
Di perjalanan menuju stasiun, Fitri mampir ke minimarket untuk membeli sebuah minuman dingin.
"Aaaah, kak Karin gak pengertian banget sih. Adiknya baru pulang juga." keluh Fitri.
"Tapi tumben juga kak Karin malah milih tidur daripada kondangan. Aneh." kata Fitri. Dia pun ke kasir untuk membayar minumannya.
Tiba-tiba dia pun melihat berita tentang ASP di tv yang ada di dekat kasir.
"Buk Rina, apa tanggapan ibu setelah dipilih sebagai manajer barunya Aina?" tanya seorang wartawan.
"Ya, saya sangat kaget ketika mereka menunjuk saya. Cuman, ASP pasti sudah memikirkannya, dan saya akan berusaha yang terbaik agar bisa memenuhi keinginan dari ASP." ucap Rina saat di wawancara.
"Wah.., kak Rina jadi manajernya Aina ya sekarang. Semoga berhasil kak." kata Fitri mendoakan Rina.
Rina adalah seniornya Fitri ketika di kampus, dan Aina adalah penyanyi favoritnya. Itulah kenapa Fitri mengenal Rina dan Aina. Terlebih lagi, dia juga fans beratnya Film-film yang dibuat oleh ASP Entertaiment.
"Ngomong-ngomong, dia sedang apa ya?" tanya Fitri dalam hatinya.
Fitri pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju stasiun kereta api sambil mendengarkan lagunya Aina.
"Dia makan dengan baik gak ya? Semoga dia lebih peduli dengan kesehatannya." kata Fitri.
Ku akui aku yang meninggalkan mu, tapi maaf kini ku merindukan mu..
Maaf ku telah menyakiti mu, maaf karena ku telah meninggalkan mu... (lagunya Aina).
Di perusahaan ASP, Rina mendatangi ruangannya Cristy.
"Permisi buk." kata Rina.
"Mm.. Ada apa?" tanya Cristy.
"Gini buk, saya tadi dapat laporan dari Aina dan lainnya." kata Rina.
"Laporan apa?" tanya Cristy.
"Kalau pada saat sebelum Sari dipecat, dia sempat menampar Aina buk." kata Rina. Dia melaporkan hal tersebut kepada Cristy.
"Ditampar? Bukankah itu adalah hal yang bia-- Eh bentar, Sari nampar Aina?" tanya Cristy.
"Benar buk." kata Rina.
"Terimakasih atas laporannya." kata Cristy sambil tersenyum.
"Sama-sama buk, saya permisi." kata Rina. Dia pun keluar dari ruangannya Cristy.
"Oh iya, dia harus tahu nih." kata Cristy. Dia mengambil teleponnya dan langsung menelepon Aldi.
"Halo Aldi." kata Cristy.
"Halo.." jawab Aldi.
"Lo dimana? Gua pikir lo bakal balik nanti siang ke ASP. Sekarang udah jam empat lewat lima belas, lo masih belum nongol juga." kata Cristy.
"Ah maaf, gua lupa buat balik ke ASP." kata Aldi.
"Aldi Aldi Kalau Mbak Ziya tahu, selesai lo." kata Cristy.
Ziya adalah wakil direktur dari ASP. Dia dikenal sebagai orang yang paling galak. Segalak-galaknya Aldi, Ziya lebih galak.
Bahkan, sangkin galaknya dia pernah menampar Aldi dengan keras, karena telat datang ke rapat bulanan.
Rapat bulanan adalah rapat yang dibuat sebeluan sekali, untuk mengecek progres dari ASP. Dan dia telat karena malamnya dia begadang, alhasil Ziya marah besar kepada Aldi.
"Kan dia lagi di luar kota, jadi aman." kata Aldi.
"Terserah. Oh iya, gua ada informasi nih." kata Cristy.
"Informasi apa?" tanya Aldi.
__ADS_1
"Informasi kalau sebelum Sari dipecat, dia sempat menampar Aina. Gua tahu dari Rina, Rina tahu dari Aina dan yang lainnya. Jadi gimana? Apakah kita akan melaporkan Sari?" tanya Cristy.
"Tamparan kan hal yang biasa, jadi.. Bentar, em.., laporkan saja. Tapi lo tahukan maksud gua?" kata Aldi
"Tahu, kita melaporkannya bukan untuk membuatnya masuk penjara, tapi untuk membuat kita agar tidak membayar kompensasi atas pemecatannya sebelum kontraknya habis, gitu kan?" kata Cristy.
"Sekretaris gua memang gak ada lawannya, silakan atur." kata Aldi.
"Terimakasih pujiannya bos, saya belajar dari anda kok. Saya akan segera mengaturnya." kata Cristy.
"Terimakasih." kata Aldi.
"Sama-sama." jawab Cristy. Telepon pun dimatikan.
Setelah Aldi selesai teleponan dengan Cristy, dia pun langsung ditatap oleh Karin.
"Em.., maaf." kata Aldi.
"Kenapa?" tanya Karin.
"Apanya?" kata Aldi.
"Kenapa minta maaf?" kata Karin.
"Gak tahu, kayaknya aku harus minta maaf." kata Aldi.
"Yaudah, a-aku maafin." kata Karin.
"Mm.. Sama-sama." kata Aldi.
"Oh iya, Cristy marahi kamu karena gak ke ASP hari ini?" tanya Karin.
"Ah.., emm.. Marah sih enggak, cuman penasaran aja kali, soalnya kalau hari ini dia tahu kalau aku datang habis jam makan siang, tapi aku malah gak nongol-nongol." jelas Aldi.
"Kenapa?" tanya Karin.
"Apanya?" kata Aldi.
"Oh, itu aku.., aku hanya menunggu burung merpati berkumpul." kata Aldi. Karin tidak merespon penjelasan dari Aldi, dia hanya diam saja sambil melihat ke arah Aldi.
"Ah maaf." kata Aldi.
"Kenapa?" tanya Karin.
"Aku kalau hari senin, pergi ke pemakaman." jelas Aldi.
"Pemakaman? Pemakaman siapa?" tanya Karin.
"Pemakamannya Yani." kata Aldi.
"Ya-yani? penyanyi yang meninggal karena depresi itu bukan?" tanya Karin.
"Iya. Kamu tahu?" tanya Aldi.
"Mm.., gak kenal-kenal banget sih, cuman ya.. Kami saling kenal lah. Dia tahu aku, aku tahu dia." jelas Karin.
"Oooh, gitu." kata Aldi.
"Kamu ada urusan apa disana?" tanya Karin.
"Urusan? ya.., melayat." kata Aldi bingung.
"Maksud aku, entah ketemu sama keluarganya atau apa gitu.." kata Karin.
"Enggak sih, cuman datang aja." kata Aldi.
"Kamu bilang, mereka tahu kalau kamu datang habis waktu makan siang ke ASP kan? Artinya kamu setiap hari dong ke sana?" tanya Karin.
"Ya." kata Aldi.
__ADS_1
"Sendiri?" tanya Karin.
"Ya, Sendiri." kata Aldi.
"Keluarganya tahu kamu kesana?" tanya Karin.
"Tidak." kata Aldi.
"Kenapa kamu gak kasih tahu?" tanya Karin.
"Buat apa? Lagian, mereka benci banget sama ASP." jelas Aldi.
"Sampai sekarang mereka masih seperti itu?" tanya Karin.
"Enggak tahu. Anak-anak ASP sudah putus hubungan dengan keluarganya Yani. Aku gak tau sih kalau ada yang masih berhubungan, tapi setau aku, gak ada." kata Aldi.
"Aku bukan tipe orang yang meminta dua kali Rin. Jika dia menolak yang pertama, maka tidak untuk yang kedua." kata Aldi.
"Kalian harus paham dong Aldi, pada saat itu, mereka mungkin lagi berduka, dan.. Mereka tidak bisa berpikir dengan jernih. Kenapa gak kalian datangi lagi?" tanya Karin.
"Buat apa?" tanya Aldi.
"Ya, mungkin kalian pengen menjalin hubungan kembali lagi.." kata Karin. Aldi pun melihat wajahnya Karin dan mencium bibirnya.
Di saat mereka sedang berciuman, teleponnya Karin berbunyi. Mereka dengan sekejap berhenti. Karin lalu menjawab teleponnya.
"Halo.." kata Karin.
"Halo kak, kakak dimana?" tanya Fitri.
"Di luar beli bahan makanan." kata Fitri.
"Oh gitu, ini aku sudah sampai di rumah, aku lihat kakak gak ada." kata Fitri.
"Oh, kakak lagi di luar, bentar ya." kata Karin.
"Iya, aku nitip es krim ya.." kata Fitri.
"Ya." Jawab Karin. Dia pun mematikan teleponnya.
Sebenarnya Karin dan Aldi sedang berada di dalam mobilnya Aldi yang teparkir di dekat taman yang di awal mereka tadi bertemu.
"Aku permisi dulu ya, Aldi." kata Karin. Di saat dia ingin pergi, Aldi pun menahan Karin, dan memberikannya sejumlah uang.
Karin pun bertanya, "Ini maksudnya apa?"
Setelah itu Aldi pun menjawab "ini tanda kalau kamu menerima aku." katanya.
"Tanda?" tanya Karin yang bingung.
"Ya. Aku mencintai kamu, Karin." kata Aldi.
Karin pun mengembalikan uang tersebut, dia mengambil sebuah kalung yang tergantung di mobilnya Aldi.
"Ini punya kamu kan?" tanya Karin.
"Iya, kenapa?" tanya Aldi.
"Aku ambil ini saja, bisakan?" tanya Karin.
"Yaudah, terimakasih ya." Aldi pun memeluk dan mencium pipinya Karin.
Setelah itu dia pergi ke grosir dan membeli beberapa bahan makanan, agar orang lain tidak curiga.
Akan tetapi..
.......
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung...