
Setelah membereskan barang-barangnya, Karin pun mengajak Aldi untuk pulang.
"Yank, udah malam.. Pulang yuk. Besok kita kan harus mengurus semuanya." kata Karin.
"Yaudah yuk." kata Aldi.
"Pa, ma.. yuk." ajak Karin.
"Ayok pak.." kata papanya Karin mengajak papanya Aldi.
"Kami di sini aja pak. Soalnya ada yang harus kami bicarakan." kata papanya Aldi.
"Ayo Fitri." ajak mamanya Karin.
'Enggak ma, aku--"
"Ayo.." mamanya langsung menarik Fitri.
Aldi pun menyalam mamanya.
"Nanti mama sama papa datang ya." kata mamanya.
"Mm.." kata Aldi.
Semua pun masuk ke dalam mobil.
"Hati-hati ya Aldi." kata mamanya.
"Selamat tinggal Karin." kata Raisor dalam hatinya.
Papanya pun mendatangi Raisor dan menyapu punggungnya Raisor.
"Kamu pasti mendapatkan penggantinya, percaya sama papa." kata papanya.
"Semoga aja pa.." kata Raisor.
"Pasti kamu menemukannya, banyak perempuan di dunia ini Raisor, tenang saja." kata papanya.
"Mm.. Perempuan memang banyak di dunia ini pa, tapi, aku mencintai satu wanita saja. Di saat aku berhasil menikahinya, aku sangat senang, tapi, di saat aku berfikir takdir memang mempertemukan kami karena kami berjodoh, ternyata, kami dipertemukan untuk membuatnya bertemu dengan jodohnya..
..Tapi aku tetap bersyukur kok pa, walaupun tidak berakhir bahagia, setidaknya aku pernah memilikinya.." kata Raisor.
"Aku istirahat dulu ya pa, ma.." kata Raisor berjalan pergi sambil membuang cincin pernikahannya dengan Karin.
Di perjalanan menuju rumahnya Aldi, papanya Karin pun bertanya kembali kepada Aldi tentang keseriusannya dengan Karin.
"Apakah kamu beneran serius ingin menbina rumah tangga dengan Karin, Aldi?" tanya papanya Karin.
"Ya, saya ingin melakukannya om.. Saya tidak mungkin melakukan hal seperti ini dengan maksud bermain-main om." jelas Aldi.
"Semua orang akan mengatakan seperti itu Aldi, tapi apakah itu akan bertahan lama? Membina sebuah rumah tangga bukanlah sesuatu yang mudah Aldi, sangat-sangat susah Aldi." jelas papanya Aldi.
"Ya, saya tahu kok om. Begitu banyak rumah tangga yang hancur karena berbagai alasan. Tapi, saya bukan tipe orang yang jago membuat sebuah rencana om, saya juga tidak terlalu memikirkan resiko om. Saya hanya bertindak sesuai dengan apa yang pikirkan.. Itu lah kadang saya banyak melakukan kesalahan. Tapi.." kata Aldi sambil melihat dan memegang tangannya Aldi.
__ADS_1
"Kemudi otomatis aktif, tujuan ke rumahnya Aldi, akan sampai dalam lima menit, terimakasih." kata suara yang ada di mobilnya Aldi.
Mobilnya Aldi bisa mengemudi dengan otomatis.
"Wah.." kata papanya Karin kagum.
Aldi pun memegang kedua tangannya Karin. Dia pun berkata "Karin itu cantik om.." katanya.
"Mulai deh.." kata Karin.
"Aku serius yank, kamu cantik, perhatian, dewasa.. Aku yakin bukan cuman aku dan bang Raisor saja yang mencintai kamu, pasti banyak orang di luar sana yang juga menginginkan kamu, ingin menikahi kamu pasti banyak banget yank. Tapi.."
Semua terdiam setelah melihat Aldi mengeluarkan air matanya.
"Tapi.., aku tidak ingin kamu dimiliki orang lain, walaupun aku tahu, aku bukan orang yang bisa kamu banggakan, aku masih jauh dari apa yang kamu harapkan, tapi aku mohon.. Percaya sama aku, aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik, dan aku mohon.. Tolong jangan tinggalkan aku Karin." kata Aldi sambil menatap Karin dan meneteskan banyak air mata.
Karin pun mengambil tisu dan menghapus air matanya Aldi.
"Aldi, seharusnya kamu jangan terlihat lemah di depan mertua kamu dong. Kalau di depan aku sih gak papa.., malah kamu harus memperlihatkan kelemahan kamu di depan aku, kenapa? Karena aku adalah kekasih kamu. Dan, jangan minta aku untuk tidak meninggalkan kamu, karena pasti aku tidak akan meninggalkan kamu.." kata Karin sambil memeluk Aldi.
Orang tua dan adiknya Karin kaget melihat tingkahnya Karin, karena..
"Gak biasanya Karin bersikap seperti ini." kata mamanya Karin dalam hatinya.
"Kak Karin beneran melakukan hal yang biasanya enggan dia lakukan, yaitu bermesraan di depan orang." kata Fitri di dalam hatinya.
Karin yang tidak bisa bermesraan di depan orang lain, sekarang tiba-tiba dia bermesraan dengan kekasih barunya tepat di depan orang tua dan adiknya.
"Ini rumah kamu Aldi?" tanya papanya Karin.
"Iya om." jawab Aldi.
"Bagus ya pa." kata mamanya Karin kagum.
"Iya ma." kata papanya Karin.
"Apaan sih." kata Aldi tersenyum.
Di saat mobilnya ingin masuk, tiba-tiba ada seseorang datang mengetuk kaca mobilnya. Aldi pun keluar dari mobilnya, dan menghampiri orang tersebut.
"Ada apa buk?" tanya Aldi.
"Ini, ibu ada sedikit makanan, tadi ibu ada acara. Ibu semalam mau mengundang kamu, eh kamunya gak ada." jelas bu Unar (penjual makanan cepat saji langganan Aldi. Rumahnya berada tepat di depan rumahnya Aldi).
"Oh, maaf bu, lagi ada kerjaan. Acara apa emangnya?" tanya Aldi.
"Acara ulang tahunnya suami ibu." jawab bu Unar.
"Oh begitu. Oh iya bu, em.. Saya masuk dulu ya, soalnya saya ada tamu." kata Aldi.
"Oh iya Aldi, silakan." kata bu Unar.
"Permisi bu.." kata Aldi.
__ADS_1
Aldi pun masuk ke dalam mobilnya.
"Sini aku pegangin sayang." kata Karin.
Karin pun memegang makanan dari bu Unar.
"Kamu tidak tu--" papanya Karin yang mencoba mengingatkan Aldi untuk membuka pagarnya terlebih dahulu tiba-tiba melihat pagar rumahnya Aldi terbuka sendiri.
"Mas, jangan buat malu dong mas.." kata mamanya Karin.
"Maaf, mas pikir pagarnya gak bisa kebuka otomatis." jelas papanya Aldi.
Pagar yang terbuka tersebut kembali tertutup setelah mobilnya Aldi masuk, bahkan ketika mobilnya masuk bagasi, bagasinya terbuka sendiri dan lampu yang hidup sendiri.
Papa sama mamanya Karin benar-benar kagum dengan apa yang dia lihat.
"Mas pikir karena kita adalah orang kaya, kita sudah mencoba semua yang ada di dunia ini, tapi ternyata tidak, masih banyak yang belum kita coba dan kita lihat." kata papanya Karin.
Semua pun keluar dari mobil. Papanya Karin kembali kagum karena melihat begitu banyak mobil bagus yang dimiliki oleh Aldi.
"Lagi, mas pikir kita adalah orang yang di spesialkan oleh dunia ini, tapi ternyata tidak." kata papanya Karin.
"Papa apaan sih, lebay tau gak. Gak usah buat malu dong." kata Karin.
"Papa penasaran bagaimana dalam rumahnya Aldi." kata papanya Karin.
"Waduh, mengecewakan gak ya?" kata Aldi dalam hatinya.
Melihat calon suaminya begitu tertekan, Karin pun menyuruh papanya diam. Dia pun berjalan memegang tangannya Aldi dan tersenyum ke arah Aldi.
Mereka pun masuk ke dalam rumahnya Aldi. Aldi pun membuka pintunya dengan menggunakan sidik jari.
Semua pun masuk ke dalam rumahnya Aldi.
Dan.. Berantakan sekali.
"Rumah kamu habis kena rampok yank?" tanya Karin.
"Maaf." kata Aldi sambil berusaha tersenyum.
"Pada saat aku merapikan tempat tidur kamu yang di apartemen, aku tahu kamu orangnya jarang membersihkan rumah, tapi gak gini juga dong.." kata Karin kesal.
"Aku kan tinggal sendiri sayang." kata Aldi.
"Itu bukan alasan sayang." kata Karin.
.......
.......
.......
...Bersambung...
__ADS_1