Kristal

Kristal
Episode 24


__ADS_3

"Ma, mama mau kemana?" tanya Fitri.


"Ini, mama mau ngantar buah ke kakak kamu." jawab mamanya.


"Sini biar aku saja." kata Fitri.


"Yaudah, nih." kata mamanya sambil memberikan buah yang mereka beli dalam perjalanan pulang tadi.


Fitri pun naik ke atas, dia berhenti di depan kamarnya Karin, dan bersanda di dinding kamarnya Karin.


Dia tahu kalau sang kakak sedang menangis, karena dia mendengar suara tangisan dari Karin, dan suara lemparan barang-barang.


Fitri pun duduk di samping pintu kamarnya Karin, dia pun berkata "Mereka benar-benar ada hubungan, kalau tidak, kak Karin tidak mungkin marah dan menangis seperti ini." kata Fitri dalam hatinya.


"Kenapa aku kesal, padahal Aldi bukan lagi siapa-siapa di hidupku, kenapa, kenapa gua merasa sakit hati setelah mendengar kalau kak Karin dan Aldi ada hubungan." kata Fitri dalam hatinya. Dia benar-benar kesal dan sakit hati setelah mengetahui hubungan Aldi dengan kakaknya.


Flashback..


"Al.." kata Fitri.


"Iya?" kata Aldi.


"Aku mau nanya, tolong dijawab dengan serius dan jujur, bisa?" tanya Fitri.


"Bisa." jawab Aldi.


"Apakah kamu mencintai kakak aku?" tanya Fitri.


"Em.." kata Aldi.


"Aldi.." kata Fitri.


"Maaf Fit, aku mencintai kakak kamu, aku mencintai Karin." kata Aldi.


Air matanya Fitri pun terjatuh, dia pun bertanya ke Aldi "Jika aku menyuruh kamu memilih, pilih aku, atau kakak aku?" tanyanya.


"Kakak kamu." kata Aldi.


Tass! Sebuah tamparan mendarat di pipinya Aldi.


"Aku pacar kamu, kakak aku belum tentu suka sama kamu, dan.. Kamu memilih kakak aku tanpa ragu? Hebat ya Aldi?" kata Fitri. Air matanya pun turun dengan deras.


"Maaf." kata Aldi.


"Kita putus." kata Fitri. Dia pun pergi meninggalkan Aldi.


"Fit, aku antar ya?" kata Aldi.


"Enggak usah, aku bisa sendiri." kata Fitri.


"Kamu mau pulang pakai apa, ini sedang hujan." kata Aldi.


"Lepas! Tidak usah sok khawatir sama aku Aldi. Seharusnya aku mendengarkan kata teman-teman aku, bahwa memiliki kamu, itu mustahil bagi aku." kata Fitri.


"Fit, aku--"


Fitri langsung menampar Aldi.


"Jangan pernah muncul lagi di hadapan aku Aldi, dan jangan pernah memanggil nama aku." kata Fitri.


"Selamat tinggal, dan terimakasih telah memberikan aku harapan, walaupun harapan itu sudah hancur, tapi terimakasih, setidaknya, aku pernah dicintai oleh orang yang aku cinta." kata Fitri pergi meninggalkan Aldi.


Dia pulang dengan berjalan kaki, cuaca yang sedang hujan deras pun tidak lagi dia pedulikan, dia terus menangis sepanjang jalan.


Fitri pun sampai di rumah temannya.


"Lea.., Le.." panggil Fitri sambil mengetuk pintu rumahnya Lea.

__ADS_1


"Bentar." kata Lea dari dalam.


Lea pun membuka pintu, dan dia pun kaget melihat Fitri yang basah kuyup sambil menangis.


"Fitri lo kenapa?" tanya Lea.


"Lea.." kata Fitri langsung memeluk Lea.


Flashbacknya selesai..


"Gua hampir mati untuk melupakan lo Aldi, dan sekarang lo datang, namun lo datang sebagai selingkuhannya kakak gua." kata Fitri sambil meneteskan air mata.


Di dalam kamar, Karin yang terus menangis, di samping teleponnya yang pecah.


Di ASP Entertaiment, Aldi yang duduk di sofa dalam ruangannya sambil mengangkat kedua kakinya dan termenung memikirkan Karin.


Teleponnya yang sudah hancur karena dibanting olehnya gara-gara Karin tidak menjawab teleponnya.


Malamnya, Karin yang menolak untuk makan malam, membuat Raisor terus membujuknya.


"Kamu kenapa?" tanya Raisor.


"Gak papa." kata Karin.


"Terus kenapa gak mau makan?" tanya Raisor.


"Aku kenyang." kata Karin.


"Gimana ceritanya kenyang, padahal kamu belum makan apa-apa malam ini loh?" kata Raisor.


"Aku lagi gak mau makan yank, aku mau tidur." kata Karin kesal.


"Yaudah, kita ke bawah yuk?" ajak Raisor.


"Gak mau." kata Karin.


"Yaudah, aku ke bawah dulu ya, nanti kalau kamu lapar, turun ya." kata Raisor sambil mencium kening istrinya.


"Maaf Rai." kata Karin dalam hatinya.


Raisor pun turun ke bawah.


"Karin mana Rai?" tanya mamanya Karin.


"Itu mi, dia lagi tidur." kata Raisor.


"Bangunkan aja, masa suaminya makan dia tidak turun, minimal menemani suaminya makan." kata mamanya Karin.


"Gak papa mi." kata Raisor.


"Udah, Fitri panggil kak Karin sekarang." kata mamanya.


Fitri pun pergi memanggil kakaknya.


"Pasti kak Karin masih sedih atas peristiwa tadi siang.." kata Fitri dalam hatinya.


"Apa aku bilang aja ya.." kata Fitri dalam hatinya.


"Tapi, kalau aku bilang.. Itu sama saja aku mendukung hubungan kakak dengan Aldi dong." kata Fitri bingung.


Di saat Fitri sedang bingung, tiba-tiba saja teleponnya berdering.


"Halo.." kata Fitri.


"Halo.., dengan Fitri?" kata penelpon.


"Oh, iya. Dengan saya sendiri, ada apa ya?" tanya Fitri.

__ADS_1


"Aku Sila, ingat?" kata Sila.


"Oh, kak Sila, maaf kak. Ada apa ya kak?" tanya Fitri.


"Em.., kakak boleh bicara sama kakak kamu?" kata Sila.


"Ada urusan apa ya kak?" tanya Fitri.


"Ada urusan pribadi, boleh?" kata Karin.


"Em., kakak lagi gak mau diganggu kak, kakak kasih tahu aja sama aku, nanti aku--"


"Fit, udahlah.." kata Sila.


"Ha? Maksudnya kak?" tanya Fitri.


"Sampai kan sama Karin, Aldi tidak ada hubungan apapun dengan Venya kecuali sahabat dan antara karyawan dengan bos, hanya sakedar itu." kata Sila.


"Ha? Maksud kakak?" kata Fitri.


"Fit, kakak tahu kok, kamu mengerti maksud kakak, jadi kakak mohon bantuannya, kakak tunggu kabar baiknya ya, selamat malam." kata Sila.


"Se-selamat malam kak." kata Fitri. Sila pun mematikan teleponnya.


Fitri pun mengetuk pintu kamar kakaknya.


"Kak.., kak Karin.." kata Fitri.


"Apa?" kata Karin.


"Aku mau ngomong sesuatu, boleh aku masuk?" tanya Fitri.


"Maaf, lain kali saja ya, kakak lagi malas bicara, sama bang Raisor aja." kata Karin.


"Kalau aku cerita sama bang Raisor, kakak bisa cerai lo." kata Fitri.


"Maksudnya?" tanya Karin.


"Soal Aldi." kata Fitri.


"Kamu ngomong apasih, udah dong, kakak lagi malas bercanda." kata Karin.


"Aku serius kak, aku tahu kok, kakak pasti lagi cemburu karena Aldi makan siang dengan kak Venya kan?" kata Fitri.


Karin pun membuka pintu dan menyuruh adiknya masuk.


"Kamu mau ngomong apa?" tanya Karin.


"Aku mau ngomong kalau, kalau Aldi dengan kak Venya, kalau mereka.." kata Fitri.


"Maaf.." kata Fitri dalam hatinya.


"Mereka akan segera menikah kak." kata Fitri.


"Maksud kamu?" tanya Karin.


"Kak Venya dan Aldi akan segera melangsungkan pernikahan kak." kata Fitri.


Air mata Karin pun kembali terjatuh, dia menangis dengan hebat.


"Ya, bagus lah." kata Karin "Semoga dia bisa bahagia dengan Venya." sambung Karin.


Karin pun tersenyum ke arah Fitri untuk menutupi luka di hatinya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...Bersambung...


__ADS_2