Kristal

Kristal
Episode 15


__ADS_3

^^^Minggu/01:00 Pagi^^^


"Sorry ya Sil, lo harus mengantarkan gua." kata Karin.


"Santai buk." kata Sila.


"Apaan sih." kata Karin.


Karin yang harus pulang karena Aldi tiba-tiba saja harus pergi keluar kota karena ada urusan yang mendadak. Karena sudah malam dan khawatir Karin kenapa-napa, Aldi pun menyuruh Sila untuk mengantarkan Karin pulang, terlebih lagi, Sila adalah teman Sma nya Karin.


Karin pun terus memandangi anting yang diberikan Aldi untuknya.


Flashback..


Pada saat Aldi menjelaskan dia putus dengan Fitri karena memilihnya, Karin pun heran, karena dia merasa bahwa dia memang tahu kalau Aldi adalah adiknya Raisor, tapi tidak pernah satu kali pun dia bertemu dengan Aldi.


"Emang kita pernah ketemu?" tanya Karin.


"Pernah." kata Aldi.


"Dimana?" tanya Karin.


"Di pameran seni." jawab Aldi.


"Pameran seni yang mana?" tanya Karin.


"Pameran seni yang ada di museum Klantis." kata Aldi.


"Oh, itu. Tapi aku gak lihat kamu loh." kata Karin.


"Ya, gimana mau lihat, orang kamu heboh banget saat itu." kata Aldi.


"Ah, maaf." kata Karin. Karin yang pencinta lukis tidak akan pernah memperhatikan sekitarnya jika dia sedang melihat sebuah lukisan.


"Kamu suka seni juga?" tanya Karin.


"Em.., suka, cuman, waktu itu aku pergi hanya untuk urusan kerjaan. Karena, kami diundang oleh museum tersebut. Jadi mau gak mau, ya kami harus datang." jelas Aldi.


"Oh gitu, em.., bukan cuman sekali itu aja kan, kita jumpa?" tanya Karin.


"Kalau ketemu secara langsung, cuman sekali saja. Dan, aku suka sama kamu mulai sejak saat itu." kata Raisor.


"Sejak saat kita pertama kali bertemu?" kata Karin kaget.


"Iya." kata Aldi.


Flashback selesai..


"Oii.." kata Sila karena melihat Karin yang bengong.


"An--Sila!" kata Karin.


"Dih ketularan Aldi." kata Sila.


"Maksudnya?" tanya Karin.


"Aldi itu kalau dikagetin dia pasti ngomong kasar. Kalau gak percaya tes lah, mana di marahi lagi kitanya." kata Sila.


"Ada-ada aja." kata Karin.


"Di lihatin terus tuh anting." kata Sila.


"Apaan sih." kata Karin.

__ADS_1


"Lo lagi mikirin apaan sih, ha? Ngambek karena Aldi ada urusan mendadak?" tanya Sila.


"Enggak, apaan sih. Lumayan lah." kata Karin sambil tertawa.


"Dih." kata Karin yang juga ikut tertawa.


"Lagian, gua udah bohong loh. Eh, tiba-tiba dia ada kerjaan." kata Karin "padahal dia loh yang maksa gua buat tidur dengannya." sambungnya.


"Namanya juga pemilik ASP, wajarlah." kata Sila.


"Mentang-mentang bos lu, lu bela." kata Karin.


"Ya, gimana, namanya juga bos." kata Sila dan mereka berdua pun kembali tertawa.


"Oh iya, em.., gua lupa nanya alasannya sih. Lo tau gak, kenapa Aldi gak sering datang ke acara award gitu?" tanya Karin.


"Ah, em.. Gimana ya ngomongnya." kata Sila.


"Ngomong aja, gua gak akan kasih tahu kok." kata Karin.


"Em.., gimana ya. Gua gak tahu sih." kata Sila.


"Ayolah Sil, emangnya alasan dia gak datang separah itu atau gimana, sampai lo aja gak berani buat ngomong." kata Karin.


"Gua bukan gak berani ngomong, gua memang gak tahu. Pertanyaan ini, seharusnya lo tanya ke mbak Ziya, bu Cristy. Kalau lo tanya sama gua, gua gak tahu. Cuman, isu tentang Aldi gak datang ke acara award, memang cukup seringlah dibicarakan oleh anak-anak ASP, khususnya para talennya." jelas Sila.


"Kalian juga gak tahu kenapa?" kata Karin.


"Enggak. Paling, alasan yang beredar di media dan cukup dipercayai banyak orang, katanya Aldi gak datang karena dia gak puas dengan pencapaian dari para talennya." kata Sila.


"Gak puas? Bukannya para talennya selalu menang ya?" kata Karin.


"Entah, gak ngerti. Kenapa gak lo tanya aja sama cowok lo itu?" kata Sila.


"Oh, begitu." kata Sila.


"Kalian gak pernah nanya gitu?" kata Karin.


"Kami sibuk sama urusan kami masing-masing. Kalau lo pengen tahu banget, lo tanya aja ke mbak Ziya, soalnya dari seluruh orang yang ada di ASP, yang pernah ketemu sama orang tuanya Aldi, adalah mbak Ziya, yang lain cuman ketemu pas ada acara saja. Tapi kalau mbak Ziya, dia sudah pernah makan bareng dengan keluarganya Aldi. Yah, walaupun itu cuman kebetulan, karena mereka ada acara, terus gak sengaja ketemu, gitu." kata Sila.


"Tapi saran gua ya, lo agak hati-hati sama mbak Ziya, soalnya mbak Ziya adalah satu-satunya orang yang disimpan nomornya sama orang tuanya Aldi." kata Sila.


"Ya, gua juga disimpan." kata Karin.


"Tapi, Ziya disimpan karena Aldi, elo disimpan karena Raisor. Beda dong." kata Sila.


"Mana mbak Ziya cantik banget lagi, dia juga pernah dapat penghargaan sebagai wanita tercantik di ASP. Elo? Mana mereka pergi berdua lagi?" kata Sila.


"Apakah lo pikir gua takut? Eh, asal lo tahu ya, gua dipilih Aldi saat dia pacaran dengan Fitri. Dia bahkan bilang ke Fitrinya langsung, kalau dia lebih cinta sama gua daripada Fitri." kata Karin sombong.


"Bisa aja sekarang terjadi ke elo. Kan waktu itu pacarnya Aldi adalah adik lo, Fitri. Nah dia suka sama lo yang jadi pacarnya Raisor. Nah sekarang, elo pacarnya Aldi, mbak Ziya pacar orang lain. Gimana, apakah akan terulang?" kata Sila.


"Gua telpon Aldi ah." kata Karin sambil mengeluarkan teleponnya.


"Rin, Rin, gua bercanda anjir. Lo gak bisa bercanda ih." kata Sila.


"Gua cuman mau nelpon Aldi doang." kata Karin.


"Rin, jangan gitulah Rin. Gak lucu tau." kata Sila.


Sila yang tadi berniat untuk membuat Karin cemburu, malah jadi minta maaf, karena takut dilaporkan oleh Karin.


Tidak beberapa lama, mereka pun sampai dirumahnya Karin.

__ADS_1


"Makasih ya Sila udah nganterin gua." kata Karin.


"Sama-sama. Da.." kata Sila.


"Da.." kata Karin. Karin pun memencet sebuah bel.


Ting, Tung... (suara bel).


Pagar pun dibuka.


"Karin?" kata Raisor yang kaget melihat istrinya ada di depan rumah.


"Hai." kata Karin.


"Hai, kamu bukannya mau nginep ya?" tanya Raisor.


"Awalnya sih gitu, cuman aku ingat kalau hari ini kan hari pernikahan kita, maaf ya, aku tadi lupa." kata Karin.


"Enggak papa. Yuk masuk, aku sudah beli makanan yang banyak buat kamu." kata Raisor yang terlihat bahagia.


Mereka pun makan bersama.


Beberapa menit kemudian, setelah selesai makan mereka pun pergi tidur. Pada saat jam empat lewat lima belas pagi, Karin yang terbangun dari tidurnya, turun dari tangga dan mengambil minuman.


Dia pun duduk di balkon dan menikmati sebuah minuman kotak sambil membuka sosial medianya.


Tidak sengaja dia melihat ada sebuah akun berita yang memberitakan Aldi.


Beritanya "Ditanya soal kedekatannya dengan seorang model, Aldi mengatakan kalau mereka hanya berteman."


"Ganteng banget sih." kata Karin dalam hatinya sambil tersenyum.


Flashback..


"Terus, kok bisa kamu ketahuan sama Fitri?" tanya Karin.


"Em.., awalnya dia lihat kalau aku memfollow instagramnya kamu. Saat itu, dia mikirnya kalau aku memfollo karena kamu kakaknya. Namun, suatu hari, aku lupa menghapus pencarian, dan dia lihat kalau baru saja, aku menstalking kamu." kata Aldi.


"Terus?" kata Karin.


"Terus, dia nanya sama aku. Kamu suka sama aku atau sama kakak aku. Dia bilang gitu." kata Aldi "dan aku jawab, aku minta maaf, kayaknya aku lebih sayang sama kakak kamu." sambungnya.


"Terus?" kata Karin.


"Dia nangis dan nampar aku. Setelah itu, dia putuskan aku." kata Aldi.


"Kamu kenapa milih aku sih Aldi? Bukannya lebih banyak ya, cewek yang lebih cantik daripada aku?" kata Karin.


"Ya, cuman.., aku sayang dan cinta sama kamu. Jika ada orang yang lebih cantik, aku tidak suka, karena dia bukan kamu. Aku mencintai kamu ya, karena kamu." kata Aldi.


Flashback selesai..


"Aku tidak akan memaafkan kamu jika kamu memilih orang lain Aldi." kata Karin.


"Karin?" kata Raisor.


.......


.......


.......


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2