Kristal

Kristal
Episode 40


__ADS_3

"Ya, pas gua sampai ke kantor Greens, tiba-tiba gua mau buang air, eh, malah sakit perut." kata Bayu.


"Goblok." kata Dika. Mereka pun mencari tempat duduk yang berbeda, dari Riyu dan Chintya.


Di tempat lain..


"Cek-cek.." kata Aril mengetes mic nya. Orang-orang yang berada di luar pun, bertepuk tangan untuk Aril.


"Cie.. Winzet senyum-senyum." kata Riska.


"Gimana lagi, udah cantik pintar nyanyi lagi. Apa gak klepek-klepek awak." kata Winzet.


"Salam lah abang ipar." kata Jamster.


Winzet pun berdiri dan menyalam Raisor, "Restu, abang ipar." kata Winzet.


Semua pun tertawa melihat tingkah dari Winzet.


Suara lantunan piano pun terdengar, Airil pun mulai bernyanyi.


Kini semua sudah berakhir, air mata ku terus mengeluarkan air.. dalam hati aku bertanya, apa salah ku sayang? Apa yang telah ku perbuat sampai kau tega melakukan ini..


Sekarang, semuanya sudah berakhir, kau membuat ku seperti orang gila, semuanya sudah ku lakukan untuk mu, tapi kenapa kau melakukan hal seperti ini..


Semua sudah berakhir sayang, semua sudah hancur, apakah kau senang?


"Semuanya!" teriak Aril.


Apakah kau senang? Apakah kau melihat ku hancur seperti ini? (kata semua orang mengikuti Airil bernyanyi).


"Bagus lo suara Airil, Kalian gak ada yang mau merekrutnya Rai? Elo Jams?" tanya Graifa ke Raisor dan Jamster.


"Iya, ASP gak ngambil?" tanya Riska.


"Sayang loh, yakan Ris." kata Shopie.


"Iya, sayang banget loh Rai." kata Riska yang merasa bakat Airil terbuang sia-sia.


"Orang tua gua gak terlalu suka melihat anaknya memakai baju yang terlalu terbuka, penyanyi kan kebanyakan memakai baju-baju yang terbuka, dan orang tua gua gak mau melihat Airil memakai baju yang terlalu terbuka. Itulah kenapa, baik gua maupun Aldi, tidak ada yang mau mengajak Airil." jelas Raisor.


"Oh begitu, kan bisa kasih Ddia baju yang tertutup." kata Siska.


"Mana bisa." kata Jamster.


"Bisa sih bisa, cuman sulit mencari baju tertutup yang pas dengan lagunya, gitu." kata Raisor.


"Mereka kan penyanyi Rai." kata Sherly.


"Penampilan itu punya poin tersendiri bagi para penggemar Sher, memang mereka penyanyi, tapi kita kan kita kadang melihat penampilan penyanyi tersebut, poin utamanya tetap suara, tapi penampilan adalah salah satu poin pelengkap bagi seorang penyanyi." jelas Raisor.


"Berarti kalian tidak mengambilnya karena orang tua lo gak setuju Airil memakai pakaian yang terlalu terbuka, gitu?" kata Riska.


"Iya, kami juga tidak mau menariknya masuk ke dunia entertain, seperti yang kalian tahu, dunia entertain kan, adalah dunia yang cukup menyebalkan." kata Raisor.


"Ya, banyak orang-orang yang tidak ada karya, masuk ke dunia entertain, yang pandainya buat masalah doang." kata Siska.

__ADS_1


"Tapi kok bisa ya, orang-orang kayak begitu bertahan di entertain?" tanya Shinta heran.


"Menjual, banyak duitnya, bertahan lah, kayak di tv, mereka kan butuh penonton, yang mereka cari orang-orang yang banyak membawa penonton." jelas Jamster.


"Kalau masalah bawa penonton banyak, itu anak-anak ASP, banyak loh penggemarnya." kata Riska.


"Memang banyak, tapi gak semua kalangan yang mau menonton anak-anak ASP, dan terlebih lagi, orang-orang lebih banyak tertarik dengan drama, daripada sebuah prestasi atau apapun itu.." kata Jamster.


"Kasihan dong yang punya prestasi tapi tidak ditampilkan, malah sesuatu yang buruk yang ditampilkan." kata Riska bersimpati.


"Gak perlu kasihan kali, memang kalau di tv, atau platform media online lainnya, mungkin mereka bakal pakai orang-orang tersebut, tapi kalau Off Air, mereka tidak akan diambil, karena gak ada yang mau bayar untuk melihat mereka. Dan masih ada kok acara-acara tv yang mengundang orang-orang yang benar-benar ada karyanya, kayak acara W-Sing, juri-jurinya kan orang-orang berbakat semua." jelas Raisor.


W-Sing adalah acara pencarian bakat khusus para penyanyi. Walaupun tidak banyak, tapi ada orang-orang yang setelahnya mengikuti acara tersebut, ada yang berhasil menjadi penyanyi profesional.


Juri-jurinya pun tidak bisa diremehkan. Salah satunya ada Tya yang berasal dari grup musik Na, yang berada dalam naungan ASP Entertaiment.


Prestasi yang dimiliki Tya bukan hanya sekedar bergabung di grup musik yang ada di ASP Entertaiment, dia juga banyak mendapatkan penghargaan individu salah satunya adalah penyanyi dengan suara tinggi terbaik.


"Intinya sih kalau gak suka yang gak usah ditonton, yang disukai aja tonton." kata Raisor.


"ASP kan dikenal dengan mata duitannya, tapi mereka gak pernah melakukan drama-drama yang tidak berguna." kata Riska.


"Malah dilarang kan sama mereka, sama yabf kena drama pasti kena saksi dari ASP kan?" kata Jamster.


"Ya, mereka akan kena sanksi oleh ASP." kata Raisor.


"Berarti, em.. Gak jadi deh." kata Siska.


"Kenapa? Pernikahannya dengan Karin? Dia udah bayar kok." kata Raisor.


"Gak tahu sih, pokoknya banyak lah. Karin sempat marah sih semalam, karena Aldi gak cerita, kalau mereka harus minta izin dulu, karena Aldi bos, pikir Karin gak perlu, eh ternyata perlu. Dia marah, salah satu mobilnya Aldi hampir pengen di jual sama Karin." jelas Raisor.


"Kejamnya." kata Riska.


"Oh ya, terus gimana? Jadi dijual mobilnya?" tanya Safa.


"Gak tahu sih, semalam Karin masih marah, entah mereka ngobrol lagi, gak tahu." kata Raisor.


"Oh, gitu. Aldi memang boros sih orangnya, tapi untung istrinya Karin, Karin kan tipe orang yang hemat." kata Safa.


"Untung loh, emang gak ada otak." kata Graifa.


"Tega-tega." kata Janjan.


"Gak gitu maksudnya.." Safa pun tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Kecewa, kecewa." kata Riska.


Di tempat lain..


Di kamarnya Aldi, Aldi yang sedang memeluk Karin dari belakang sambil mencium pipinya.


"Uwek, rasa bedak." kata Aldi.


"Udah awas kalau gitu, lepas, lepas sayang." kata Karin ngambek.

__ADS_1


"Cie.., ngambek sayang aku." kata Aldi sambil mencubit lalu mencium pipinya Karin.


"Yank." kata Aldi.


"Mm.." kata Karin.


"Mobil aku.. Gak jadi dijual kan?" kata Aldi.


"Jadilah, masa enggak." kata Karin.


"Yank, jangan dong." kata Aldi.


"Itu salah kamu tahu gak, kenapa kamu gak kasih tahu kalau kita harus minta izin dulu." kata Karin.


"Kalau aku kasih tahu, kamu mana mau nikah sama aku besok, pasti masih lama lagi kita nikahnya." kata Aldi.


"Tapi itu adalah peraturan sayang, peraturan yang ada di perusahaan kamu. Itu peraturan siapa yang buat?" tanya Karin.


"Aku." kata Aldi.


"Kamu yang buat, itu perusahaan kamu, masa kamu yang melanggarnya." kata Karin.


"Kan aku bosnya sayang." kata Aldi.


"Terus, kenapa gak kamu buat aja, itu berlaku untuk semua yang ada di ASP terkecuali pemiliknya ASP, udah.. Gampang kan." kata Karin.


"Biar adil sayang." kata Aldi.


"Terus, kenapa kamu langgar peraturannya sayang." kata Karin.


"Kalau gak aku langgar, kita nikahnya bakal lama, soalnya harus menunggu izin dulu." kata Aldi.


"Kamu kan bos, kamu bilang lah, izinnya dikeluarkan cepat ya, soalnya aku udah gak tahan, kenapa gak kayak gitu?" tanya Karin.


"Kalau begitu, lebih baik aku buat aja peraturannya untuk para karyawan dan talent aja." kata Aldi.


"Terus kenapa gak kamu buat gitu saja." kata Karin.


"Biar adil sayang." kata Aldi.


"Aish.." Karin yang kesal langsung berdiri dan memukul Aldi.


Mereka berdua pun terjatuh ke tempat tidur, dengan posisi Karin di bawah Aldi di atas.


"I love you." kata Aldi.


Karin pun tersenyum dan mengatakan "I love you too." balasnya.


Mereka berdua pun..


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2