
Raisor dan yang lainnya pun sampai di rumah sakit Putri. Mereka pun bergegas menuju IGD.
"Em.., pak, bagaimana keadaannya?" tanya Vivi.
"Masih diperiksa buk." kata seorang pria.
"Pak, kalau boleh tahu kenapa bisa teman saya mengalami kecelakaan?" tanya Rangga.
"Mobil yang dikendarai teman bapak menabrak pembatas jalan pak, kayaknya teman bapak mengendarai mobilnya dengan sangat kencang, pada saat itu lampu sedang merah, Karena sebuah bus sedang melintas, teman bapak pun memberhentikan mobilnya dengan menabrakan mobil tersebut ke pembatas jalan pak." jelas pria tersebut.
Vivi pun duduk di ruang tunggu dengan kepalanya yang menunduk ke bawah.
Tiba-tiba segerombolan polisi datang ke rumah sakit Putri untuk meminta kejelasan dari pada saksi mata yang melihat kejadian tersebut.
"Eh, pak Rangga ngapain?" tanya salah seorang aparat kepolisian.
"Eh pak Budi, ini teman saya baru saja mengalami kecelakaan." jawab Rangga sambil bersalaman.
"Oh, teman bapak yang kecelakaan di simpang jalan pepaya itu?" kata pak Budi.
"Iya pak, bapak yang mengusut masalah ini?" tanya Rangga.
"Iya pak Rangga." kata pak Budi.
"Berarti ada korban lain pak?" tanya Rangga.
"Korban lain sih gak ada pak, cuman pada saat anggota saya memeriksa mobil dari teman bapak, anggota saya menemukan bahwa rem dari mobil tersebut sudah dirusak oleh seseorang pak." jelas pak Budi.
Raisor dan yang lainnya pun kaget mendengar kabar tersebut. Di samping itu, Vivi mulai berdiri dan beratanya kepada para aparat kepolisian.
"Maaf pak, berarti ada yang berniat untuk membunuh Jamster?" tanya Vivi.
"Ini masih dugaan buk." kata pak Budi.
"Kalau begitu tolong bantuannya pak, jika benar ada yang sengaja melakukan hal tersebut, tolong ditindak segera pak." kata Rangga.
"Baik pak Rangga, kami akan melakukan yang terbaik." kata pak Budi.
Karena Raisor dan yang lainnya di sana, mereka pun ikut diinterogasi oleh pihak kepolisian.
"Berarti korban dari hotel Bee?" tanya pak Budi.
"Iya pak." ucap Raisor dan yang lainnya.
"Oh iya, di sana ada acara pernikahannya Aldi kan?" tanya pak Budi.
"Iya pak." ucap Raisor dan yang lainnya.
"Baiklah, terimakasih atas informasinya." kata pak Budi sambil bersalaman dengan Raisor dan yang lainnya.
Para pihak kepolisian pun mendatangi hotel Bee.
Di perjalanan menuju hotel Bee, salah satu anggota kepolisian bertanya "Pak, yakin kita mau kesana?" tanya pria tersebut.
"Kenapa emangnya?" tanya pak Budi.
"Ya, gimana ya, bapak kan tahu kalau yang saat ini ada di hotel Bee itu, orang-orang kaya semua pak, mana ada ASP lagi." kata pria tersebut.
"Kita tidak usah takut, kita adalah aparat kepolisian, jika mereka terbukti bersalah, mereka akan kita tindak, dan jika tidak, maka ya sudah. Kita datang karena tugas dan kewajiban kita sebagai pihak kepolisian, jadi, tidak usah takut." jelas pak Budi.
"Tapi pak, gak mungkin dong mereka melakukannya, apa untungnya mereka melakukan hal seperti itu?" tanya pria tersebut.
"Kita tidak tahu apa yang terjadi, jika memang benar mereka yang melakukannya, mereka pasti punya alasan untuk melakukan hal tersebut." jelas pak Budi.
Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di hotel Bee. Mereka segera masuk ke hotel Bee.
__ADS_1
"Permisi mbak, boleh panggil pemilik hotel ini." kata pak Budi kepada resepsionis hotel Bee.
"Bentar pak, saya panggil bos saya." kata seorang resepsionis hotel Bee.
Aldi yang tengah mengobrol dengan Karin pun di datangi oleh resepsionis tersebut.
"Pak." kata resepsionis tersebut berbisik.
"Iya." jawab Aldi.
"Ada polisi yang datang, katanya mereka mau ketemu dengan bapak." kata resepsionis tersebut.
"Ha! Ngapain?" tanya Aldi.
"Gak tahu pak." kata resepsionis tersebut.
"Emm.., bentar ya sayang." kata Aldi.
Pada saat dia ingin pergi, Karin menahan Aldi. Dengan mata yang berkaca-kaca, dia pun bertanya "Kenapa? Kok bisa polisi datang?" tanya Karin.
"Uwah, perhatian banget sih, sayang banget sama istri aku ini. Tapi, tenang saja, aku tidak melakukan apapun." kata Aldi.
"Aku ikut." kata Karin.
"Yaudah, yuk." kata Aldi.
Aldi dan Karin pun keluar ruangan.
"Mau kemana Di?" tanya Naila.
"Itu, ada polisi yang datang, gak tahu ngapai." kata Aldi sambil memegang tangannya Karin.
Naila dan Ziya pun ikut menemani Aldi dan Karin bertemu dengan para pihak kepolisian.
"Kok mereka keluar?" tanya Mei.
"Biasanya gua datang ke acara-acar ASP untuk bersenang-senang, eh sekarang, malah untuk menginterogasi." kata salah satu anggota kepolisian.
"Lebay banget sih kalian, kita itu po--"
Orang tersebut pun terdiam setelah melihat anak-anak ASP Entertaiment datang bergerombol.
Aldi pun bersalaman dengan pak Budi.
"Maaf mengganggu acaranya pak, kami datang untuk melakukan interogasi karena, tidak jauh dari sini, baru saja terjadi kecelakaan, dan menurut pendapat orang-orang, korban baru saja dari sini." kata pak Budi.
"Apa hubungannya pak?" tanya Ziya.
"Begini buk, pada saat anggota saya melakukan pemeriksaan, mereka menemukan kalau rem dari mobil korban seperti dirusak buk, jadi karena korban dari sini, kami perlu melakukan penyelidikan buk." jelas pak Budi.
"Jadi ba--"
Belum selesai Ziya menyelesaikan perkataannya, dia di tiba-tiba di sela oleh salah satu anggota kepolisian.
"Eh buk! Tolong koperatif dong, jangan banyak tanya, kita di sini datang dengan baik-baik. Ikuti saja prosedurnya." bentak salah satu anggota kepolisian.
"Sini." kata Naila.
"Ap-"
"Sini." kata Naila.
"Maaf buk Naila, anggota saya me--"
Belum selesai pak Budi menyelesaikan perkataannya, Naila langsung menyela.
__ADS_1
"Saya ingin bicara dengan anggota bapak itu, saya rasa dia sudah hebat sampai-sampai berani membentak seseorang yang sedang bertanya." tunjuk Naila.
"Kami datang ke sini dengan baik-baik buk, kalau ibu menurut, mungkin ini sudah selesai." kata pria tersebut.
"Uwah, beraninya.." kata anak-anak ASP dalam hatinya.
"Kalau begitu sini, jangan hanya berlindung dibalik pak Budi, sini, bicara di depan saya, bicara seperti kamu bicara dengan teman saya tadi." kata Naila.
"Udah-udah, begini saja pak, mari kita ke ruang keamanan." kata Aldi.
Mereka semua pun pergi ke ruang keamanan.
Pada saat dicek, kamera cctv yang di duga berada di parkiran yang dimana mobil Jamster terparkir, sudah di tutupi menggunakan sebuah kain hitam.
Seseorang melemparkan kain hitam ke cctv, sehingga cctv tersebut tidak terlihat apapun.
Aldi pun memanggil satpam yang menjaga, namun pada saat ditanya, satpam tersebut mengatakan kalau Hotel Bee saat ini ditutup, dan tidak beroperasi untuk tamu.
"Berarti tidak mungkin orang luar.." kata pak Budi.
"Tsk, padahal gua lagi melaksanakan pernikahan loh, tapi.." kata Aldi yang kesal.
"Begini saja pak, biarkan saya yang mencari orang tersebut, saya akan pastikan dia tertangkap, tapi saya tidak menjamin dia selamat." kata Aldi.
"Baiklah pak, saya tunggu kabar baiknya." kata pak Budi.
"Gak bisa gitu dong pak." kata salah satu anggota kepolisian tersebut.
"Maksudnya?" tanya pak Budi.
"Ini tugas kita, bukan tugas mereka. Dan mereka tidak bisa membunuh seseorang, jika itu terjadi, maka me--"
Belum sempat pria tersebut menyelesaikan perkataannya, dia pun ditarik kerahnya oleh Aldi.
"Bisa diam gak?" kata Aldi dengan menatapnya tajam.
Karin langsung menarik Aldi dan memeluknya. Dia mencoba untuk menenangkan Aldi.
Naila pun berjalan maju dan menarik kerah dari pria tersebut sampai membuat orang tersebut terjatuh.
"Apa-apaan nih!" kata pria tersebut.
Karin yang marah karena melihat anak-anak ASP diam dan tidak melerai pertengkaran tersebut.
"Kalian! Lerai! Ziya! Cristy!" bentak Karin.
Mereka pun memisahkan Naila dan orang tersebut.
Suasana di ruang keamanan tersebut pun berubah menjadi tegang.
"Awas lo ya." kata Naila menunjuk pria tersebut.
"Udah-udah Nai.." kata April.
"Sok jago tau gak." kata Naila.
"Elo anak baru ya?" tanya Riyu ke pria tersebut sambil sedikit mendorongnya.
"Riyu, udah-udah." kata Bayu sambil menarik Riyu menjauh.
Di tempat lain, Jamster harus masuk ruang ICU karena mengalami koma.
.......
.......
__ADS_1
.......
...Bersambung...