Sari bukan? Jika lo tidak bisa membantunya, dan melarang gua membantunya, siapa yang akan membantu Sari?" kata Silvy.


"Setau gua, ada salah satu prinsip yang dipegang oleh anak ASP. 'Jika kau tidak bisa melakukannya biarkan orang lain melakukannya.' Apakah itu hanya sebuah jargon saja?" kata Silvy.


"Sebagai pembenci ASP lo tahu banyak ya tentang ASP." kata Dewa.


"Karena untuk membenci sesuatu, gua perlu masuk ke dalamnya." kata Silvy.


"Semoga perlakuan lo seindah kata-kata lo." kata Dewa.


Flashbacknya selesai.


"Begitu ceritanya Rai, jadi gua mohon Raisor, tolong bantu Sari." kata Silvy.


"Baiklah, gua akan mengurusnya. Jadi sekarang elo suruh teman lo untuk menarik kembali surat tuntutan itu, biar gua yang mengambil alih masalah ini." kata Raisor.


"Oke, makasih ya Rai." kata Silvy.


"Sama-sama." kata Raisor. Silvy pun memeluk Raisor.

__ADS_1


"Maaf ya, gua selalu merepotkan lo Rai." kata Silvy.


"Gua tidak merasa direpotkan kok." kata Raisor.


Setelah itu Raisor pun menelepon adiknya untuk membicarakan masalah Sari. Setelah beberapa lama, mereka pun sepakat untuk bertemu.


"Oh iya Rai, temani gua bentar yuk?" kata Silvy.


"Kemana?" tanya Raisor.


"Beli baju." kata Silvy.


"Itu, sama Kaifa saja." kata Raisor.


Silvy pun melihat ke arah Kaifa dan langsung mengalihkan pandangannya "Gua maunya sama elo, ayok lah." kata Silvy.


Silvy pun langsung menarik tangannya Raisor dan mereka pun pergi dari sana.


"Yang sabar." kata Winzer sambil menepuk pundaknya Kaifa.


"Apaan sih." kata Kaifa.


"Kita sama Kai." kata Winzer (pemilik Winzers).


Winzers adalah perusahaan otomotif terbesar di kota Forhes.


"Sama apaan Zer?" kata Jamster.


"Sama-sama saling tidak dicintai." kata Winzet dengan bangga.


"Uwedeh.." sorak semua orang.


"Tapi ada kok yang membedakan kita Zet." kata Kaifa.


"Apa?" tanya Winzet.


"Lo dibutuhkan, gua tidak." kata Kaifa.


"Wedeh.." sorak Jamster. Pundaknya pun langsung dipukul oleh Siska.


"Paham situasi gak sih?" kata Siska (istrinya Ramstar).


"Hah? Maksudnya?" kata Jamster.


"Ih, nyebelin loh. Udah, diam ah." kata Siska sambil memegang bibirnya Jamster.


Mata Jamster dan Siska pun saling bertatapan. Suasana mulai hening, Ramstar yang melihat istrinya sedikit mesra dengan orang lain, menunjukkan raut wajah yang kesal.


Vivi dan Chintya yang datang membawa makanan berhenti secara tiba-tiba.


Siska yang melihat Vivi datang, langsung melepaskan tangannya dari mulut Jamster.


Suasana pun terasa sangat canggung.


"Pulang dari sini, kayaknya banyak yang berantem nih." kata Winzet.


Di tempat lain, Raisor dan Silvy yang sedang makan di taman kota.


Taman kota adalah taman pertengahan kota Forhes, karena taman tersebut terletak di tengah kota Forhes. Di taman itu juga, dipenuhi banyak penjual makanan.


"Em, saya sate ayam dua puluh ribu ya bang." kata Silvy.


"Minumannya mbak?" tanya mas-mas penjual.


"Minumannya, teh manis dingin saja." kata Silvy.


"Oke, mas nya pesan apa?" tanya mas-mas penjual


"Saya pesan sosis dan telur gulungnya dua puluh lima ribu. Em.., minumannya saya pesan coklat panas." kata Raisor.


"Oke, silakan ditunggu ya mas, mbak." kata mas-mas penjual. Mas-mas nya pun pergi dari sana.

__ADS_1


"Kalau lo lapar, kenapa makannya gak di cafe Oliv saja sih?" tanya Raisor.


Cafe Oliv adalah cafe tempatnya anak-anak komunitas Bintang Star Nine9 berkumpul.


"Gua mau berdua aja sama lo, emang gak boleh? Elo takut Karin cemburu?" tanya Silvy.


"Apaan sih." kata Raisor.


"Em.., elo ada apa dengan Karin? Kalian berantem?" tanya Silvy.


"Enggak, kami gak berantem." kata Raisor.


"Terus, kenapa tadi elo bilang.." kata Silvy.


"Em.., gua hanya mulai merasa kalau dia mulai berubah Sil." kata Raisor.


"Berubah? Setiap orang pasti berubah Raisor. Dia akan berubah sebagaimana dia melihat dunia ini." kata Silvy.


"Gua mengerti, cuman.. Gua takut dia meninggalkan gua." kata Raisor.


"Em.., berubahnya gimana?" tanya Silvy.


"Kayak, dia udah jarang peduli dengan hubungan kami, dia juga sudah memakai barang-barang mahal, gua gak masalah sih, cuman.. Gua tidak tahu kenapa, gua merasa cemburu." kata Raisor.


"Elo cemburu dia pakai barang-barang mahal?" tanya Silvy bingung.


"Em.., Ya. Dia hanya memakai barang-barang yang bukan dari gua. Kayak kalung buatan Zings, itu dia beli sendiri, tapi.. Awalnya dia gak tahu kalau itu kalung Zings." kata Raisor.


"Dia beli kalung Zings tapi dia gak tahu itu kalung Zings, maksudnya?" tanya Silvy yang semakin bingung.


"Dia beli sama orang yang jual perbotan keliling, dia sering lewat di komplek kami. Dia beli kalung tersebut dengan harga murah, makanya dia tidak tahu kalau itu kalung dari Zings." kata Raisor.


"Ih, enaknya." kata Silvy.


"Dan, anting dari Sila." kata Raisor.


"Anting?" kata Silvy.


"Ya, dia diberi anting oleh Sila, saat mereka reuni." kata Raisor.


"Terus lo cemburu? Elo kasih aja dia barang mahal, gampangkan?" kata Silvy.


"Gua udah bilang ke dia, cuman.. Dia nya gak mau." kata Raisor.


"Kenapa?" tanya Silvy.


"Katanya dia memang gak mau pakai barang-barang mahal. Dia makai anting sama kalung itu, kalau kalung kan dia beli murah, jadi gak usah dihitung lah ya. Anting, dia pakai anting katanya terpaksa, karena anting tersebut udah diberikan Sila untuknya, jadi dia tidak mungkin tidak memakainya." jelas Raisor.


"Lo kan udah tahu alasan kenapa dia memakainya, kenapa lo masih cemburu?" tanya Silvy.


"Gua hanya merasa ada yang aneh dari dia Sil." kata Raisor.


"Percaya saja lah sama Karin Rai. Semoga tidak ada yang terjadi, dan semuanya baik-baik saja." kata Silvy.


"Gimana kalau elo ngobrol dengan Karin, Sil? Tanya, dia kenapa? Apakah gua sudah melakukan kesalahan atau ada hal yang lain?" kata Raisor.


"Em.., nanti gua ajak dia ngobrol ya." kata Silvy.


"Beneran?" tanya Raisor.


"Bener." kata Silvy.


"Makasih Silvy." kata Raisor sambil tersenyum lebar.


"Sama-sama." kata Silvy.


"Kalau menurut penjelasannya Raisor, gua juga curiga dengan Karin. Kenapa, karena.. Reuni Sma itu tidak akan terjadi, soalnya teman Sma nya Karin, pada sibuk semua. Sila contohnya, dia kan sedang sibuk banget. Bagaimana mungkin ada waktu dia untuk ikut reuni. Terlebih lagi, teman-temannya Karin tidak akan mungkin memberikan Karin hadiah yang nilainya tinggi, terus kenapa Sila malah memberikan anting ke Karin? Apa jangan-jangan.." kata Silvy dalam hatinya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung...


__ADS_2