Kristal

Kristal
Episode 41


__ADS_3

Keesokan paginya, di hotel Bee.


"Saya nikahkan engkau dengan anak saya, Karin, dengan mas kawin, uang tunai, senilai.. 20 miliar dibayar tu.. Nai." kata papanya Karin.


"Saya terima nikahnya Karin, dengan mas kawin, uang tunai, senilai 20 miliar dibayar tu.. Nai." kata Aldi.


"Bagaimana para saksi?" tanya papanya Karin.


"Sah.." ucap semua orang.


"Selamat menempuh hidup baru Karin, aku doakan kamu semoga bahagia." kata Raisor dalam hatinya.


Aldi pun memasukkan cincin ke jari manisnya Karin, dan selanjutnya Karin yang memasukkan cincin ke jari manisnya Aldi, setelah itu, Aldi pun mencium keningnya Karin.


Mereka pun menandatangani buku pernikahan mereka.


"Selamat my friend." teriak Kevin (sahabtnya Aldi dan sekaligus salah satu editor animasi ASP).


Semua orang pun tertawa mendengarnya.


"Semoga banyak anak." kata Arya (sahabatnya Aldi dan sekaligus salah satu editor animasi ASP).


Semua orang pun tertawa melihat tingkah dari anak-anak ASP Entertaiment.


Anak-anak ASP pun bergantian untuk bernyanyi, dan ada juga yang berfoto dengan Aldi dan Karin.


"Yuk, foto yuk." kata Jamster.


"Ha?" kata Riska yang bingung.


"Foto bareng dengan Aldi sama Karin. Sudahlah, Raisor juga sudah berusaha untuk melupakannya, jadi udahlah. Yuk foto." kata Jamster.


"Gua gak ada bilang kalau gua gak mau foto sama mereka, cuman, sekarang kan gilirannya anak-anak ASP, lihat tuh, mereka masih ramai." tunjuk Riska ke anak-anak ASP yang sedang antri untuk berfoto.


"Biasa lah, dia pengen cari perhatian sama anak ASP, lihat tuh, bening-bening semua." kata Graifa.


"Oh, itu Jamster apa kamu?" tanya Riska.


"Maaf sayang." kata Graifa sambil memeluk Riska.


"Takut.." kata Jamster.


"Ya iyalah, oh iya, lo bisa gini gak Jams?" tanya Graifa.


"Maksudnya?" tanya Jamster.


"Ini, meluk cewek, tapi ceweknya gak marah." kata Graifa.


Jamster yang kesal menutupi kekesalannya dengan tersenyum, sedangkan yang lainnya tertawa.


"Chintya mana?" tanya Siska.


"Tuh." tunjuk Shopie.


Karena Greens di undang, alhasil Chintya dan Raived duduk bersebelahan dengan anak-anak Greens bukan dengan Raisor dan yang lainnya.


Greens adalah perusahaan olahraga, mereka memiliki klub-klub olahraga, seperti voli, basket, futsal, dan renang.


Chintya adalah atlet voli, sedangkan suaminya adalah seorang atlet futsal.


Di tempat lain, Raisor yang sedang menghisap sebuah rokok, sedang berada di rooftopnya hotel bee, di datangi oleh Vivi.


"Hai.." kata Vivi.


"Eh, Vi. Elo kok di sini?" tanya Raisor.

__ADS_1


"Enggak, cuman lagi nyari angin saja. Kalau lo, kok lo di sini?" tanya Vivi.


"Gua cuman pengen merokok, gak mungkin kan gua merokok di dalam ruangan." kata Raisor.


"Oh, begitu, bukan karena.." kata Vivi.


"Gua mulai mencoba untuk menerima semuanya Vi. Seperti yang lo bilang, gua harus bisa melupakan Karin." jelas Raisor.


"Baguslah.." kata Vivi sambil tersenyum ke arah Raisor.


"Oh ya, gimana kabar perusahaan lo?" tanya Raisor.


"Aman, masih berdiri kayak biasa." kata Vivi.


Di saat Vivi dan Raisor berbicara, Jamster yang tahu kalau Raisor di rooftop merokok, dia pun ingin menghampirinya, namun dia terhenti setelah melihat Vivi dan Raisor sedang mengobrol.


"Mereka ada hubungan apa ya?" tanya Jamster dalam hatinya.


"Apaan sih, gua kan sudah tidak ada apa-apa dengannya. Jadi bebas dong dia dekat dengan siapa, gua balik aja kali ya.." kata Jamster di dalam hatinya.


Jamster pun turun kembali, dan mencari tempat lain untuk merokok. Pada saat dia turun, dia berpapasan dengan Ramstar dan Siska.


"Eh Jams, elo mau kemana? Gak jadi merokoknya?" tanya Ramstar.


"Gua sakit perut, gua mau ke kamar mandi dulu." kata Jamster.


"Oh gitu, gua pakai rokok lo dong." kata Ramstar. Jamster pun memberikan rokoknya kepada Ramstar.


Pada saat mereka sampai di rooftop, mereka baru menyadari kalau Jamster turun ke bawah bukan karena sakit perut.


"Kenapa sad boy sih teman-teman gua?" kata Ramstar.


Raisor pun melihat Ramstar dan Siska.


"Itu, kata Jamster elo ada di sini, makanya kami semua ke sini." jelas Ramstar.


"Oh.., Terus, mana yang lain?" tanya Raisor.


"Masih di belakang.." kata Ramstar.


Ramstar dan Siska pun bergabung dengan Raisor dan Vivi.


"Em.., Vi. Karena masih sunyi, gua mau tanya, boleh gak?" kata Siska.


"Boleh, apa?" tanya Vivi.


"Kalau misalnya Jamster meminta untuk rujuk, apa lo mau?" tanya Siska.


"Ha?" kata Vivi kaget, bungkus rokok yang dia pegang langsung terlepas dari tangannya.


"Apaan sih, Sis." kata Vivi.


"Gua serius, elo mau gak?" tanya Siska.


"Em.., Enggak." kata Vivi.


"Kenapa? Elo udah gak sayang sama dia?" tanya Siska.


"Gua masih sayang kok, cuman.." kata Vivi.


"Cuman.." kata Siska.


"Gua tidak bisa rujuk sama dia karena, karena gua masih belum memaafkannya." kata Vivi.


"Maksudnya?" tanya Siska.

__ADS_1


"Gua belum bisa memaafkan semua kesalahannya, dan gua rasa, kami orang yang sangat berbeda, jadi kayaknya kami tidak cocok." kata Vivi.


"Tapi kalau dia berubah, apa elo mau dengannya?" tanya Siska.


Vivi tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya bisa tersenyum tipis. Anak-anak Bintang Star Nine9 yang lain pun berdatangan, kecuali Jamster.


"Jamster mana?" tanya Raisor.


"Lah, bukannya dia duluan ya." kata Rangga.


"Duluan?" kata Vivi.


"Tuh kan, gua udah duga." kata Raisor. Dia pun mengambil teleponnya dan menelepon Jamster.


"Kenapa?" tanya Rangga bingung.


"Dia pasti lihat gua dengan Vivi, terus dia pergi karena cemburu kan?" kata Raisor sambil melihat ke Ramstar dan Siska.


Ramstar pun tersenyum ke arah Raisor.


"Ha?" kata Vivi.


Telepon pun hanya berdering, Jamster pun tidak menjawab telepon dari Raisor.


"Coba elo yang telepon Ga." kata Raisor ke Rangga.


Rangga pun menelepon Jamster namun tidak di angkat olehnya. Rangga pun terus menelepon Jamster namun hasilnya tetap sama, Jamster tetap tidak menjawab.


"Coba elo Vi." kata Raisor.


"Ha? Kok gua." kata Vivi.


"Gak papa dong, kan nelpon doang, masa gak boleh." kata Raisor.


"Tapi.., Yaudah deh." kata Vivi.


Tuuuuuuut.. (dering hp)


"Tuh kan gak diangkat sama dia." kata Vivi.


Tiba-tiba..


"Halo.." kata seorang pria.


"Halo, ini siapa ya?" tanya Raisor karena bingung mendengar suara yang berbeda.


"Saya orang yang menemukan ponsel ini, orang yang punya ponsel ini mengalami kecelakaan dan dalam perjalanan menuju rumah sakit." jelas pria tersebut.


Mendengar hal tersebut, Vivi langsung merampas teleponnya dan mengatakan "Dia dibawa ke mana?" tanya Vivi.


"Ke rumah sakit Putri." kata pria tersebut.


"Em.., bilang saja ke pihak rumah sakitnya, lakukan saja semua yang bisa menolongnya, masalah biaya mereka tidak perlu khawatir, saya yang akan membayar berapa pun yang mereka mau." kata Vivi.


"Baiklah." kata pria tersebut.


Vivi langsung mematikan ponselnya dan langsung bergegas pergi ke rumah sakit Putri, diikuti oleh Raisor dan yang lainnya.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2