
Raisor yang pulang ke rumah dengan membawa beberapa makanan setelah selesai dengan urusan kerjannya.
Dia pun masuk ke rumah.
"Sayang.., sayang aku pulang. Rin, Karin." panggil Raisor.
"Aku bawa makanan banyak loh ini." kata Raisor. Namun, tidak ada satu orang pun yang menjawab.
"Fitri, mi.., mami, papi. Kok gak ada ya? Apa jangan-jangan mereka lagi di luar." kata Raisor.
"Em.., gua telpon aja kali ya." kata Raisor. Dia pun mengeluarkan telepon genggamnya dan segera menelepon istrinya.
Setelah beberapa menit, telepon pun diangkat.
"Halo." kata Karin.
"Halo sayang, kamu dimana?" tanya Raisor.
"Aku lagi diluar, lagi kumpul sama teman." kata Karin.
"Oh, bukan sama Fitri, mami dan papi ya?" kata Raisor.
"Enggak, emang ada apa?" tanya Karin.
"kok ada apa sih." kata Raisor dalam hatinya.
"Rai?" kata Karin.
"I-iya, ini, aku bawa makanan, niatnya pengen makan sama-sama gitu, cuman pas aku sampai, gak ada orang." jelas Raisor.
"Oh gitu. Fitri sama mama dan papa, itu pergi ke tempat saudara aku. Bentar lagi kayaknya mereka balik deh." kata Karin.
"Oh gitu. Kamu? Gak balik?" tanya Raisor.
"Em.., yank. Aku izin gak pulang ya hari ini. Soalnya kami udah lama gak kumpul, bolehkan yank?" kata Karin.
"Sama siapa?" tanya Raisor.
"Sama teman." jawab Karin
"Teman yang mana?" kata Raisor.
"Teman Sma, bolehkan?" kata Karin.
"Oh, boleh. Tapi ingat ya, jangan selingkuh." kata Raisor.
"Iya sayang." kata Karin.
"Yaudah, Da." kata Raisor.
"Da.." jawab Karin. Telepon pun dimatikan.
"Gua kasih ke Fitri aja deh nanti, soalnya kalau besok pagi, pasti sudah basi." kata Raisor.
__ADS_1
Raisor yang sebenarnya membeli makan tersebut untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
Karena Karin yang tidak terlalu suka dengan sesuatu yang berlebihan, itulah kenapa, pada saat ulang tahun pernikahan mereka, Raisor hanya membelikan makanan dan minuman kesukaannya saja.
Raisor pun duduk sambil menghidupkan televisi dan menonton acara kesukaannya. Namun, di saat dia menonton, pikirannya teralih dengan perubahan sikapnya Karin belakangan ini.
"Karin kenapa ya? Kok gua merasa, dia mulai berubah." kata Raisor.
"Enggak, enggak. Rai, lo harus yakin, Karin tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Gua mungkin hanya kesal, karena hari ini acara ulang tahun pernikahan kami, dia malah tidak ada, dan seolah lupa. Itu adalah hal yang biasa." kata Raisor menenangkan pikirannya yang mulai mempertanyakan perilaku Karin yang mulai berubah.
Raisor pun terus memandangi cincin yang ada di jari manisnya.
Flashback..
"Perkenalkan nama saya Karin, saya tamatan dari Sma negeri 21, saya masuk sastra lukis karena saya sangat mencintai sebuah lukisan, terimakasih." kata Karin saat memperkenalkan dirinya di hadapan dosen dan mahasiswa lain.
Saat itu adalah pertemuan pertama Raisor dengan Karin.
Karin adalah seorang pencinta seni, bahkan sampai sekarang. Dia masuk ke jurusan seni lukis, bukan karena ingin menjadi seorang pelukis, dia masuk ke jurusan seni lukis, hanya karena dia sangat senang melihat sebuah lukisan.
Disclaimer, Karin adalah anak orang kaya
Sedangkan Raisor adalah orang yang memang bercita-cita sebagai seorang pelukis.
Pada saat sedang praktik lukis berlangsung, Raisor yang duduk bersebelahan dengan Karin kaget, karena Karin yang tiba-tiba saja teriak.
"Aaaa!" kata Karin.
"Eh, lo kenapa?" kata Raisor.
"O-oh, makasih." kata Raisor.
"Uwah.., oh iya, Karin." kata Karin.
"Oh, Raisor." kata Raisor.
"Elo udah berapa lama melukis?" tanya Karin.
"Em.., sekitar dua atau tiga tahunan lah." kata Raisor.
"Oh.., keren. Pantas aja gambar lo bagus." kata Karin.
"Apaan sih, lo udah lama melukis?" tanya Raisor.
"Dari kecil." kata Karin.
"Dari kecil? Hebatnya." kata Raisor.
"Gua lebih suka melihat lukisan orang lain sih." kata Karin.
Mereka pun saling mengobrol dan pada akhirnya, mereka pun akrab dan menjadi sahabat. Mereka sering kemana-mana berdua.
Dan, perasaan cinta pun mulai muncul. Pada saat malam minggu, Raisor dan Karin pun pergi ke sebuah cafe. Setelah selesai makan, Raisor pun langsung menyatakan perasaannya kepada Karin.
__ADS_1
"Rin, lo mau gak jadi pacar aku?" kata Raisor.
"Pacar? Em.., boleh." kata Karin.
"Serius?" kata Raisor.
"Mm.. Karena gua belum pernah pacaran, jadi.., em.., maaf kalau membuat lo risih dengan tingkah gua. Gua akan belajar kok, untuk menjadi yang terbaik buat lo." kata Karin.
"Mm.. Jadi diri lo sendiri saja. Gua akan mencintai dan menyayangi lo." kata Raisor.
Mereka pun resmi berpacaran, tingkahnya Karin yang selalu perhatian kepadanya, dan selalu merayakan anniversary mereka, membuat Raisor semakin jatuh cinta.
Susah senang mereka lewati bersama membuat Raisor ingin menikahi Karin. Sebelum dia melakukan hal tersebut, dia meminta saran dari teman-temannya yang kebetulan temannya Karin juga.
"Em.., Sil." kata Raisor.
"Mm.." kata Silvy. Silvy dengan Karin adalah sahabat dari sejak di bangku sekolah dasar.
"Em.., gua mau melamar Karin, menurut lo, gimana?" tanya Raisor.
"Ha? Lamar Karin, serius?" tanya Silvy.
"Seriuslah, masa gua bercanda." kata Raisor.
"Ya, gua sih berharap yang terbaik buat kalian. Cuman, gua rasa ya, akan lebih baik kalau lo mengenal dulu Karin lebih dalam." kata Silvy.
"Ya, kami sudah lima tahun lo pacaran, ya, apa itu kurang?" kata Raisor.
"Rai, pacaran yang lama, tidak menjamin bahwa lo sudah mengenal pasangan lo dengan baik. Karena lo sahabat gua, makanya gua sarankan, untuk coba kenal dia lebih dalam dulu. Gua sahabatnya Karin, gua kenal dia sudah dari sd." kata Silvy.
"Jangan buru-buru, tunggu aja dulu. Kalau lo udah yakin banget nih, baru. Karena nikah itu bukan tempat untuk bermain. Lo cinta, yaudah nikah, gak gitu." kata Silvy yang terus menasihati Raisor agar tidak buru-buru.
"Sil, gua udah sayang banget sama dia. Gua tahu kok dia itu orangnya ngambekan, ini, itu gua tahu Sil." kata Raisor yang terus meyakinkan Silvy kalau dia sudah mengenal Karin dengan baik.
"Maksud gua bukan di situnya." kata Silvy.
"Terus?" kata Raisor.
"Karin adalah orang yang belum mengenal cinta dengan baik." kata Silvy.
"Maksudnya?" kata Raisor.
"Karin belum pernah merasakan rasanya dicintai orang lain, dia belum pernah tahu bagaimana rasanya saat dia diperebutkan, saat ada orang yang datang ke dia. Dia belum pernah Rai. Sejauh ini, belum ada satu orang pun yang mengejarnya dengan sungguh-sungguh kecuali elo...
...Rai, gua paham lo udah sayang banget dengan Karin, tapi kalau menurut saran gua, tunggu dulu. Karin adalah orang baru dalam percintaan Raisor." kata Silvy.
Alih-alih mendengarkan saran dari Silvy, dia tetap melamar Karin, dan Karin pun menerima lamaran tersebut. Dan saat ini sudah dua tahun, mereka menjalani hubungan suami istri. Dan belum ada masalah yang terlalu bahaya.
"Tuh kan Sil, lo salah. Lihat, pernikahan kami sudah berumur dua tahun, dan masih belum terjadi masalah yang lo khawatirkan." kata Raisor sambil tersenyum.
.......
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung...