Kristal

Kristal
Episode 36


__ADS_3

"Saran apa yang harus gua kasih ke elo Rai?" tanya Vivi.


"Apa yang harus gua lakukan sekarang Vi? Gua tidak tahu harus apa, gua kehilangan orang yang paling gua sayang." kata Raisor.


"Rai.." kata Vivi.


"Mm.." kata Raisor.


"Ada tidaknya Karin tidak akan merubah sesuatu Rai, R Entertaiment berdiri bukan karena Karin, semua yang lo berhasil raih sampai sekarang itu bukan karena Karin, jadi lakukanlah seperti biasa." kata Vivi.


"Gua gak bisa Vi, gua benar-benar tidak bisa melupakan Karin, gua sangat menyayanginya." jelas Raisor.


"Gua ngerti, tapi lo harus berusaha, Karin bukan milik elo lagi Raisor. Apapun yang elo lakukan, tidak akan merubah apa-apa. R Entertaiment butuh elo, mereka butuh pemimpin mereka, kalau lo terus kayak gini, bukan hanya Karin yang akan meninggalkan elo, tapi semuanya." jelas Vivi.


"Berdirilah dengan kaki lo, gua tahu itu sakit, tapi percayalah, semua akan baik-baik saja. Hilang tinggal cari yang baru, hidup segampang itu Raisor." kata Vivi.


"Tapi, gua hanya ingin Karin. Walaupun gua mencari yang lain, gua tidak akan menemukan orang seperti Karin." kata Raisor.


"Rai, apakah elo bercanda? Mencari orang yang sama seperti Karin? Apakah elo berniat untuk di selingkuhi lagi?" tanya Vivi.


"Gua tahu melupakan seseorang yang begitu sangat kita sayang itu sulit Rai, tapi itu adalah hal yang lumrah di dunia percintaan. Jangan pernah berpikir kalau orang yang lo sayang, hanya elo yang ingin memilikinya, jangan Rai. Karena diluar sana, masih banyak yang ingin memilikinya." kata Vivi.


Raisor pun tidak bisa berkata-kata, dia hanya tertunduk. Vivi pun memegang kedua tangannya Raisor.


"Rai.." kata Vivi.


"Mm.." kata Raisor.


"Gua pernah mengalami apa yang elo alami. Gua tahu Rai, gua tahu bagaimana sakitnya kehilangan orang yang biasanya ada di dekat kita, tiba-tiba berubah menjadi orang asing, gua tahu kok. Gua tidak akan menyuruh lo untuk sabar dengan semua ini, tapi, gua mohon.. Ya." kata Vivi sambil tersenyum ke arah Vivi.


"Lupakan Karin, dan mari buka lembaran baru." kata Vivi.


"Terimakasih ya, Vi." kata Raisor sambil tersenyum.


"Mm.." kata Vivi sambil membalas senyuman Raisor dengan juga tersenyum.


"Em.., elo sibuk gak Rai?" tanya Vivi.


"Kenapa?" tanya Raisor.


"Temani gua ke mall yuk?" ajak Vivi.


"Ayok." kata Raisor.


Raisor pun menemani Vivi ke mall. Sementara itu, Aldi dan Karin yang melakukan pemotretan.

__ADS_1


"Matanya ke Karin, Aldi." kata fotografer. Aldi pun menghadap ke Karin.


"Akhirnya dia menikah ya, tan." kata salah satu pegawai.


"Mm.. Mereka serasi banget." kata tante Meri (pemilik W.O).


Aldi dan tante Meri bukan lah orang yang asing, mereka saling kenal satu sama lain.


"Padahal tante ingin menjodohkan dia dengan anak tante." kata tante Meri.


"Yah, gimana tante, selera Aldi yang kayak begini." jelas pegawai tersebut.


"Jadi, maksud kamu anak saya cantik gitu?" tanya tante Meri.


"Cantik, tapi dia kan ingin istri yang lebih tua dari dia, Aldi sama anak tante kan seumuran. Lagian, mau secantik apapun anak tante, dia tetap akan memilih mbak Karin, sebagai istrinya." kata pegawai tersebut.


"Iya sih, tapi kalau menurut kamu, kenapa dia pengen yang lebih tua dari dia ya, beda umurnya Karin sama Aldi berapa sih?" tanya tante Meri.


"Kalau gak salah, bedanya lima tahun tante. Aldi dua puluh delapan tahun, sedangkan mbak Karin tiga puluh tiga tahun. Kenapa dia milih yang lebih tua, karena dia masih anak-anak, jadi dia ingin istrinya dewasa, begitu." kata pegawai tersebut.


"Kamu itu kalau ngomong ya, gak pernah di rem." kata tante Meri.


"Orang benar kok, Aldi itu masih anak-anak, dia masih gampang tersinggung, dia tidak tahu cara menahan diri, jadi itulah kenapa dia ingin menikah yang lebih tua, supaya, sebuah hubungan itu awet, karena ada yang berpikir secara dewasa, dan mbak Karin bisa melakukannya." jelas pegawai tersebut.


"Terus, kenapa dia milih Aldi? Seperti yang kamu bilang, Aldi itu masih anak-anak, jadi sulit untuk mengajak seseorang yang masih tidak bisa berpikir dewasa untuk menjalin sebuah hubungan yang serius." kata tante Meri.


"Artinya sama aja dong? Mau dia sudah dewasa atau apapun, tetap akan sama dong hasilnya." kata tante Meri.


"Enggak dong tan, sesayang apapun dia sama Aldi, jika menurutnya salah, maka dia akan bilang salah. Seperti tadi, waktu Aldi ingin memilih konsep pernikahan yang begitu mahal, mbak Karin menolaknya. Tapi, mbak Karin tidak menolak semua permintaan Aldi. Menurut aku tan, sebuah hubungan itu memang harus seperti itu, kita harus mengatakan apapun yang kita inginkan, tapi kita tidak lupa mendengarkan pendapat dari pasangan kita." jelas pegawai tersebut.


"Hebat." kata tante Meri.


"Mm.. Tapi sayang, aku tahu semua itu setelah hubungan aku berakhir." kata pegawai tersebut.


Melihat pegawainya yang mengingat masa lalunya, tante Meri pun memeluknya dan berkata "Terkadang, kita harus ditampar dulu, untuk paham. Tapi gak papa, semua orang di dunia ini pernah ditampar oleh keadaan kok. Yang terpenting adalah, bagaimana kita belajar dari tamparan itu." katanya.


Sementara itu Aldi yang berbisik ke telinganya Karin "I love you." katanya. Karin pun tersenyum mendengarnya.


"Oke, kita istirahat dulu ya.." kata fotografer tersebut.


Aldi dan Karin pun duduk di sofa dan menyantap makanan yang di sediakan.


"Kenapa?" tanya Karin.


"Enggak, gak papa." kata Aldi sambil menyantap sebuah kue.

__ADS_1


"Bagaimana Karin, Aldi, ada yang kurang?" tanya tante Meri.


"Ini mbak, ini boleh dikecilkan gak tante?" kata Karin.


"Pinggannya ya, boleh-boleh. Kalau Aldi, ada yang kurang?" tanya tante Meri.


"Ah, em.. Itu.." kata Aldi.


"Apa?" tanya tante Meri.


"Enggak ada." kata Aldi.


"Apa? Bilang dong sayang.." kata Karin.


"Enggak, gak ada kok. Tadi aku mau melucu, tapi lupa." kata Aldi malu dan memeluk Karin.


"Apaan sih." kata Karin tersenyum sambil memeluk Aldi.


"Biasa Rin, baru pertama, mungkin dia gugup." kata tante Meri. Karin pun tersenyum sambil memeluk erat Aldi.


Setelah selesai melakukan pemoteretan, mereka pun pulang.


"Datang ya tante nanti dipernikahan kami." kata Karin.


"Pasti dong Karin. Semoga lancar ya." kata tante Meri.


"Makasih tante." kata Karin.


"Em.. Yank, kita mampir dulu atau gimana?" tanya Aldi.


"Kemana?" tanya Karin.


"Gak tau, mana tau kamu mau mampir gitu?" kata Aldi.


"Kita pulang aja ya, soalnya aku capek, mau istirahat. Nanti malam, kita ada acara makan malam sama keluarga besar sayang.." kata Karin.


"Ya udah yuk, pulang." kata Aldi sambil tersenyum dan membuka tangannya untuk mengajak Karin gandengan.


"Dasar.." kata Karin sambil tersenyum. Mereka pun berjalan pergi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2